Peningkatan Hasil Belajar Siswa Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Dipadukan dengan Pembuatan Media Pembelajaran oleh Siswa pada Materi Medan Magnetik

Hidayati Hidayati

Abstract


Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa menggunakan Model Pembelajaran Tipe Jigsaw yang dipadukan dengan pembuatan media pembelajaran oleh siswa pada materi medan magnetik. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun pelajaran 2018/2019 dengan subjek 31 siswa kelas X TAV SMK Negeri 1 Rambah, Rokan Hulu, Riau 25 siswa laki-laki dan 6 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi untuk mengamati aktivitas siswa serta mengamati keterlaksanaan pembelajaran menggunakan model inkuiri terbimbing. Parameter penelitian yang diamati dari penelitian ini adalah hasil belajar, daya serap dan ketuntasan belajar. Daya serap diperoleh dari hasil belajar pada setiap akhir pertemuan dan di akhir setiap pokok bahasan. Ketuntasan belajar akan diperoleh jika daya serap individu minimal 65% sedangkan untuk ketuntasan klasikal minimal 85%.

Penerapan model pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw yang dipadukan dengan pembuatan media pembelajaran oleh siswa ini dapat meningkatkan hasil belajar siswa Kelas X TAV SMK Negeri 1 Rambah Tahun Pelajaran 2018/2019. Hal ini terlihat dari adanya peningkatan rata-rata nilai ulangan harian antara sebelum tindakan dengan sesudah penerapan model pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw. Perbandingan hasil rata-rata nilai ulangan harian sebelum pemberian tindakan dengan ulangan harian 1 pada siklus 1 mengalami peningkatan dari 62,10 menjadi 69,90. Sedangkan hasil rata-rata nilai ulangan harian 1 pada sikus 1 dengan hasil ulangan harian 2 pada siklus 2 juga mengalami peningkatan dari 69,90 menjadi 76,87.

Berdasarkan analisis hasil belajar siswa maka dapat disimpulkan bahwa persentase hasil belajar siswa dan persentase jumlah siswa yang mencapai KKM dengan ersentase perbandingan hasil ulangan harian sebelum tindakan dengan ulangan harian 1 meningkat dari 62,10 % menjadi 69,90 %. Sedangkan persentase hasil ulangan harian 1 dengan hasil ulangan harian 2 meningkat dari 69,90 % menjadi 76,87 %. Jika dikaitkan dengan ketuntasan belajar menunjukkan bahwa jumlah siswa yang sudah mencapai ketuntasan belajar sudah lebih besar daripada jumlah siswa yang belum tuntas belajar. Pada siklus II terdapat 27 siswa yang mencapai KKM atau 87,09 % siswa yang sudah tuntas belajar sedangkan yang lainnya 12,91 % belum tuntas belajar. Berdasarkan data tersebut, model pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw dinyatakan berhasil meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran medan magnet.

 

Kata Kunci

model kooperatif Tipe Jigsaw;media pembelajaran;medan magnetpenelitian tindakan kelas


 ABSTRACT

 This research is classroom action research. The purpose of this research is to improve students learning outcomes by using the Jigsaw Type Learning Model combined by making of students learning media on magnetic field materials. This research was conducted in the even semester of the 2017/2018 academic year with the subject of 31 TAV class X students of SMK Negeri 1 Rambah, Rokan Hulu, Riau, 25 male and 6 female students. Technique of collecting data wasdone by observing students activities and implementing of learning a guided inquiry model. The research parameters were observed from this study is learning outcomes, absorption and completeness of learning. Absorption is obtained from learning outcomes at the end of each meeting and at the end of each subject. Learning completeness will be obtained if the individual achivement is at least 65% while for classical completeness at least 85%.

The application of the Type Jigsaw Cooperative learning model combined with the making of learning media by these students can improve the learning outcomes of students of Class X TAV of SMK Negeri 1 Rambah, RokanHuluin 2017/2018. This can be seen from the increase in average daily test scores between before and after the application of the Type Jigsaw Cooperative learning model. The ccomparison of the results of the average daily test score before giving the action with a daily test 1 in the first cycle has increased from 62.10 to 69.90. Meanwhile,  the results of the average daily test value 1 on cursor 1 with the results of the daily test 2 in cycle 2 also increased from 69.90 to 76.87.

Based on the analysis of students learning outcomes, it can be concluded that the percentage of students learning outcomes and the percentage of students who reached KKM with a percentage comparison of daily test results before the action with 1 daily test increased from 62.10% to 69.90% while the percentage of daily test results 1 with daily test results 2 increased from 69.90% to 76.87%. If it is combined with the learning completeness, it shows that the number of students who have achieved learning mastery is greater than the number of students who have not yet. In the second cycle there were 27 students who reached the KKM or 87.09% of students who had finished learning while the others 12.91% had not yet. Based on data, the Cooperative Type Jigsaw learning model was stated successful in improving students learning outcomes in learning magnetic fields.

 

Keywords:

Type Jigsaw cooperative model; learning media; magnetic field; classroom action research


References


Aronson, E., et al. (1978). E History of the Jigsaw. [Online]. Tersedia: http://www.jigsaw.org/history.htm.

Arikunto, S. (2006 ). Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.

Dahlan, M.D. (1990). Model-Model Mengajar. Bandung: CV. Diponegoro.

Depdiknas. (2004). Panduan Pengembangan Pembelajaran IPA Terpadu. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah.

Depdiknas. (2008). Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah.

Lie, A. (2002). Cooperative Learning: Mempraktikkan Cooperative Learning di Ruang-ruang Kelas. Grasindo

Liliasari, (2002). Pengembangan Model Pembelajaran Kimia untuk Meningkatkan Strategi Kognitif Mahasiswa Calon Guru dalam Menerapkan Berpikir Konseptual Tingkat Tinggi (Stidi Pengembangan Berpikir Kritis dan Kreatif). Laporan Penelitian Hibah Bersaing IX Perguruan Tinggi. UPI Bandung.

Palupi, D. (2016). Cara Mudah Memahami Kurikulum Surabaya: Jaring Pena.

Sanjaya, W. (2008). Strategi Pembelajaran Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Slavin, R. E.(1995). Cooperative Learning : Theory, Research, and practice, (second ed.). Boston: Allyn and Bacon.

Tipler, P. A. (2001). Physics for Scientist and Engineers. Jakarta. Erlangga.




DOI: http://dx.doi.org/10.17509/wapfi.v4i2.19553

Refbacks

  • There are currently no refbacks.

Comments on this article

View all comments