PERPUSTAKAAN, GARDA BUDAYA LITERASI INDONESIA

Dian Arya Susanti

Abstract


Bangsa Indonesia pernah memiliki budaya literasi, walaupun budaya lisan tetap menjadi yang lebih kuat, sampai sekarang. Akibatnya adalah bangsa yang malas membaca, yang mengakuisisi pengetahuan dan mentrasfernya kembali tanpa melakukan klarifikasi, terutama pada media-media sosial. Padahal bangsa yang cerdas adalah bangsa yang memiliki budaya literasi yang tinggi, dimana membaca dan menulis sudah menjadi kebutuhan dalam kehidupan keseharian masyarakatnya. Dalam Pembukaan UUD 1945 dinyatakan tujuan pemerintahan Indonesia, salah satunya yaitu untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Menjadi bangsa yang cerdas artinya menjadi bangsa yang budaya literasinya tinggi, yang memiliki kebiasaan membaca serta mampu menghasilkan banyak tulisan yang berkualitas. Dan untuk bisa mewujudkan itu, perpustakaan dengan pustakawan-pustakawan yang inovatif harus bisa menjadi inkubator rencana kegiatan dan kebijakan yang terkait dengan peningkatan budaya literasi Indonesia.

Keywords


Indonesia, Budaya Literasi, Inovasi, Perpustakaan, Pustakawan

Full Text:

PDF

References


Ainiyah, N. (2017). Membangun Penguatan Budaya Literasi Media dan Informasi Dalam Dunia Pendidikan. Jurnal Pendidikan Islam Indonesia, 2(1), 65-77.

Alwasilah, A. C. (2012). Pokoknya Rekayasa Literasi. Bandung: Kiblat Buku Utama.

Ancok, D. (2012). Psikologi Kepemimpinan & Inovasi. Jakarta: Erlangga.

Hidayah, L. (2017). Implementasi Budaya Literasi Di Sekolah Dasar Melalui Optimalisasi Perpustakaan: Studi Kasus di Sekolah Dasar Negeri di Surabaya. Jurnal Ketahanan Pangan, 1(2), 48-58.

Indonesia. (2007). Undang-undang Republik Indonesia No.43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan.

Laksmi; Fauziah, Kiki. (2016). Budaya Informasi. Jakarta: ISIPII Press.

Mulyana, D., dan Rakhmat, J. (2006). Komunikasi antar Budaya: panduan berkomunikasi dengan orang-orang berbeda budaya. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Permatasari, A. (2015). Membangun Kualitas Bangsa dengan Budaya Literasi.

Purwono. (2009). Buku Materi Pokok: dasar-dasar dokumentasi. Jakarta: Universitas Terbuka.

Santi, T. (2014). Membangun citra pustakawan IAIN-SU Medan. Jurnal Iqra, 8(1).

Sukaesih dan Rohman. A.S (2013). Literasi Informasi Pustakawan: Studi Kasus di Universitas Padjajaran. Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan, 1(1), 61-72.

Sukaesih (dkk). 2015. Partisipasi Masyarakat dalam Pelestarian Naskah Kuno di Kabupaten Garut. Prosiding Semiloka Nasional Kepustakawanan Indonesia. Bandung, 19-21 Agustus 2015.

Stevenson, A (ed.). (2015). Oxford Dictionary of English, 3rd ed. Oxford: Oxfrod University Press.

Suryaman, M. (2015). Analisis Hasil Belajar Peserta Didik Dalam Literasi Membaca Melalui Studi Internasional (PIRLS) 2011. JURNAL LITERA, 14(1), 170-186.

Tubbs, SL. Moss, S. (1996). Human Communication: konteks-konteks komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Yuliar, S. (2009). Tata Kelola Teknologi; perspektif jaringan-aktor.Bandung: Penerbit ITB

Yumna, Mutia Zata. (2012). Perpustakaan dan Budaya Literasi.

Ainiyah, N. (2017). Membangun Penguatan Budaya Literasi Media dan Informasi Dalam Dunia Pendidikan. Jurnal Pendidikan Islam Indonesia, 2(1), 65-77.

Alwasilah, A. C. (2012). Pokoknya Rekayasa Literasi. Bandung: Kiblat Buku Utama.

Ancok, D. (2012). Psikologi Kepemimpinan & Inovasi. Jakarta: Erlangga.

Hidayah, L. (2017). Implementasi Budaya Literasi Di Sekolah Dasar Melalui Optimalisasi Perpustakaan: Studi Kasus di Sekolah Dasar Negeri di Surabaya. Jurnal Ketahanan Pangan, 1(2), 48-58.

Indonesia. (2007). Undang-undang Republik Indonesia No.43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan.

Laksmi; Fauziah, Kiki. (2016). Budaya Informasi. Jakarta: ISIPII Press.

Mulyana, D., dan Rakhmat, J. (2006). Komunikasi antar Budaya: panduan berkomunikasi dengan orang-orang berbeda budaya. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Permatasari, A. (2015). Membangun Kualitas Bangsa dengan Budaya Literasi.

Purwono. (2009). Buku Materi Pokok: dasar-dasar dokumentasi. Jakarta: Universitas Terbuka.

Santi, T. (2014). Membangun citra pustakawan IAIN-SU Medan. Jurnal Iqra, 8(1).

Sukaesih dan Rohman. A.S (2013). Literasi Informasi Pustakawan: Studi Kasus di Universitas Padjajaran. Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan, 1(1), 61-72.

Sukaesih (dkk). 2015. Partisipasi Masyarakat dalam Pelestarian Naskah Kuno di Kabupaten Garut. Prosiding Semiloka Nasional Kepustakawanan Indonesia. Bandung, 19-21 Agustus 2015.

Stevenson, A (ed.). (2015). Oxford Dictionary of English, 3rd ed. Oxford: Oxfrod University Press.

Suryaman, M. (2015). Analisis Hasil Belajar Peserta Didik Dalam Literasi Membaca Melalui Studi Internasional (PIRLS) 2011. JURNAL LITERA, 14(1), 170-186.

Tubbs, SL. Moss, S. (1996). Human Communication: konteks-konteks komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Yuliar, S. (2009). Tata Kelola Teknologi; perspektif jaringan-aktor.Bandung: Penerbit ITB

Yumna, Mutia Zata. (2012). Perpustakaan dan Budaya Literasi.




DOI: http://dx.doi.org/10.17509/edulib.v8i2.11235

DOI (PDF): http://dx.doi.org/10.17509/edulib.v8i2.11235.g8148

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Edulib

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.