MODEL PEMBELAJARAN PERILAKU SOSIAL KEWARGANEGARAAN: UPAYA GURU DALAM MEMUPUK GOTONG ROYONG SEJAK DINI

Tuti Istianti, Fauzi Abdillah, Solihin Ichas Hamid

Abstract


Abstract: There are at least two prefix skills that need to be mastered in realizing gotong royong early on, ie friendship and sharing skills. These two altruistic skills need to be strategically grown through the learning model. The Social Behavior Models of Citizenship (PrSKn) that are being developed carry the mission. As an integrated strategy in early childhood learning games, this learning model seeks to strengthen its role as a strategy to nurture and grow altruistic skills in realizing mutual cooperation, so that children have enough skills for the community. This article explains how the teacher's efforts and difficulty in optimizing the learning game through the civic social behavior model. The results show that teachers have difficulty in three things, namely the selection of appropriate games, timing and management of learning in accordance with the PrSKn model. So this article recommends providing references to different types of learning games, comprehensive instructional instruction guides and regular training so that teachers can optimize the game as a child's learning strategy to master friendship and sharing skills.

Keywords: Social Citizenship Behavior, Gotong Royong, Early Childhood Education

 

Abstrak: Setidaknya terdapat dua keterampilan awalan yang perlu dikuasai dalam mewujudkan gotong royong sejak dini, yakni keterampilan berteman dan keterampilan berbagi. Dua keterampilan altruistik tersebut perlu ditumbuhkan secara strategis melalui model pembelajaran. Model Perilaku Sosial Kewarganegaraan (PrSKn) yang tengah dikembangkan mengemban misi tersebut. Sebagai strategi yang terintegrasi pada permainan belajar anak usia dini, model pembelajaran ini berupaya menguatkan perannya sebagai strategi untuk memupuk dan menumbuhkan keterampilan altruistik dalam mewujudkan gotong royong, sehingga anak mempunyai bekal keterampilan yang cukup untuk bermasyarakat. Artikel ini menjelaskan bagaimana upaya guru dan kesulitannya dalam mengoptimalkan permainan belajar melalui model perilaku sosial kewarganegaraan. Hasilnya menunjukkan bahwa guru mengalami kesulitan dalam tiga hal, yakni pemilihan permainan yang tepat, pengaturan waktu dan pengelolaan pembelajaran yang sesuai dengan model PrSKn. Maka artikel ini merekomendasikan untuk menyediakan referensi jenis permainan belajar, pedoman pelaksanaan pembelajaran yang komprehensif dan pelatihan yang rutin agar guru dapat mengoptimalkan permainan sebagai strategi belajar anak untuk menguasai keterampilan berteman dan berbagi.

 

Kata Kunci: Perilaku Sosial Kewarganegaraan, Gotong Royong, PAUD


References


Dougherty, T. (2017). Altruism and Ambition in the Dynamic Moral Life. Australasian Journal of Philosophy , 95(4), 716-729.

Hamid, S. I., & Istianti, T. (2012). Rekonstruksi Nilai Moral Kewarganegaraan Berdasar Analisis Semantik Terhadap Ungkapan Kultural Masyarakat Sunda. Cakrawala Dini, 3(2).

Istianti, T., Hamid, S. I., & Abdillah, F. (2016). Menelisik Moral Sosial Kewarganegaraan dalam Permainan Pada Pendidikan Anak Usia Dini Jurnal Moral Kemasyarakatan, 1(2), 86-96.

Panjaitan, M. (2016). Peradaban Gotongroyong. Jakarta: Penerbit Jala Permata Aksara.

Swank, J. M., Robinson, E. M., & Ohrt, J. H. (2012). Manifestation of altruism: Perceptions among counselling students in the United Kingdom. Counselling and Psychotherapy Research , 12(1), 63-70.

Wilson, J. (2004). Excessive altruism. Journal of Beliefs and Values, 25(3), 339-345.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Cakrawala Dini: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini

Prodi S-1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini Kampus UPI di Cibiru

Creative Commons Attribution ShareAlike license icon

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.