Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Sekolah Dasar

Tita Mulyati

Abstract


Abstrak

Pemecahan masalah merupakan salah satu kemampuan yang harus dikuasai siswa setelah belajar matematika. Kenyataannya, di SD, pembelajaran matematika yang mengembangkan kemampuan pemecahan masalah belum mendapat banyak perhatian dari guru-guru. Kurangnya perhatian guru terhadap pengembangan kemampuan pemecahan masalah dalam proses pembelajaran matematika mengakibatkan siswa kurang memiliki kemampuan pemecahan masalah. Kekurangan masalah non-rutin dalam buku sumber (teks) menjadi salah satu penyebabnya, selain itu guru terbiasa mengadopsi soal-soal yang terdapat pada buku sumber.Selain itu, pendekatan abstrak dengan metode ceramah dan pemberian tugas sangatlah dominan dari setiap kegiatan pembelajaran matematika di SD. Diperlukan pembelajaran yang mengintegrasikan pengetahuan, keterampilan, dan pemikiran yang kreatif serta lebih menekankan pada pengalaman dan keterlibatan siswa secara aktif dalam pemecahan masalah. Salah satu pembelajaran yang bisa dilakukan yaitu dengan menerapkan pendekatan pendidikan matematika realistik.

Kata Kunci: Pemecahan Masalah, Matematis, Siswa SD


References


Ahmad (2005).Kemampuan pemahaman dan pemecahan masalah matematika siswa SLTP dengan model pembelajaran berbasis masalah.Tesis pada SPs UPI.Tidak diterbitkan.

Arcavi & Friedlander (2007).Curriculum developers and problem solving: the case of Israeli elementary school projects. ZDM Mathematics Education (2007) 39:355–364.DOI 10.1007/s11858-007-0050-3.

Badan Standardisasi Nasional Pendidikan (2006). Pedoman penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan. Jakarta: Depdiknas.

Bocro, P. & Dapunto, C. (2007). Problem solving in mathematics education in Italy:dreams and reality. ZDM Mathematics Education (2007) 39:383– 393.DOI 10.1007/s11858-007-0051-2.

Doorman, M., Drijvers, P., Dekker, T., Heuvel-Panhuizen, M., de Lange, J. & Wijers, M.(2007). Problem solving as a challenge for mathematics education in The Netherlands.ZDM Mathematics Education (2007) 39:405–418.DOI 10.1007/s11858-007-0043-2.

Gravemeijer, K.P.E. (1991). RealisticMathematics Education in Primary School: An Instruction-theoretical on the use of manipulatives. Culemborg: Technipress.

Hadi, S. (2009).Standar PMRI untuk Penjamin Mutu.Bandung: IP-PMRI.

Hamzah (2003).Meningkatkan Kemampuan Memecahkan Masalah Matematika Siswa SLTP di Bandung melalui Pendekatan Pengajuan Masalah.Disertasi Doktor PPS UPI Bandung: tidak dipublikasikan.

Marzuki (2006).Implementasi pembelajaran koperatif (cooperative learning) tipe STAD dalam upaya meningkatkan kemampuan koneksi dan pemecahan masalah matematik siswa.Tesis pada SPs UPI.Tidak diterbitkan.

Mustaqim, B. & Astuty, A. (2008).Ayo belajar matematika untuk SD dan MI kelas IV. Jakarta: Pusbuk Depdiknas.

National Council of Supervisors of Mathematics (NCSM) (1977)

National Council of Teacher of Mathematics (NCTM) (1980)

Posamentier, A. & Krulik, S. (2009). Problem solving in mathematics grade 3-6. USA: Corwin.

Programme of International Student assesment (PISA) 2003. (2004). The PISA 2003 Assesment Framework. OECD

Raharjo, M. (2008).Pembelajaran soal cerita berkait penjumlahan dan pengurangan di SD. Sleman: PPPPTK Matematika Depdiknas.

Ruseffendi, E. T. (1991). Penilaian pendidikan dan hasil belajar siswa khususnya dalam pengajaran matematika.Diktat Perkuliahan. IKIP Bandung: Tidak Dipublikasikan.

Sabandar, J. (2001). Aspek Konstektual dalam Soal Matematika dalam Realistics Mathematics Education.Makalah pada Seminar UPI Bandung : tidak dipublikasikan.

Sugiman (2010).Dampak pembelajaran matematika realistik terhadap peningkatan kemampuan pemecahan masalah dan keyakinan matematik

siswa sekolah menengah pertama di kota Yogyakarta. Disertasi pada SPs UPI.Tidak diterbitkan.

Suherman, dkk.(2001). Strategi pembelajaran matematika kontemporer. Bandung: JICA.

Sukayati (2008).Pembelajaran operasi penjumlahan pecahan di Sd menggunakan berbagai media. Sleman: PPPPTK Matematika Depdiknas.

Torner, Schoenfeld, & Reiss (2007).Problem solving in the mathematics classroom: the German perspective. ZDM Mathematics Education (2007) 39:431–441.DOI 10.1007/s11858-007-0040-5.

VanGundy, A. (2005). 101 activities for teaching creativity and problem solving.San Fransisco: Pfeiffer.

Wardhani, S. (2010).Pembelajaran kemampuan pemecahan masalah matematikadi SD. Yogyakarta: PPPPTK Matematika Depdiknas.

Zulkardi (2001).Realistics Mathematics Education (RME), Teori, contohPembelajaran di Taman Belajar di Internet.Makalah Seminar RME FMIPAUPI Bandung : tidak dipublikasikan.




DOI: https://doi.org/10.17509/eh.v3i2.2807

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2016 Kampus Cibiru 2016

 

EduHumaniora: Jurnal Pendidikan Dasar

Published in collaboration Program Studi PGSD UPI Kampus Cibiru

and

HDPGSDI

Creative Commons Attribution ShareAlike license icon

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats