PENGARUH PEMBERIAN AIR KELAPA TERHADAP TINGKAT KONSENTRASI WASIT PSSI JAWA BARAT

Taufik Awaluddin Muharom, , Setiawan, Leonardo Lubis

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui asupan air kelapa terhadap konsentrasi wasit saat memimpin pertandingan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental crossover single blind study terhadap 15 orang wasit sepakbola berusia 20-25 tahun yang diberi asupan air kelapa, dan placebo. Wasit dibagi menjadi 2 kelompok dan mendapat asupan cairan yang berbeda di tiap hari tes yang berbeda. Sebelum menjalani tes wasit dilihat status hidrasinya dan dipastikan tidak mengalami dehidrasi pada awal pengetesan. Kemudian wasit diberi asupan cairan terlebih dahulu selanjutnya melakukan latihan aerobik selama 90 menit dan diselingi istirahat selama 15 menit setelah menit 45. Setelah itu dilakukan tes konsentrasi di menit 45 dan menit 90. Hasil analisis dengan uji Anova menunjukkan konsentrasi setelah pemberian air kelapa dan placebo pada menit ke 45 ( 50.47 vs 48.5) dan pada menit ke 90 ( 49.80 vs 49.8). Simpulan dari penelitian ini adalah rehidrasi dengan air kelapa dapat menjaga konsentrasi wasit yang lebih baik dibandingkan placebo pada menit 45 dan konsentrasi yang sama baiknya dengan placebo pada menit ke 90.

Keywords


air kelapa, konsentrasi, wasit

Full Text:

PDF

References


Silva D. (2003) Dehydration of football referees during a match. Br J Sports Med.;37:502–506.

FIFA. Regulation on the organisation of refereeing in FIFA Member Associations. 2010;10-11.

Shenoy. S. (2013) Concurrent validity of the non-exercise based VO2max prediction equation using percentage body fat as a variable in asian Indian adults. Smartt Journal.;3:6-13.

Bahri. S.(2012) Penanganan rehidrasi setelah olahraga dengan air kelapa (Cocos nucifera L.), air kelapa ditambah gula putih, minuman suplemen, dan air putih. Jurnal matematika & sains.;17.

Pruna G.J. (2014) Effect of acute L-Alanyl-L-Glutamine and electrolyte ingestion on cognitive function and reaction time following endurance exercise. European journal of sport science.;4:8-12.

Stasiule. L. (2014) Deep mineral water accelerates recovery after dehydrating aerobic exercise: a randomized, double-blind, placebo-controlled crossover study. Journal of the international society of sport nutrition. ;10-14.

Streitbu¨ rger. (2012) DP. Investigating Structural Brain Changes of Dehydration Using Voxel-Based Morphometry. Plos One. ;7:6-9.

Purba, A. (2014) Penerapan Faal Olahraga untuk Prestasi Atlet, Asupan Gizi Atlet, Penatalaksanaan Cedera Olahraga. Pekan Olahraga Daerah-XII.

Robert KM, Daryl KG, Victor WR. (2012) Biokimia Harper. Edisi 29. Jakarta: EGC Penerbit Buku Kedokteran.

Guyton AC. (2009) Fisiologi Kedokteran, text book of medical physiologi edisi 9,Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Giriwijoyo. (2013) Ilmu Faal Olahraga (Fisiologi Olahraga). Bandung. Rosda.;196-200.

Goulet, E. D. (2012) Dehydration and endurance performance in competitive athletes. Nutrition Reviews.

Douglas S Kalman, Feldman. S, Diane R K, and Bloomer. R.J. (2012) Comparison of coconut water and a carbohydrate-electrolyte sport drink on measures of hydration and physical performance in exercise-trained men. ;9;2-10.

Lee J.KW. (2014) Effects of a carbohydrate-electrolyte solution on cognitive performance following exercise-induced hyperthermia in humans. Journal of the international society of sport nutrition.

Pranatahadi. (2012) Fisiologi latihan. Universitas Negeri Yogyakarta.; hlm 20-22.

Irawan. M.A.(2007) Cairan Tubuh, Elektrolit, dan Mineral. Sport Science Brief.;4-7.

Syafriani, R. (2014) Pengaruh air kelapa (cocos Nucifera L.) varietas genjah salak terhadap kadar glukosa dan asam laktat darah, tekanan darah, dan jantung. Institut Teknologi Bandung. ;24-30.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License