HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN INDEKS MASSA TUBUH SISWA LATE ADOLESCENES

Devia Anggita Anggelia, Nurlan Kusmaedi

Abstract


Penelitian ini akan melihat hubungan aktivitas fisik dengan indeks massa tubuh siswa late adolescenes. Metode penelitian menggunakan korelasional yang melibatkan populasi dan sampel siswa SMK kelas XI  se-Kota Bandung sebanyak 99 responden, dengan teknik sampel stratified random sampling dua tahap, menggunakan uji korelasi pearson product moment melalui SPSS versi 21. Instrumen aktivitas fisik menggunakan PAQ-A serta komposisi tubuh dengan nilai IMT berdasarkan jenis kelamin antara usia 10-19 tahun. Hasil perhitungan dan analisis data diperoleh dimana rata-rata aktivitas fisik kategori ringan sebanyak 86% sedangkan IMT normal sebanyak 77% serta overweight sebanyak 6%, pada (α=0,05) tidak terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan IMT (r=0,112; p=0,271>0,05). Simpulan hasil penelitian tidak terdapat hubungan yang bermakna antara aktivitas fisik dengan indeks massa tubuh siswa kelas XI SMK Negeri se-Kota Bandung.


Keywords


aktivitas fisik, late adolescenes, indeks massa tubuh

Full Text:

PDF

References


Adityawarman. (2007). Hubungan aktivitas fisik dengan komposisi tubuh pada remaja (studi di smp domenico savio semarang). Artikel Penelitian. Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Semarang.

Anas, M.A. (2014). Body composition. [Online]. Diakses dari http://coacheducators.blogspot.com/2014/02/v-behaviorurldefaultvmlo.html. (29 April 2015).

Aprilia, S. (2014). Profil indeks massa tubuh dan vo2 maksimum pada mahasiswa anggota tapak suci di universitas muhammadyah surakarta. (Naskah Publikasi). Program Studi Div Fisioterapi Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Candrawati, S. (2011). Hubungan tingkat aktivitas fisik dengan indeks massa tubuh (imt) dan lingkar pinggang mahasiswa. The soedirman Journal of Nursing, 6 (2), hlm. 1-7. Jurusan Kdokteran, Fakultas Kedokteran dan Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman.

Gill, T. (2007). Young people with diabetes and obesity in asia. Special issue the growing epidemic. Artikel Penelitian. Diabetes Voice. 52, hlm. 20-22.

Hidayat, Y. (2010). Peran dukungan sosial dan faktor personal dalam aktivitas jasmani remaja. Jurnal Ilmiah: Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Pusat Pengembangan Kualitas Jasmani Kementrian Pendidikan Nasional, ISSN: 0987—9887 (4) Edisi Juni, hlm. 1-17.

Kowalski, K.C., Crocker, P.R.E., Donen, R.M. (2004). The physical activity questionnaire for older children (paq-c) and adolescents (paq-a) manual. 87, S7N 5B2. Canada : College of Kinesiology University of Saskatchewan.

Kurniasih, D., Soekirman, Thaha, A.R, Hardinsyah, Hadi, H., Jus’at, I., Achadi, E.L., Atmaira, P.H. (2010). Buku sehat dan bugar berkat gizi seimbang. Jakarta : Nakita dan Yayasan Institut Danone.

Notoatmodjo, S. (2010). Ilmu perilaku kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Panitia Riset Kesehatan Dasar. (2013). Riset kesehatan dasar (RISKESDAS 2013). Jakarta : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI.

Rostania, M., Syam, A., Najamuddin, U. (2013). Pengaruh edukasi gizi terhadap perubahan pengetahuan dan gaya hidup sedentary pada anak gizi lebih di sdn sudirman 1 makassar tahun 2013. Artikel Penelitian. Prodi Ilmu Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Hasanuddin, Makassar.

Sjostrom, M., Ekelund, U., Yngve, A. (2011). Pengkajian aktivitas fisik. Dalam Gibney, M.J., Margetts, B.M., Kearney, J.M., Arab, L. (Penyunting), Gizi kesehatan masyarakat (hlm. 100-126 ). Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EG


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License