PENGARUH STOCK SPLIT TERHADAP LIKUIDITAS EMITEN DI BURSA EFEK INDONESIA

Herbert Khel, Felix Valentino Sanusi

Abstract


Mayoritas manejemen perusahaan memiliki pendapat bahwa aksi stock split dapat menurunkan harga saham ke posisi harga tertentu yang dianggap ideal untuk meningkatkan likuiditas dari saham perusahaan. Peninjauan tingkat likuiditas saham diukur berdasarkan Trading Volume Activity (TVA). Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah menguji efek stock split terhadap volume transaksi dagang saham baik dalam periode mingguan dan bulanan. Analisis ini mengambil sampel dari emiten terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang melakukan aksi stock split selama tahun 2012 sampai 2017. Sebanyak 71 data observasi diambil dengan metode purposive sampling untuk mendapatkan perusahaan dengan transaksi saham yang aktif. Penelitian menggunakan cara paired t-test sampling yang membandingkan rata-rata 5 hari volume transaksi saham sebelum dan sesudah aksi stock split untuk analisis periode mingguan, sedangkan analisis periode bulanan mengambil periode waktu  rata-rata 20 hari sebelum dan sesudah stock split. Hasil dari penelitian ini mendukung penelitian dari Copeland (1979) dan Alteza, Hidayati & Darmawati (2014) yang menyatakan bahwa aksi stock split secara signifikan berpengaruh negatif terhadap likuiditas saham karena persentase penambahan outstanding shares yang terjadi lebih tinggi dibandingkan perubahan volume transaksi saham.

Keywords


Mayoritas manejemen perusahaan memiliki pendapat bahwa aksi stock split dapat menurunkan harga saham ke posisi harga tertentu yang dianggap ideal untuk meningkatkan likuiditas dari saham perusahaan. Peninjauan tingkat likuiditas saham diukur berdasarkan T

Full Text:

PDF

References


Alteza M., Hidayati L.N., Darmawati A. (2014). Perubahan Likuiditas Akibat Pemecahan Saham: Studi di Pasar Modal Indonesia. Jurnal Economia, 10(1), 81-95.

Asriningsih, W. (2015). Analisis Abnormal Return dan Likuiditas Saham Sebelum dan Sesudah Stock Split Periode 2008-2012. Jurnal Economia, 11(1), 10-15.

Baker H. Kent, Powell G.E. (1993). Further Evidence on Managerial Motives for Stock Splits. Quarterly Journal of Business and Economics, 32(3), 20-31.

Bellemore D.H., Blucher L.H. (1959). A Study of Stock Splits in the Post War Year. The Analyst Journal. 15(5). 19-26.

Copeland, T.E. (1979). Liquidity Changes Following Stock Splits. The Journal of Finance, 34(1), 115-141.

Huang G.C., Liano K., Pan Ming-Shiun. (2013). The Effects of Stock Split on Stock Liquidity. Journal of Economic Finance, 39, 119-135.

Karpoff, J.M. (1986). A Theory of Trading Volume. The Journal of Finance, 41(5), 1069-1087.

Mehta C., Yadav S.S., Jain P.K. (2011). Managerial Motives for Stock Splits: Survey Based Evidence from India. Journal of Applied Finance, (1), 103-117.

Otok B.W., Guritno S., Subanar. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Volume Perdangangan Saham Menggunakan Multivatiate Adaptive Regression Splines. Jurnal Widya Manajemen & Akuntansi, 6(3), 303-316.

Rokhman, M.T.N. 2009. Analisis Return, Abnormal Return, Aktivitas Volume Perdagangan dan Bid-Ask Spread Saham di Seputar Pengumuman Stock Split. Tesis. Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya Malang.

Rudnicki, J. (2012). Stock Splits and Liquidity for Two Major Capital Markets from Central- Eastern Europe. Business, Management, and Education, 10(2), 145-158.

Setyawan, I.R. (2010). Stock Split dan Likuditas Saham di BEI: Pengujian Menggunakan Hipotesis Likuiditas. Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia, 7(2), 124-138.

Zein Z.A., Indrawati N., Hariyani E. (2009). Pengaruh Stock Split terhadap Harga dan Likuiditas Saham. Jurnal Ekonomi, 17(2), 9-20.




DOI: http://dx.doi.org/10.17509/jrak.v6i2.11869

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License

Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan  is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats