RESPON PSIKOSOSIAL SISWA ASRAMA DI BINA SISWA SMA PLUS CISARUA JAWA BARAT

Dewi Yulia Fathonah, Taty Hernawaty, Nita Fitria

Abstract


ABSTRAK

Sekolah berasrama merupakan model sekolah yang memiliki tuntutan lebih tinggi dalam hal pembangunan karakter, pengembangan kepribadian, dan penanaman nilai-nilai hidup jika dibanding dengan sekolah reguler. Tuntutan-tuntutan tersebut dapat memberikan dampak positif maupun negatif bagi kehidupan peserta didik sehingga memunculkan respon psikososial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran respon psikososial siswa asrama di Bina Siswa SMA PLUS Cisarua Provinsi Jawa Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan populasi seluruh siswa asrama yang berjumlah 210 orang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik proportionate stratified random sampling dan didapatkan jumlah responden 138 orang. Instrumen yang digunakan adalah Psychometric Properties of The Depression Anxiety Stress Scale 42 (DASS) yang dikembangkan oleh Lovibond & Lovibond (1995). Analisis data yang digunakan adalah univariat dengan rumus distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan presentase respon psikososial pada siswa asrama hampir seluruhnya (64,5%) atau 89 orang tidak mengalami stres, hampir setengahnya (31,9%) atau 44 orang mengalami kecemasan tingkat sedang, dan hampir seluruhnya (84,1%) atau 116 orang tidak mengalami depresi. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan respon psikososial terbesar yang dialami oleh siswa asrama adalah kecemasan tingkat sedang. Saran, pihak asrama diharapkan meningkatkan pelayanan terutama layanan konsultasi atau bimbingan konseling bagi siswa asrama.


ABSTRACT

Boarding schools are a model of schools that have higher demands in character building, personality development, and the planting of living values when compared to regular schools. These demands can have both positive and negative effects on the learner's life resulting in a psychosocial response. This study aims to determine the description of psychosocial responses of boarding students in Bina Siswa SMA PLUS Cisarua West Java Province. The research method used is descriptive quantitative with population of all student dormitory which amounted to 210 people. Sampling in this study using proportionate stratified random sampling technique and got the number of respondents 138 people. The instruments used are Psychometric Properties of The Depression Anxiety Stress Scale 42 (DASS) developed by Lovibond & Lovibond (1995). The data analysis used is univariate with frequency distribution formula. The results of the study showed that the percentage of psychosocial responses in the dormitories was almost entirely (64.5%) or 89 people were not stressed, nearly half (31.9%) or 44 had moderate anxiety, and almost all (84.1%) or 116 people are not depressed. The conclusions from this study indicate the greatest psychosocial response experienced by boarding students is moderate anxiety. Suggestion, the dormitory is expected to improve the service especially consultation service or counseling guidance for student dormitory.

 


Keywords


boarding; psychosocial; response; student; asrama; psikososial; respon; siswa

Full Text:

PDF

References


Al-Rasyid, H. 1994. Dasar-dasar statistik terapan. Bandung: Program Pascasarjana, Unpad

Bariyyah, K. (2010). Perbedaan tingkat kemandirian siswa MAN 3 malang antara yang tinggal di rumah dan yang tinggal di asrama. (Skripsi,Universitas Negeri Malang). Diunduh dari http://library.um.ac.id/free-contents/downloadpdf.

Brunner & Suddart (2001). Buku ajar keperawatan medikal bedah.

Jakarta: EGC.

Campbell, W. P. (2012). Indian boarding school experience, subtance use, and mental health among urban two spirit american indian/alaska

natives. The American Journal of Drug and Alcohol Abuse , 421-427.

Febriandini, E. A., Ma`rufi, I., Hartanti, R. I. (2016). Analisis faktor individu, faktor organisasi dan kelelahan kerja terhadap stres kerja pada perawat (studi di ruang rawat inap kelas iii rsu dr. H. Koesnadi kabupaten bondowoso). e-Jurnal Pustaka Kesehatan, vol. 4 (no. 1) Januari 2016.

Frisch. (2009). Psychiatric mental health nursing. USA: RR Donnelley Williard

Gunarsa & Yulia. (2008). Psikologi perkembangan anak dan remaja. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

Hurlock, E. B. (2006). Psikologi perkembangan. Mc-Graw-Hill, 1nc.

Lazarus & Folkman. (1984). Stress, appraisal, and coping. New York: Springer Publishing Company, Inc.

Lovibond & Lovibond. (1995). Manual for the depression anxiety stress scale. sydney: Psychology Foundation.

Manson, B. (1989). Risk factors for suicide among indian adolescents at a boarding school. Public Health Report. November-December 1989, vol.104 No.6. Diunduh dari

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1580161/

Marchira, C. (2011). Faktor-faktor psikososial yang berpengaruh pada kesehatan mental siswa.

Masliha.(2011). Studi tentang hubungan dukungan sosial, penyesuaian sosial di lingkungan sekolah 113 dan prestasi akademik siswa smpit assyfa boarding school subang jawa barat. Jurnal Psikologi Undip, Vol. 10, No.2, Oktober 2011.

Rumini, S. (2012). Mengenali hal-hal yang berkaitan dengan stres. Journal Perpustakaan UNY. Diunduh dari http://eprints.uny.ac.id/5041/

Sadock, B. (2007). Kaplan and Sadock's Synopsis of Psychiatry : Behavioral Science/Clinical. 10th. USA: Lippincott William & Wilkins.

Santrock, J.W. (2008). Adolescence, perkembangan remaja. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Sarafino, E. P. (2012). Health pshycology biopsychosocial interactions. New york: Willey and Sons Publications.

Setiawan, I. (2013). Pembinaan dan pengembangan peserta didik pada institusi pendidikan berasrama. Jatinangor: Smart Writing.

Steinberg, L. (2010). Adolescence. New York: McGraw-Hill.

Stuart, G. (2009). Principle and practice of psychiatric nursing. USA: Elsevier.

Stuart, & Sundeen. (2007). Buku saku keperawatan jiwa. Edisi 4. Jakarta : EGC.

Sugiharto. (2012). Fisioneurohormonal pada stresor olahraga. Jurnal Sains Psikologi, Jilid 2, Nomor 2 November 2012 ,hlm 54-66

Supriyantini, S. (2002). Hubungan antara pandangan peran gender dengan keterlibatan suami dalam kegiatan rumah tangga. USU Digital Library

Surbakti. (2009). Kenalilah anak remaja anda. Jakarta: PT Alex Media Komputindo.

Varcarolis, H. (2010). Foundations of psychiatric mental health nursing. Canada: Saunders Elsevier.

Wardana,M.S., Dinata, I.M.K (2016). Tingkat stres siswa menjelang ujian akhir semester di SMAN 4 Denpasar. E-Jurnal Medika, Vol. 5 No.9, September, 2016.

Yosep, I. (2010). Keperawatan Jiwa. Bandung: Refika Aditama.




DOI: http://dx.doi.org/10.17509/jpki.v3i1.7487

DOI (PDF): http://dx.doi.org/10.17509/jpki.v3i1.7487.g4833

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Alamat

Kantor Prodi DIII Keperawatan FPOK UPI Lantai 2
Jl. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung 40154
Jawa Barat, Indonesia
E-mail : jpki@upi.edu

Visitor Number : View My Stats