PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING PADA PEMBELAJARAN OPTIK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DAN PRESTASI BELAJAR SISWA SMP

A. L. Hidayat, A. Danawan, A. Hidayat

Sari


Kemampuan berpikir kreatif perlu dikembangkan sejak dini karena diharapkan dapat menjadi bekal dalam menghadapi berbagai permasalahan dalam kehidupan salah satunya melalui Fisika sebagai wahana untuk menumbuhkan kemampuan berpikir. Berdasarkan observasi di SMP 10 Bandung bahwa proses pembelajaran fisika masih didominasi oleh guru. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu quasi experiment sedangkan desain penelitian yang digunakan yaitu One Group Pretest-Posttest Design yang dilakukan sebanyak tiga kali. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan instrumen tes standar kemampuan berpikir kreatif dan prestasi belajar berupa tes dalam bentuk pilihan ganda. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan berpikir kreatif pada tiap aspeknya. Untuk Aspek fluency diperoleh peningkatan paling tinggi pada kategori sedang, aspek flexibility diperoleh peningkatan paling tinggi pada kategori sangat kreatif, aspek originality diperoleh peningkatan paling tinggi pada kategori istimewa dan sangat kreatif, dan aspek elaboration diperoleh peningkatan pada kategori sangat kreatif dan sangat baik diatas rata-rata, untuk kategori istimewa pada aspek ini tidak ada peningkatan baik dalam pretest dan posttest. Berkaitan dengan prestasi belajar siswa, pertemuan kedua diperoleh nilai <g> sebesar 0,56 dengan kategori sedang dan pertemuan ketiga diperoleh nilai <g> sebesar 0,69 dengan kategori sedang.

Creative thinking skills need to be developed early on because it is expected to be equipped to face the problems of life as through physics as a vehicle to foster thinking skills. Based on the observation in SMP 10 Bandung that learning physics is still dominated by the teacher. The method used in this study is a quasi experiment while the research design used was one group pretest-posttest design is performed three times. Data collection was carried out using standard test instruments the ability to think creatively and achievement in the form of a multiple choice test. The results have shown an increase in the ability to think creatively in every aspect. Aspects of Fluency obtained for the highest increase in the average category, aspects of the flexibility gained the highest increase in the category of very creative, originality aspect gained the highest increase in the category of special and very creative, and gained increasing elaboration aspects of the category of very creative and very good above averages, for a special category in this aspect there is no increase in both the pretest and posttest. Related to student achievement, the second meeting <g> value of 0.56 obtained with the medium category and the third meeting <g> value of 0.69 obtained with the medium category.


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Arikunto. Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian. Jakarta : PT Asdi Mahasatya

Arikunto. Suharsimi. 2009. Dasar-dasar Evaluasi Pembelajaran (edisi revisi). Jakarta : PT Bumi aksara

Craft, A. (2000). Mengembangkan kreativias Anak. Jakarta: inisiasi Press.

Carter dan Russel. (2002). Maximize Your Brainpower. [Online]. Tersedia : http://www.wiley.com/WileyCDA/Section/id-WILEY2_SEARCH_RESULT.html?query=maximize%20your%20brainpower. [Oktober 2002]

Carter dan Russel. (2001). Maksimalkan Kemampuan Otak Anda. London : Chicester.

Costa , Arthur L. (1985). Developing Mind. Jakarta: Balai Pustaka.

Dasna, I Wayan dan Sutrisno. 2008. Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem-Based Learning). Malang: Jurusan Kimia Universitas Negeri Malang.

Dahar, R.W. (1996). Teori-teori Belajar. Jakarta: Erlangga

Depdiknas. (2006). Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta: Depdiknas

Hake, R. R. (1998). Interactive-engagement versus traditional methods: A six-thousand-student survey of mechanics test data for introductory physics courses. Departement of Physics, Indiana University, Bloomingtoon.

Hake, Richard R. 1998. Analizyng Change/Gain Score. USA:Dept. Of Physics, Indiana University.

Hana, M.N. (2005). Alternatif Pengajaran Sistem Periodik Unsur Menggunakan Media Komputer untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa. Bandung : tidak diterbitkan.

Kaniawati, Ida, M.Si. 2010. Hand Out Model Pembelajaran IPA. Bandung: P4ST UPI.

Munandar, U. (1987). Mengembangkan Bakat dan Kreativitas Anak Sekolah. Jakarta: Gramedia

Munandar, U. (2009). Pengembangan Bakat Kreativitas Sekolah. Jakarta: Rineka Cipta

Ridwan. (2008). Ketercapaian Prestasi Belajar. Dalam Dunia ilmu rumah pengetahuan indonesia [Online], Tersedia: http://ridwan202.wordpress. Com/2008/05/03/ketercapaian-prestasi-belajar/ [24 Juli 2009]

Siswono, Tatag Yuli Eko. (2009). Penjenjangan Kemampuan Berpikir Kreatif dan Identifikasi Tahap Berpikir Kreatif Siswa dalam Memecahkan dan Mengajukan Masalah Matematika. [Online], Tersedia: http://suaraguru.wordpress.com/2009/02/02/ ringkasan-disertasi-tatag-yuli-eko-siswono-2/ [2 Februari 2009]

Slameto. (2003). Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta : Rineka Cipta

Sudrajat, Akhmad. (2010). Taksonomi Bloom. [Online], Tersedia: http://lentera-rakyat.sos4um.com/t1136-taksonomi-bloom [06 November 2010]

Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung : Alfabeta

Sutrisno, Joko. 2008. Menggunakan Keterampilan Berpikir untuk Meningkatkan Mutu Pembelajaran. [Online]. Tersedia : http://joko.tblog.com/archive/ 2008/04/ [27 April 2008]


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Free counters!

 

Jurnal Wahana Pendidikan Fisika (WaPFi) sudah diindeksasi oleh Google Scholar

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.