EFEKTIVITAS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI BERBASIS FISIKA OUTDOOR DENGAN MENGGUNAKAN MODUL KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA PADA MATERI FLUIDA DINAMIS

I. Risnawati, I. Kaniawati, R. Efendi

Sari


Telah dilakukan penelitian tentang efektivitas penerapan model pembelajaran inkuiri berbasis fisika outdoor dengan menggunakan modul kontekstual untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa SMA pada materi fluida dinamis. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil studi pendahuluan yang menunjukkan bahwa keterampilan proses sains siswa SMA masih rendah. Ini menunjukkan pengembangan keterampilan proses sains pun masih rendah, padahal menurut standar isi proses pembelajaran harus menjadikan siswa aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan serta dapat mengembangkan keterampilan proses sains. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain Non Randomized Control Group Pretest-Posttest. Sampel penelitian siswa kelas XI IPA di salah satu SMA di Bandung sebanyak 80 yang dibagi menjadi dua kelas, 40 siswa pada kelas eksperimen dan 40 siswa pada kelas kontrol. Instrumen yang digunakan adalah tes pilihan ganda beralasan. Peningkatan keterampilan proses dilihat dari nilai N-gain hasil pretest-posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa N-gain pada kelas eksperimen yang menggunakan pembelajaran inkuiri berbasis fisika outdoor adalah 0,60 dan N-gain pada kelas kontrol yang menggunakan model inkuiri terbimbing adalah 0,40. Dikarenakan nilai N-gain pada kedua kelas berada pada kategori yang sama maka perlu dihitung nilai d-value dari kedua nilai N-gain tersebut. Sebanyak 11 dari 12 soal dengan nilai d-value > 0,3 yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan dari penerapan model, nilai N-gain terbesarnya ada di kelas eksperimen. Ini menunjukkan bahwa model pembelajaran inkuiri berbasis fisika outdoor dengan menggunakan modul kontekstual lebih efektif dalam meningkatkan keterampilan proses sains siswa SMA dibandingkan model pembelajaran inkuiri terbimbing.

After conducting research about the effectiveness of the application inquiry based outdoor physics learning model using contextual modules to improve science process skills students' at high school in a dynamic fluid material. This research is motivated by the results of preliminary studies that show science process skills students’ at high school are still low. This shows the development of science process skills were still low too, whereas according to the content standards of the learning process should make students active, creative, and fun as well as be able to develop science process skills. The method used was a quasi-experimental design with non-randomized control group pretest-posttest. The research samples are students in 11th grades (science class) from one high school in Bandung, as many as 80 students were divided into two classes, 40 students in the experimental class and 40 students in the control class. The instrument used was a multiple choice test reasoned. Improvement of science process skills is showed by N-gain values from pretest-posttest results. The results showed that the N-gain in the experimental class that uses inquiry based outdoor physics learning is 0.60 and N-gain the control class that uses guided inquiry model is 0.40. Due to the value of N-gain in the second class are in the same category it is necessary to determine d-value of both the N-gain value. 11 from 12 questions have d-value> 0.3 that indicating a significant effect of the application of the model and the biggest N-gain in the experimental class. This indicates that the inquiry based outdoor physics learning using contextual module is more effective in improving science process skills student than guided inquiry learning model.


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Depdiknas. 2006. Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta: Badan Standar Nasional Pendidikan.

Gyllenhaal dan Cheng. 2003. Outdoor Indoor Exhibit A Front End Evaluation Literature Review. [Online]. Tersedia: http://www.omsi.edu/sites/all/FTP/files/evaluation/OutdoorsIndoorsLitReview.pdf [9 Juni 2012].

Hake, R. 1999. Analyzing Change/Gain Score. [Online]. Tersedia:http://www.physics.indiana.edu/~sdi/AnalyzingChange-Gain.pdf [17 April 2012].

Hussain. et al. 2011. “Physics Taching Methods: Scientific Inquiry Vs Traditional Lecture”, International Journal of Humanities and Social Science. 1, (19), 269-276.

Popov, Oleg. 2005.Temperature Measure and Thermal Phenomena. [Online]. Tersedia: http://www.outlab.ie/forums/documents/fm/Thermal_final.pdf [10 Desember 2011].

.2006. “Developing outdoor activities and a website as resources to stimulate learning physics in teacher education”, Journal Physics Teacher Education Online,March, hlm 18-20.

Molefe, N.2004. A Comparison of The Effectiveness of The Conventional and Microcomputer-Based Methods In Kinematics. Disertasi pada University for Christian Higher Education Potchefstroom: North-West University.

Molefe, N. et al. 2005. “Comparison of The Learning Effectiveness of Computer-Based And Conventional Experiments In Science Education”. South African Journal of Education, 25, hlm 50-55.

Raningsih, I. 2011. Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing sebagai Upaya Meningkatkan Keterampilan Proses Sains dan Prestasi Belajar Fisika Siswa SMA. Skripsi Sarjana Pada FPMIPA UPI: Tidak diterbitkan.

Testa, I. et al. 2011.”An Innovative Context-based Module to Introduce Students to The Optical Properties of Materials”, Physics Education, hlm 167-177.

Vestari, D. 2009. Model Pembelajaran Berbasis Fenomena Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Fluida Statis dan Keterampilan Proses Sains. Tesis Magister pada Pendidikan IPA. Universitas Pendidikan Indonesia: tidakditerbitkan


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Free counters!

 

Jurnal Wahana Pendidikan Fisika (WaPFi) sudah diindeksasi oleh Google Scholar

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.