PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR LANJUT USIA SEBAGAI PROSES BELAJAR SEPANJANG HAYAT MELALUI PROGRAM PELATIHAN KREATIF MANDIRI (PKM) (Studi Kasus pada program pemberdayaan lansia di Lembaga Pendidikan Pemberdayaan Masyarakat Rumah Belajar Binaan Laboratorium Pendidikan Luar Sekolah Universitas Pendidikan Iindonesia Kampung Nyingkir, Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat)

Jajat Sudrajat Adriwinata, Yanti Shantini, Ade Romi Rosmia

Abstract


Penilitian ini mengkaji mengenai bagaimana peningkatan motivasi belajar lanjut usia di LPPM Rumah Belajar Cihideung sebagai proses belajar sepanjang hayat melalaui program pelatihan kreatif mandiri, responden dalam penelitian ini berjumlah empat orang yang berasal dari satu orang fasilitator,satu orang penyelenggara dan dua orang peserta belajar, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif.

Hasil yang diperoleh dari penelitian 1) Faktor Pendorong belajar lanjut usia dipengaruhi oleh gaya belajar lanjut usia. Motivasi belajar timbul dari faktor instrinsik, berupa hasrat dan keinginan berhasil dan dorongan kebutuhan belajar, harapan akan cita-cita, sedangkan faktor ekstrinsiknya adanya penghargaan, lingkungan belajar yang kondusif, dan kegiatan belajar yang menarik. 2) Faktor pendukungInternal diantaranya adalah dukungan dari keluarga, sikap terbuka yang ditunjukan oleh lingkungan. Faktor penghambatinternal, faktor penghambat ini berasal dari peserta dilihat dari kesibukan dan kondisi kesehatan.Faktor Penghambat Eksternal, fasilitator, dukungan dana atau biaya penyelenggaraan untuk menambah sarana dan prasarana. 3) kompetensi yang dimiliki oleh peserta belajar adalah Kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial. Rekomendasi dari penelitian ini diharapkan adanya identifikasi kembali sasaran sehingga proses pemberdayaan dapat dilakukan secara meluas.

 


Keywords


Motivasi Belajar;Lanjut Usia;Belajar Sepanjang Hayat

Full Text:

PDF

References


A.M. Sardiman. (1992). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: CV.Rajawali.

Hardywinoto, Setiabudi, T., (1999).Panduan Gerontologi Tinjauan dari berbagai Aspek. Jakarta:PT Gramedia.

Hurlock, Elizabeth.,(1996). Psikologi Perkembangan: Suatu Kehidupan Sepanjang Rentang Kehidupan. Edisi kelima. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Mathis, dan Jackson, (2002). Manajemen Sumber Daya Manusia, Edisi pertama, Cetakan Pertama, Yogyakarta : Salemba Empat.

Moekijat, (1991).Latihan dan Pengembangan Layanan Pegawai, Bandung, Mandar Maju.

Santrock. J. W. (2002). Life-Span Development: Perkembangan Masa Hidup.(edisi kelima) Jakarta: Erlangga

Simanjuntak, Payaman J.( 2005). Manajemen dan Evaluasi Kinerja. Jakarta: FE UI.

Sudjana (2000).Pendidikan Luar Sekolah, Wawasan, Sejarah Perkembangan, Falsafah, teori pendukung, Asas.Bandung : Falah Production.

Suprayogi,U .(2009). Pendidikan Bagi Masyarakat Lanjut Usia.bandung : Rizqi Press

Uno,B.(2009),Teori Motivasi dan Pengukurannya.Jakarta :Bumi Aksara

Usman, Marzuki et.al., ABC (1994) Pasar Modal Indonesia, Jakarta: LPPI/ IBI.

Sumber Lain :

Peraturan Pemerintah mengenai Pemberdayaan Lansia Nomor 43 Tahun 2004 Tentang Pelaksanaan Upaya Peningkatan Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia

Peraturan Pemerintah No.73 Tahun 1991 tentang pendidikan Non Formal

Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional No.20 Tahun 2003. Jakarta : Depdiknas

Sumber Internet :

http://kulpulan-materi.blogspot.com/2012/01/pengertian-ciri-ciri-karakteristik-pada.html dikutip tanggal : 18 Oktober 2011

http://irwantra.comli.com/wp-content/uploads/2011/02/Mitsubishi.swf dikutip tanggal:18 Oktober 2011

http://iwanbudianto.com/2010/05/13/teori-motivasi/dikutip tanggal: 18 Oktober 2011

http://www.paudni.kemdikbud.go.id/dikmas/index.php/pembelajaran-peserta-didik/pendidikan-kecakapan-dan-pengasuhan-lansia.html dikutip tanggal : 20 oktober 2012


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2016 Andragogia

Departemen Pendidikan Luar Sekolah

Fakultas Ilmu Pendidikan

Universitas Pendidikan Indonesia