Penerapan Model Project Based Learning untuk Meningkatkan Kreativitas Gerak Tari Siswa melalui Kegiatan Ekstrakurikuler Seni Tari

Dena Fadila, Yusuf Suryana, Rosarina Giyartini

Abstract


Penerapan model pembelajaran adalah suatu hal yang penting untuk merangsang siswa mengikuti pembelajaran serta berpengaruh dalam keberhasilan pembelajaran. Tapi jika dalam pelaksanaan pembelajaran dikelas khususnya seni tari sangat terbatas waktunya, maka ekstrakurikuler seni tari berfungsi untuk memfasilitasi  minat, bakat, serta potensi siswa dalam bidang seni tari secara inti dan khusus. Pendidikan seni tari berfungsi untuk mengembangkan kecerdasan dan perkembangan siswa, yaitu perkembangan motorik, perkembangan kognitif,  perkembangan afektif, dan perkembangan sosial emosional. Namun, berdasarkan fakta di lapangan (SDN Mugarsari Kota Tasikmalaya) kegiatan ekstrakurikuler seni tari kurang variatif dan waktunya terbatas, serta siswa kurang diberi kebebasan untuk bereksplorasi dan berkreasi, sehingga kreativitas gerak tari siswa belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas gerak tari siswa dengan menggunakan model Project Based Learning pada kegiatan ekstrakurikuler seni tari. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain Pre-eksperimental tipe One-group Pretest-Posttest. Dalam pengumpulan data, instrumen yang digunakan yaitu tes unjuk kerja pre-test dan post-test. Analisis data yang digunakan berupa analisis data deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan nilai asymp sig sebesar 0,000 < 0,05 sehingga diterimanya Ha (hipotesis alternatif) dan ditolaknya H0 (hipotesis nol). Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan terhadap kreativitas gerak tari kreasi daerah siswa, setelah menerapkan model Project Based Learning, pada kegiatan ekstrakurikuler seni tari.


Keywords


Model Project Based Learning, Gerak Tari Kreasi Daerah, Kegiatan Ekstrakurikuler Seni Tari.

References


Andriyani, R. (2016). Pembelajaran Tari Kreasi Lampung Menggunakan Tahap Koreografi Pada Kegiatan Ekstrakulikuler, 2016.

Depdiknas. (2003). Pengembangan Instrumen Non-Tes, 1–36.

Gularso, D. (2016). Ekstrakurikuler Pendidikan Seni Tari Untuk Budi Pekerti Siswa di SD Negeri Keputran A Yogyakarta. Yogyakarta: Universitas PGRI Yogyakarta Press.

Hartini. (2016). Tari Semut Sebagai Media Pengembangan Karakter Bagi Siswa Sekolah Dasar. Premiere Educandum Jurnal Pendidikan Dasar dan Pembelajaran.

Hasanah, U. (2015). Penggunaan Gerakan Tari Kreasi Terhadap Perkembangan Gerak Dasar Anak. Jurnal Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan: Universitas Lampung.

Helmiati, W. (2016). Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Proyek Terhadap Kreativitas Siswa Pada Pembelajaran Seni Tari.

Herjayanti, R. (2014). Peran Pembelajaran Seni Tari Dengan Pendekatan Tematik Guna Meningkatkan Kepercayaan Diri Anak Usia Dini di TK IT AL-Khairat Yogyakarta.

Janah, H. K. (2016). Pengembangan Model Koreografi Anak Untuk Pembelajaran Tari Di Sekolah Dasar.

Juniasih, I. (2015). Peningkatan Kreativitas Gerak Melalui Kegiatan Tari Berbasis Cerita (Tarita). Jurnal Pendidikan Usia Dini UNJ Volume 9 Edisi 2, November 2015.

Kriss Diana. (2014). Peningkatan Kreativitas Gerak Melalui Kegiatan Menari Pada Anak Usia 5-6 Tahun. Yogyakarta: UNY Press.

Kosasih, E. (2014). Strategi Belajar Dan Pembelajaran Implementasi Kurikulum 2013. Bandung: Yrama Widya.

Lestari, Y. S. (2016). Implementasi Pendidikan Karakter Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler Seni Tari Di Sekolah Dasar Negeri 1 Trirenggo Tahun Pelajaran 2015/2016. Jurnal Pendidikan Ke-Sd-An Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, Vol. 3, Nomor 1, September 2016.

Permendikbud. (2014). Kegiatan Ekstrakurikuler Pada Pendidikan Dasar Dan Pendidikan Menengah. Simpuh Kemenag: http://simpuh.kemenag.go.id/regulasi/permendikbud_62_14.pdf.

Rahmawati, M. (2016). Pengembangan Minat Seni Tari Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler Seni Tari Di Mi Diponegoro 03 Karangklesem Purwokerto. Purwokerto: Institut Agama Islam Purwokerto.

Rini, S. (2016). Peningkatan Motivasi Dan Peningkatan Belajar Seni Budaya (Tari) Melalui Model Pembelajaran Berbasis Proyek Dengan Media Internet. Surakarta: Universitas Negeri Sebelas Maret.

Purwatiningsih, Harini Ninik. (2004). Pendidikan Seni Tari-Drama di TK-SD. Malang: Universitas Negeri Malang (UM Press).

Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif. Bandung: Aflabeta

Widati, S. (2016). Peningkatan Kreativitas Tari Kreasi Dengan Pembelajaran Berbasis Proyek. Pekalongan: SMPN 1 Wiradesa, Vol. 6, No. 1, Januari 2016.

Widatik, S. (2017). Pengembangan Kreativitas Dan Bakat Siswa Melalui Ekstrakurikuler Seni Tari. Surakarta:

Winarto, M. (2018). Perbandingan Penerapan Model Project Based Learning (PjBL) dan Problem Based Learning (PBL) Ditinjau Dari Penrcapaian Proses Kreativitas Siswa. Pancasakti Science Education Journal.




DOI: http://dx.doi.org/10.17509/ijpe.v3i1.17978

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


This Journal is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. 
©All rights reserved 2017. Indonesian Journal of Primary Education. ISSN: 2597-4866 (Online) dan 2599-2821 (Print).


Jalan Dadaha Nomor 18 Kota Tasikmalaya

Telepon (0265) 331860

Homepage http://pgsd-tasikmalaya.upi.edu/

Email pgsd_tasik@upi.edu