KONTRIBUSI KOMPETENSI PEDAGOGIK DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP KINERJA PENGASUH PAUD DI KABUPATEN CIAMIS

Dadan Nugraha

Abstract


This study is conducted based on observations of caretaker of early childhood education. Caretaker sometimes play a role as a teacher or as a companion, in fact they are not included as teachers or companions. The reason of it because there is no want who wants to become early childhood education teache or just because of their high motivation, but in terms of competence they are still lacking, so it could have an effect on its performance asearly childhood teacher. This study is analyzed the description of pedagogic competence, achievement motivation, and caretaker of early childhood performance and simultaneous of caretaker of early childhood performance. To find out the contribution of pedagogic competence, achievement motivation, and caretaker of early childhood, correlation study with survey method, data is collectted using test and structured observation. The results showed that pedagogic competence contribute positively significant to the performance of caretaker of early childhood education, achievement motivation contribute to the performance ofcaretaker of early childhood, and pedagogic competence and achievement motivation simultaneously have significant positive correlation to the performance of caretaker of early childhood education. This research recommended for caretaker of early childhood education to improve their ability in parenting continually and improving their motivation and competence by attending seminar and training and continuing tehir education.  Penelitian ini dilakukan berdasarkan pengamatan pada pengasuh PAUD. Pengasuh terkadang berperan rangkap sebagai guru atau sebagai pendamping, padahal secara akademik mereka tidak termasuk sebagai guru atau pendamping. Alasan mereka melakukan hal itu bisa saja dilatar belakangi karena tidak adanya orang yang mau menjadi pendidik PAUD atau hanya karena motivasi mereka yang tinggi, padahal dari segi kompetensi mereka masih kurang, sehingga bisa saja berpengaruh terhadap kinerjanya sebagai pendidik PAUD. Penelitian ini menganalisis gambaran kompetensi pedagogik, motivasi berprestasi, dan kinerja pengasuh PAUD serta besaran kontribusi kompetensi pedagogik, motivasi berprestasi, dan kompetensi pedagogik dan motivasi berprestasi (simultan) terhadap kinerja pengasuh PAUD. Untuk mengetahui kontribusi kompetensi pedagogik, motivasi berprestasi, dan kinerja pengasuh PAUD dilakukan penelitian studi korelasional dengan metode survai, pengumpulan data menggunakan teknik tes untuk mengumpulkan data tentang kompetensi pedagogik dan angket untuk mengumpulkan data tentang motivasi berprestasi dan kinerja pengasuh PAUD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi pedagogik berkontribusi positif signifikan terhadap kinerja pengasuh PAUD, motivasi berprestasi berkontribusi terhadap kinerja pengasuh PAUD, dan kompetensi pedagogik dan motivasi berprestasi secara bersama-sama (simultan) berkorelasi positif signifikan terhadap kinerja pengasuh PAUD. Penelitian ini merekomendasikan pengasuh PAUD untuk terus meningkatkan kemampuannya dalam bidang pengasuhan dan diharapkan melanjutkan pendidikan dan mengikuti pelatihan atau seminar yang dapat meningkatkan kompetensi dan motivasinya.

Keywords


Pedagogic Competence; Achievement Motivation; caretaker of early childhood pertformance

Full Text:

PDF

References


Arifin, Z. (2011). Penelitian Pendidikan: Metode dan Paradigma Baru. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Arikunto, S. (2010). Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.

Astriana, E. (2012). Pengaruh Kompetensi dan Motivasi Terhadap Kinerja Pegawai Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung. [Online]. Tersedia: http://jurnal.upi.edu/file/7-engkay.pdf [19 November 2012].

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. (1989). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka

Departemen Pendidikan Nasional (2005). Modul sosialisasi pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: Direktorat PAUD, Dirjen PLS.

Dessler, G. (2003). Human Resaurce Management (Ninth Edition). New Jersey: Prentice Hall.

Edukasi Kompasiana. (2010). Memahami Hakikat Perkembangan Anak. [Online]. Tersedia: http://edukasi.kompasiana.com/2010/10/26/memahami-hakikat-perkembangan-anak-didik/. [31 September 2012].

Febrialsimanto. (2010). Kontribusi Kompetensi Profesional dan Kompetensi Pedagogik Terhadap Kinerja Mengajar Guru. Sekolah Pasca Sarjana UPI: Tidak diterbitkan.

Furqon. (2009). Statistika Terapan untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.

Gibson, et all. (1985). Organisasi (Terjemahan). Edisi Ke-Lima. Jakarta: Erlangga.

Gomez, F. C. (2003). Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: CV. Andi Yogyakarta.

Hasibuan, M. S. P. (2007). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: PT. Bumi Aksara.

Khotimah, K. (2011). Hakikat anak usia dini. [Online]. Tersedia: http://blog.elearning.unesa.ac.id/khusnul-khotimah/hakikat-dan-prinsip--prinsip-pendidikan-anak-usia-dini. [31 September 2012].

Kosim, N. (2007). Hubungan antara Kecerdasan Emosional Dengan Kinerja Guru SDIT Nur Fatahillah Pondok Benda Buaran Serpong. Prodi Manajemen Pendidikan Islam UIN Syarif Hidayatullah: Tidak diterbitkan.

Mangkunegara, A. P. (2007). Evaluasi Kinerja SDM. Bandung: PT. Refika Aditama.

------ (2009). Manajemen Sumber Daya Manusia. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Mangkuprawira, S.dan Aida. V. (2007). Manajemen Mutu Sumber Daya Manusia. Jakarta: PT. Ghalia Indonesia.

Marwansyah dan Mukaram (2000). Manajemen Sumber Daya Manusia. Bandung: Administrasi Niaga.

Martinis, Y dan Maisah. (2010). Standarisasi Kinerja Guru. Jakarta: GP Press.

Masitoh dkk. (2005). Pendekatan Belajar Aktif di Taman Kanak-Kanak. Jakarta: DiknasDirjenDikti.

Moeheriono. (2010). Pengukuran Kinerja Berbasis Kompetensi. Surabaya: Ghalia Indonesia.

Mulyasa. E. (2004). Kurikulum Berbasis Kompetensi. Konsep, Karakteristik dan Implementasi. Bandung: Rosda Karya.

Musfiroh, T. (2008). Cerdas Melalui Bermain, Cara Mengasah Multiple Intelligence Pada Anak Sejak Usia Dini. Jakarta: Gramedia.

Permen Diknas RI Nomor 16 Tahun 2007. Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru. Jakarta: Depdiknas.

Permen Diknas RI Nomor 58 Tahun 2009. Standar Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: Depdiknas.

Rahayu, G. N. (2012). Kontribusi Kompensasi dan Motivasi Terhadap Kinerja Guru Honorer SMA di Kabupaten Purwakarta. [Online]. Tersedia: http://jurnal.upi.edu/file/7-engkay.pdf [19 November 2012].

Riduwan. (2004). Belajar Mudah Penelitian. Bandung: Alfabeta.

------ (2002). Skala Pengukuran Variabel Penelitian. Bandung: Alfabeta.

Rivai, V dan Sagala, E. J. (2009). Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Persahaan: Dari Teori ke Praktek. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Rivai, V. (2005). Performance Apraissal: Sistem yang Tepat untuk Menilai Kinerja Karyawan dan Meningkatkan Daya Saing Perusahaan. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Robbins, S. P. et al. (2003). Foundation of Management. Pearson Education Australia: Prentice Hall.

Robbins, S. P. (2007). Perilaku Organisasi. Jakarta: PT. Indeks.

Seyfarth, J. T. (2002). Human Resources Management for Effective School. Boston: Allyn and Bacon.

Simamora, H. (2003). Manajemen Sumber Daya Manusia Edisi 3. Yogyakarta: Bagian Penerbit STIE YPKN

Sondang, S. P. (2004). Teori Motivasi dan Aplikasinya. Bandung: Alfabeta.

Sudjana. (2005). Metode statistika. Bandung: Tarsito.

Sugiyono. (2008). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

------ (2012). Statistika untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.

Sujiono, Y. N. (2009). Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: Indeks.

Sukmadinata, S. N. (2012). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Suryabrata, S. (2003). Metodologi Penelitian. Jakarta: Rajawali.

Syaripudin, T. (2007). Landasan Pendidikan. Bandung: Percikan Ilmu.

Thoha, M. (2007). Perilaku Organisasi. Konsep Dasar dan Aplikasinya. Jakarta: PT. Rajagrafindo Perkasa.

Tohari, A. (2002). Pemahaman Praktis Manajemen Sumber Daya Manusia. Bandung: Mandar Madju.

Undang-Undang RI Nomor 14 Tahun 2005. Tentang Guru dan Dosen. Bandung: Fokusmedia.

Unesco. (2005). Pendidikan Anak Usia Dini dan Kebijakan Keluarga. Laporan Review dan Perawatan Anak Usia Dini di Indoensia. Jakarta: Seksi Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Inklusif Divisi Pendidikan Dasar Sektor Pendidikan UNESCO.

Uno, H. B. (2007). Profesi Kependidikan. Problema, Solusi, dan Reformasi Pendidikan di Indonesia. Jakarta: Bumi Aksara.

Usman, H. (2010). Manajemen Teori, Praktek dan Riset Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Wahab, A. dan Umiarso. (2010). Kependidikan dan Kecerdasan Spiritual. Jogjakarta: Ar-Ruzz.

Wibowo (2011). Manajemen Kinerja. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Winardi. (2002). Motivasi dan Pemotivasian dalam Manajemen. Jakarta: Raja Grasindo Persada.

Wiyani, A. N. dan Barnawi. (2012). Format PAUD: Konsep, Karakteristik, & Implementasi Pendidian Anak Usia Dini. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.

Yasema Center. ( 2010). Hakikat Pendidikan Anak Usia Dini. [Online]. Tersedia: http://yasemacentre.blogspot.com/2010/08/hakikat-pendidikan-anak-usia-dini.html. [31 September 2012].

Yuhetty, H dan Miarso, Y. (2009) Sinopsis Kompetensi Guru. Jakarta: Depdiknas.

Yukl, G. (2002). Leadership in Organization (Terjemahan) Edisi Ke-Tiga. Jakarta: PT. Bhuana Ilmu Populer.

Zenzen, T. G. (2002). Achievement Motivation – A Research Paper Submitted in Partial Fulfillment of the Requirements for the Master of Science Degree Industrial / Technology Education Approved: 2 Semester Credits, Investigation Advisor, the Graduate College, University of Wisconsin-Stout. (Online). Tersedia: http://www.uwstout.edu/lib.thesis/2002/2002zenzen.pdf. [31 Desember 2012]


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


This Journal is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

©All rights reserved 2017. Jurnal PAUD AGAPEDIA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak Usia Dini, ISSN: 2580-9679 (online); 2581-2823 (print).


Program Studi PGPAUD 
UPI Kampus Tasikmalaya
Jalan Dadaha No. 18 Kota Tasikmalaya
Telp : (0265) 331860
Hanphone : 085223275336
email: jurnalagapedia@gmail.com