GAMBARAN PELAKSANAAN KEGIATAN KEBERSIHAN TANGAN OLEH PETUGAS KESEHATAN DI RUMAH SAKIT DUSTIRA CIMAHI

Shely Silfia Ratna Ningsih, Richa Noprianty, Irman Somantri

Abstract


ABSTRAK

Keselamatan pasien merupakan variabel untuk mengukur dan mengevaluasi kualitas pelayanan keperawatan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mencegah infeksi rumah sakit dengan menjaga kebersihan tangan dengan teknik enam langkah dan lima momen di rawat inap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pelaksanaan kebersihan tangan oleh petugas kesehatan di Ruang Rawat Inap Penyakit Dalam Pria Rumah Sakit Dustira Cimahi. Jenis penelitian ini adalah deskriptif eksploratif dengan metode observasional. Sampel penelitian ini berjumlah 288 kali pengamatan kegiatan oleh petugas kesehatan (dokter, perawat dan mahasiswa praktek) yang terbagi pada shift pagi dan shift sore dengan 84 pengamatan, dan shift malam berjumlah 120 kali pengamatan. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi dengan menggunakan work sampling. Hasil menggambarkan bahwa : 1) sebelum kontak dengan pasien sebagian besar hand hygiene tidak dilakukan oleh mahasiswa yaitu sebesar 89,8 % pada shift malam, 2) sebelum tindakan terhadap pasien sebagian besar hand hygiene tidak dilakukan oleh mahasiswa sebanyak 89,8% pada shift malam, 3) sesudah kontak dengan pasien sebagian besar kegiatan hand hygiene dilakukan tidak sempurna oleh dokter sebanyak 75% pada shift sore, 4) sesudah kontak dengan cairan tubuh pasien sebagian besar hand hygiene dilakukan tidak sempurna oleh mahasiswa sebanyak 82,4% pada shift pagi, dan 5) sesudah kontak dengan lingkungan pasien sebagian besar hand hygiene dilakukan tidak sempurna oleh dokter sebanyak 75% pada shift sore. Berdasarkan hasil observasi, ketidak patuhan pelaksanaan kegiatan kebersihan tangan disebabkan karena media yang digunakan kurang memadai seperti campuran air pada sabun yang terlalu banyak, tisu yang jarang tersedia, antiseptik berbasis alkohol murni sehingga menimbulkan bau yang menyengat dan terasa panas ditangan serta lengket. Disarankan bagi pihak rumah sakit untuk memperhatikan kembali sarana dan prasarana untuk menunjang kebersihan tangan dan bagi petugas kesehatan disarankan untuk membaca kembali standar operasional prosedur (SOP) dari setiap tindakan yang akan dilakukan, karena setiap tindakan yang dilakukan ada SOP untuk mencuci tangan.

 


ABSTRACT

Patient safety is a variable for measuring and evaluating the quality of nursing services. One of the effort that should be done is to prevent hospital infections with hand hygiene using six-step hand hygiene technique and five moments at the hospitalization rooms. This study aims to describe the implementation of hand hygiene practice by healthcare provider in patient safety activities atmale medical ward on Dustira Cimahi Hospital. The study was a descriptive exploratory with the observational method. The research sample numbering 288 times observation activities from health workers (doctors, nurses, and students college) that divided on the morning shift totaling 84 observation activities, totaling 84 observations afternoon shift and night shift activities amounted to 120 times the observation activities. The instrument of this study using observation tool which contains a table check list on the implementation of hand hygiene by using work sampling.The overall results describe that: 1) not doing hand hygiene activities before making contact with the patient, were 89,8% for college students at the night shift, 2) before taking action at the patient most of the hand hygiene activities were not done 89,8% for college students in night shift, 3) after making contact with the patient, most of the hand hygiene activities were not perfect carried out, 75% for doctors in the afternoon shift, 4) after making contact with patients body fluids most of the hand hygiene activities were not done 82,4% for the college students in the morning shift, and 5) after making contact with the patient's environment most of the hand hygiene activities were not perfect carried out, 75% for doctors in the afternoon shift. Based on the observation, disobedience on implementation of hand hygiene due to insufficient media used liketoo much water in the mixture of water and soap, tissue is rarely available, pure alcohol-based hand rub is causing bad smell, hot at the skin and sticky hands. It is advised for the hospital to pay attention at infrastructure that support hand hygiene, and for health workers is advised to re-read the standard operating procedures (SOP) on any action to be performed, for every action there is SOP towash the hand.

 


Keywords


Hand Hygiene; Five Moments; Health Workers; Kebersihan tangan; Lima momen; Petugas kesehatan

Full Text:

PDF

References


Chou , et al. (2010). Changing The Culture Of Hand Hygiene Compliance Using A Bundle That Includesa Violation Letter. American Journal of Infekction Control. Di unduh dari http://www.ajicjournal.org.

Conrad, et al. (2010). Are short training sessions on hand hygiene effective Preventing hospital acquired MRSA a time-series analysis. American Journal of Infection Control. Di unduh dari http://www.ajicjournal.org.

Damanik. (2012). Kepatuhan Hand Hygiene di Rumah Sakit Immanuel Bandung, Jurnal Universitas Padjadjaran. Diunduh dari http://jurnal.unpad.ac.id.

Darmadi. (2008). Infeksi Nosokomial Problematika dan Pengendalianya. Jakarta: Salemba Medika.

Depkes RI. (2008). Panduan Naional Keselamatan Pasien Rumah Sakit. Jakarta.

Depkes RI. (2011). Keselamatan Pasien Rumah Sakit. Jakarta

Depkes RI. (2013). Lima Momen Saat Praktek Membersihkan Tangan. Jakarta.

Depkes RI. (2014). Hand Hygiene dengan Sabun. Jakarta

Ernawati, et al. (2011). Penerapan Hand Hygiene Perawat di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit. Jurnal Kedokteran Brawijaya. Diunduh dari http://jkb.ub.ac.id.

Ilyas. (2008). Perencanaan Sumber Daya Manusia Rumah Sakit “Teori, Metoda dan Formula”. Jakarta: Sagung Seto.

Jamaluddin. (2012). Majalah kedokteran Terapi Intensif: Kepatuhan Cuci Tangan 5 Momen di Unit Perawatan Intensif. Diunduh dari http://perpus.yarsi.ac.id.

Kemenkes, RI. (2014). Profil Kesehatan Indonesia. Departemen Kesehatan Republik Indonesia: Jakarta.

Khoiriyati. (2013). Tingkatkan Keselamatan Pasien dengan Membudayakan Hand Hygiene. [Online]. Di unduh dari http://www.umy.ac.id.

Krishnan, et al. (2015). Alcohol Handrubbing and Chlorhexidine Handwashing are Equally Effective in Removing Methicillin-Resistant Staphylococcus Aureus from Health Care Workers' Hands: A Randomized Controlled Trial. [Online]. Di unduh dari http://www.ajicjournal.org.

Landrigan et, al. (2010). Hubungan Antara Implementasi SMM ISO 9001 dan Kinerja Klinis Pelayanan SC di RSUP Dr. Sardjito. (Skripsi, Universitas Gadjah Mada). Diunduh dari http://stikeskusumahusada.ac.id.

Napitupulu, (2015). Gambaran Kepatuhan Cuci Tangan pada Petugas Kesehatan Sesuai Prinsip 5 Momen 6 Langkah di Ruang Rawat Inap RSUP Haji Adam Malik Medan. (Skripsi, Universitas Sumatra Utara. Di unduh dari http://repository.usu.ac.id.

Nugraheni, dkk. (2012). Infeksi Nosokomial di RSUD Setjonegoro Kabupaten Wonosobo. Jurnal Universitas Diponerogo. Di unduh dari http://ejournal.undip.ac.id.

Nursalam. (2011). Manajemen Keperawatan dengan Aplikasi dalam Praktik Keperawatan Professional. Jakarta: Salemba Medika.

Sakamoto, et al. (2010). Increased Use of Alcohol-Based Hand Sanitizers and Successful Eradication of Methicillin-Resistant Staphylococcus Aureus From a Neonatal Intensive Care Unit: A Multivariate Time Series Analysis. American Journal of Infekction Control. Di unduh dari http://www.ajicjournal.org.

Salim, N.A. (2013). Pelatihan Hand Hygine Dalam Pencegahan & Pengendalian Infeksi. (Online]. Diunduh dari http://www.mutupelayanankesehatan.net.

Sofyani, A. (2012). Persepsi Perawat Tentang Pemenuhan Pelaksanaan Hand Hygiene Perawat Di Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit MH Thamrin Salemba. (Skripsi, Universitas Indonesia). Di unduh dari www.lib.ui.ac.id.

Utarini, A. (2011). Mutu Pelayanan Kesehatan di Indonesia: Sistem Regulasi yang Responsif. [Online]. Diunduh dari http://www.kebijakankesehatanindonesia.net.

Widyanita dan Listiowati. (2014). Hubungan Tingkat Pengetahuan Hand Hygiene Dengan Kepatuhan Pelaksanaan Hand Hygiene Pada Peserta Program Pendidikan Profesi Dokter. Jurnal Universitas Muhammadiyah Semarang. Diunduh dari http://journals.ums.ac.id.

World Health Organization. (2005). Cuci Tangan Baik dan Benar. [Online]. Di unduh dari http://websehat.net.

Zulpahiyana. (2013). Efektivitas Simulasi Hand Hygiene pada Handover Keperawatan dalam Meningkatkan Kepatuhan Hand Hygiene Perawat. (Tesis, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta). Diunduh dari : http://www.umy.ac.id.




DOI: http://dx.doi.org/10.17509/jpki.v3i1.7486

DOI (PDF): http://dx.doi.org/10.17509/jpki.v3i1.7486.g4832

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Alamat

Kantor Prodi DIII Keperawatan FPOK UPI Lantai 2
Jl. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung 40154
Jawa Barat, Indonesia
E-mail : jpki@upi.edu

Visitor Number : View My Stats