Pemberdayaan pada Kelompok Remaja melalui Pendekatan Contingency Planning dalam Meningkatkan Kesiapsiagaan terhadap Ancaman Kematian Akibat Bencana

Sehabudin Salasa, Tri Wahyu Murni, Etika Emaliyawati

Abstract


ABSTRAK

 

Angka kematian kelompok rentan akibat bencana masih sangat tinggi, seperti kejadian banjir bandang Garut dari 34 orang korban jiwa 35,4% diantaranya berusia 55-80 tahun dan 29%  merupakan anak-anak usia 0-14 tahun. Upaya pengurangan resiko harus dilakukan dengan memberdayakan masyarakat sehingga proses penanggulangan lebih efektif dengan respon yang cepat. Usia remaja merupakan kelompok yang sangat potensial karena memiliki angka resiliensi yang sangat baik. Selain itu pertumbuhan jumlah remaja sangat pesat dari kelompok umur lainnya, sehingga pemberdayaan kelompok remaja dengan perencanaan kontinjensi diharapkan meningkatkan kesiapsiagaan terhadap ancaman kematian sehingga dapat melakukan pendampingan terhadap kelompok rentan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberdayaan (empowering) kelompok remaja akhir melalui pendekatan perencanaan kontinjensi dalam meningkatkan kesiapsiagaan remaja terhadap ancaman kematian akibat bencana. Penelitian menggunakan metoda quasi-experimental design dengan pendekatan rancangan one group pre-post test design. Populasi penelitian merupakan pelajar SMK diwilayah yang memiliki ancaman bencana. Jumlah sampel sebanyak 33 responden dengan teknik proporsional random sampling diambil dari empat sekolah yang berada di zona merah. Data diolah menggunakan analisis univariat menggunakan tendensi sentral, t-test dependent dengan tingkat kepercayaan 95% untuk melihat pengaruh dari intervensi, serta uji regresi linier ganda untuk menganalisis faktor mana yang paling berpengaruh terhadap kesiapsiagaan.Terdapat pengaruh pemberdayaan melalui pendekatan perencanaan kontinjensi dapat meningkatkan upaya kesiapsiagaan dengan nilai α (0.000). Peningkatan rerata (36,67%) didapatkan pada faktor yang mengawali kesiapsiagaan, diantaranya dilihat dari persepsi terhadap resiko, kewaspadaan terhadap ancaman, serta penurunan kecemasan. Faktor tersebut menstimulasi terbentuknya niat melakukan kesiapsiagaan dengan peningkatan (43,33%), bahkan meningkatkan upaya perencanaan kesiapsiagaan bencana sebesar (42,00%) sebelum dan setelah intervensi. Ketiga faktor tersebut saling berkaitan dan faktor pembentukan niat melakukan kesiapsiagaan menjadi faktor yang sangat berpengaruh terhadap kesiapsiagaan dengan nilai β (0,531). Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pemberdayaan melalui pendekatan perencanaan kontinjensi mampu meningkatkan kesiapsiagaan remaja terhadap ancaman kematian akibat bencana, sehingga dapat direkomendasikan bagi seluruh penggiat kebencanaan untuk memberdayakan remaja dengan perencanaan kontinjensi dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan terhadap ancaman kematian.

 

 

ABSTRACT

 

The mortality rate of vulnerable groups due to the disaster is still very high, such as the incidence of flash floods at Garut,  of the 34 deaths among them  35.4% are 55-80 years old and 29% of children aged 0-14 years. Risk reduction efforts should be undertaken by empowering communities so that the countermeasures are more effective with rapid response. Adolescence is very potent because it has a very good resilience rate. In addition, the growth of adolescents is very rapidly from other age groups, so empowerment of adolescent groups with contingency planning is expected to increase preparedness against death threats so as to provide assistance to vulnerable groups. The purpose of this study was to determine the influence of empowering the late adolescent group through contingency planning approach in the effort of preparedness against the threat of death due to the disaster.This study used quasi-experimental design method with one group pre-post test design approach. The study population was a vocational school student in the region that has disaster threats. The number of samples was 33 respondents with proportional random sampling technique from 4 schools in the red zone. Data were tested for data were analyzed by a central tendency for univariate analysis, t-test dependent with 95% confidence level to see the effect of the intervention, and determination of the most influential factor, the researcher used multiple linear regression tests.  Results of the study showed there is the influence of empowerment through contingency planning approach can improve preparedness efforts with α value (0.000). Percentages before and after the intervention can significantly improve the precursor factor increase (36.67%), intention formation (43.33%), and preparation (42.00%). In addition, intention formation factor is the most influential factor in preparedness efforts with β value (0,531). This study concluded that the empowerment through contingency planning approach can improve preparedness efforts of adolescence group to the threat of death from disaster. So it is recommended for all disaster activists to empower adolescents with contingency planning in an effort to increase preparedness against death threats

 

Keywords: adolescent preparedness, contingency planning, disaster preparedness


Keywords


kesiapsiagaan remaja; perencanaan kontinjensi; kesiapsiagaan bencana; adolescent preparedness; contingency planning; disaster preparedness

Full Text:

PDF

References


Arimastuti, A. 2011. Tahapan proses komunikasi fasilitator dalam sosialisasi penguragan resiko bencana, Jurnal penanggulangan bencana, 2011, vol 2, No 2, hlm 15-23.

American Association of Critical-Care Nurses. 2015. Scope and Standards For Acute and Critical Care Nursing Practice. ISBN 1-929209-22-3. Ed: Linda Bell, RN, MSN. AACN Critical Care Publication. Columbia :USA

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). 2016. Data Bencana: Statistik. Diakses pada tanggal 19 September 2016 dari Data dan Informasi Bencana Indonesia BNPB melalui http://dibi.bnpb.go.id/data-bencana/statistik.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat. 2011. Rencana Kontinjensi Ancaman Erupsi Gunung Papandayan. Unpublished BPBD Provinsi JABAR.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat. 2016. Laporan Penanganan Bencana Banjir Bandang Kabupaten Garut. 26 September 2016. BPBD Provinsi JABAR

Dodon. 2013. Indikator dan Perilaku Kesiapsiagaan Msyarakat di Permukiman Padat Penduduk dalam Antisipasi Berbagai Fase Bencana Banjir. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota, Vol. 24 No. 2, Agustus 2013, hlm.125 – 140.

Emaliyawati, Prawesti, Yosep, Ibrahim, 2016. Manajemen Mitigasi Bencana dengan Teknologi Informasi di Kabupaten Ciamis. Jurnal Keperawan Padjdjaran. Vol 4, No. 1, 2016.

Grizzell, J. (2007). Behavior Change theories and Models. retrieved January 28, 2007, from http://www.csupomona. edu/~jvgrizzell/best_practices/bctheory.html.

Hair et.al. 2010. Multivariate Data Analysis, Seventh Edition. Pearson Prentice Hall

Indriyati dan Antaria. 2013. Pemberdayaan Masyarakat Korban Bencana Di Daerah pengungsian Dalam Rangka Pencegahan KLB (Kejadian Luar Biasa) Penyakit Menular. Jurnal Ilmiah Kesehatan, Mei 2013, 5 (2), hlm 311-34.

Kanege. H dan Adiyoso.W. 2012. The effect of different disaster education programs on tsunami preparedness among schoolchildren in Aceh, Indonesia. Disaster Mitigation of Cultural Heritage and Historic Cities, Vol. 6 July. Page 165-172.

Mahmud. 2011. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Pustaka Setia.

Martin.W, Martin. I, dan Kent. 2009. The Role of Risk Perceptions in The Risk Mitigation Process: The Case of Wildfire in High Risk Communities. Journal of Environmental Management. No. 91 (2009), hlm 489–498.

McGuire, M. 2015. Environmental Education and Behavioral Change: An Identity- Based Environmental Education Model. International Journal of Environmental & Science Education, 2015, 10(5), hlm, 695-715.

Muttarak, R.,& Pothisiri, W. 2013. The role of education on disaster preparedness: case study of 2012 Indian Ocean earthquakes on Thailand’s Andaman Coast. Ecology and Society 18(4): 51. http://dx.doi.org/10.5751/ES-06101-180451

Oktaviani. D, 2012. Resiliensi Remaja Aceh yang Mengalami Bencana Tsunami. Universitas Indonesia

Paton et. al. 2005. Developing a model to predict the adoption of natural hazard risk reduction andpreparatory adjustments. EQC Research Project No. 01-479

Paton,D. 2007. Community Resilience: Integrating Hazard Management and Community Engagement. Schoolof Psychology. Australia: University of Tasmania.

Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan RI. 2015. Situasi Kesehatan Reproduksi Remaja. Dalam (InfoDATIN) 29 Juni 2015 Dalam Rangka Hari Kesehatan Nasional (HKN), ISSN 2442-7659 (Paper). Jakarta: Kemkes R.I.

Pusat Penanggulangan Krisis (PPK) Kesehatan. 2013. Buku Tinjauan Penanggulangan Krisis Kesehatan tahun 2012. Jakarta:Kementrian Kesehatan R.I.

Pusat Penanggulangan Krisis (PPK) Kesehatan. 2015. Pedoman Pemberdayaan Masyarakat dalam Penanggulangan Krisis Kesehatan.. Jakarta:Kementrian Kesehatan R.I

Raharjo, W. 2010. Analisis Penanggulangan Bencana Berbasis Perspektif Cultural Theory. Jurnal Penanggulangan Bencana. ISSN: 2087 636X, Volume 4 Nomor 1, Juni 2013. Hlm 1-12.

Sinha. R, Mahendale.V, Kumar Singh.Y, dan Hegde.G. 2007. School Education For disaster Reduction. Jurnal Disaster Education. National Graduate Institute for Policy Studies (GRIPS). Page 1-27

Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif & RND. Bandung: Alfabeta.

Triyanto,Setiyani, dan Wulansari, 2014. Pengaruh Dukungan Keluarga dalam Meningkatkan Perilaku Adaptif Remaja Pubertas. Jurnal Keperawatan Padjadjaran.Vol 2, No. 1, 2014.

U.S. Departement of Health and Human Sevices. 2011. Public health emergency response guide for state, local, and tribal Public HealtH directors. Version 2.0, April 2011.

Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Penanggulangan Bencana. 2007. BNPB

Vidiarina. 2010. Perencanaan Kontinjensi Tinjauan tentang beberapa Pedoman Perencanaan dan Rencana Kontinjensi. Dokumen Kerja No. 26 Baseline – Study. GTZ-International Services: Jakarta

Zuldafrial. 2010. Perkembangan Nilai,, Moral, dan Sikap Remaja. Diakses online pada https://jurnaliainpontianak.or.id pada tanggal 20 Maret 2017. Hal 29-48




DOI: http://dx.doi.org/10.17509/jpki.v3i2.9421

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Jurnal Pendidikan Keperawatan Indonesia(JPKI) diterbitkan oleh Prodi DIII Keperawatan FPOK UPI disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.
Berdasarkan ciptaan pada http://ejournal.upi.edu/index.php/JPKI/index.


Alamat

Kantor Prodi DIII Keperawatan FPOK UPI Lantai 2
Jl. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung 40154
Jawa Barat, Indonesia
E-mail : jpki@upi.edu

Visitor Number :View My Stats