PERBANDINGAN HASIL VO2MAX MENGGUNAKAN TES LAPANGAN DAN TREADMILL COSMED T 150 DE

Fitriani Dewi, Imas Damayanti

Abstract


Salah satu unsur kondisi fisik yang sangat penting dalam olahraga yaitu daya tahan Kardiorespirasi Pengukuran daya tahan kardiorespirasi untuk kapasitas aerobik dapat dilakukan dengan cara mengukur konsumsi oksigen maksimal (VO2Max). VO2Max adalah jumlah maksimal okseigen yang dapat dikonsumsi selama aktivitas fisik. Seseorang yang mempunyai VO2Max tinggi adalah orang yang mempunyai kesegaran jasmani yang baikTujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan hasil Aerobic Maximal Capasity (VO2Max) menggunakan Tes Lapangan (Tes Lari 2,4km, Balke Test, Bleep Test) dan Laboratorium Test (Gas Analyzer) pada mahasiswa Ilmu Keolahragaan 2016. Metode penelitian ini adalah menggunakan deskriptif komparatif. Sampel yang digunakan adalah mahasiswa laki-laki Ilmu Kolahragaan 2016 sebanyak 10 orang diambil menggunakan teknik sampling purposive. Instrumen yang digunakan ini adalah dengan metode tes VO2Max yaitu Tes Lapangan menggunakan Tes Lari 2,4km, Balke Test, Bleep Test dan Laboratorium Test (Gas Analyzer) menggunakan Treadmill Cosmed T 150 DE. Hasil yang diperoleh dianalisis menggunakan uji statistika One Way Aanova. Dari analisis data diperoleh hasil F = 17,342, p = 0,000 < 0,05 maka Ho ditolak, atau terdapat perbedaan yang signifikan hasil Aerobic Maximal Capasity (VO2Max) menggunakan Tes lapangan dan Laboratorium Test (Gas Analyzer) pada mahasiswa Ilmu Keolahragaan 2016.


Keywords


Tes Lapangan, Laboratorium Test, Gas Analyzer, Treadmill Cosmed T 150 DE, VO2Max

Full Text:

PDF

References


Anindya, R. (2015). Perbandingan Hasil Aerobic Maximal Capacity (VO2Max) menggunakan Laboratorium Test dan Field Test Pada Pemain Bola Basket. (Skripsi). Sekolah Pendidikan Sarjana, Universitas Pendidikan Indonesia.

Aziz, A.R (2005). A Pilot Study Comparing Two Field Tests with The Treadmill Run Test in Soccer Players” dalam Journal of Sport Science and Medicine, 4, hlm 105-112.

Harsono. (2007). Coaching dan Aspek-aspek Psikologis dalam Coaching. Jakarta: Dirjen Dikti P2 LPTK

Loftin. M. dkk (2004). Comparison of VO2Peak During Treadmill and Cycle Ergometry in Severely Overweight Youth” dalam Journal of Sport Science and Medecine , 3, hlm 154-260.

Mackenzie, B. (2005). 101 Performance Evaluation Test. London: Jonathan Pye.

Maud, P. J. (2006). Physiological Assessment of Human Fitness. USA. Sheridan Books

Nurhasan & Cholil, H. (2011). Tes dan Pengukuran Olahraga . Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia .

Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitattif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Suherman A & Rahayu, N.I (2015). Metode Penelitian Ilmu Keolahragaan. Bandung: Ilmu Keolahragaan, Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, Universitas Pendidikan Indonesia.

Suherman A & Rahayu, N.I (2016). Modul Statistika Untuk Ilmu Keolahragaan. Bandung: Ilmu Keolahragaan, Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, Universitas Pendidikan Indonesia.

Sukadiyanto & Muluk (2011). Pengantar Teori dan Metodelogi Melatih Fisik. Bandung: CV Lubuk Agung.

Syahid, A. M. (2014). Perbandingan Aerobic Maximal Capacity (VO2Max) antara Laboratorium dan Field Test pada Atlet Rowing Indonesia Persiapan Asia Games Incheon 2014. (Skripsi) Sekolah Pendidikan Sarjana, Universitas Pendidikan Indonesia.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License