MODAL SOSIAL DALAM KESEHARIAN LAYANAN PERPUSTAKAAN UMUM KOTA DEPOK

Vanka Adyannisa, Laksmi Laksmi

Abstract


Penelitian ini membahas mengenai modal sosial yang terbentuk dalam layanan Perpustakaan Umum Kota Depok berdasarkan pada unsur kepercayaan, jaringan, dan norma. Tujuan dari penelitian yang dilakukan adalah untuk mendeskripsikan proses pembentukan modal sosial dalam layanan dan memahami interaksi yang terjadi antara pustakawan dan pemustaka pada aktivitas dan kegiatan layanan Perpustakaan Umum Kota Depok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Informan penelitian ini adalah pustakawan layanan, pustakawan pengelola dan pemustaka yang terlibat interaksi dalam layanan perpustakaan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian, dari ketiga unsur modal sosial, jaringan sosial menjadi unsur paling dominan karena interaksi pustakawan dan pemusta dalam layanan perpustakaan mampu membentuk kerjasama antara perpustakaan dengan sekolah, menjadi tempat untuk berdiskusi, dan melakukan kerja kelompok bagi pemustaka pelajar, serta menjadi tempat untuk hiburan keluarga yang mengedukasi. Sementara norma sosial berada di posisi terendah, terlihat bahwa pemustaka kurang mempedulikan aturan yang ada sehingga pustakawan memberikan teguran kepada pemustaka. Untuk itu, Perpustakaan Umum Kota Depok perlu membangun norma sosial lebih kuat agar pemustaka dengan pustakawan saling menghargai dan keduanya dapat mematuhi dan memahami bersama peraturan yang ada.


Keywords


Layanan perpustakaan; modal sosial; pemustaka; perpustakaan umum; pustakawan

Full Text:

PDF

References


Badan Standarisasi Nasional. (2009). Standar nasional Indonesia (SNI) 7495: 2009: Perpustakaan Umum Kabupaten/Kota. Jakarta: BSN

Creswell, J.W. (2014). Research design: qualitative, quantitative, and mixed methods approaches. USA: Sage Publication, Inc.

Emzir. (2012). Metodologi Penelitian Kualitatif: Analisis Data. Jakarta: Rajawali Pers.

Field, J. (2011). Modal sosial (Nurhadi Penerjemah). Bantul: Kreasi Wacana.

Frey, S.M. (2010). Bowling Alone in the Library: Builing social capital on campus. 14 Maret 2018. http://scholars.indstate.edu/bitstream/10484/919/1/Frey_Cosdispoti_bowling.pdf

Gumilar, W.; Cynthia, R.; & Silvana, H. (2014). Komunikasi organisasi di Perpustakaan Bapusipda Jawa Barat. EduLib, Vol. 1(2), November 2014, 109-120.

Hasbullah, J. (2006). Social Capital: Menuju keunggulan budaya Indonesia. Jakarta: MR-United Press.

Johnson, C.A. (2011). How do public libraries create social capital? An analysis of interactions between library staff and patrons.

Kotler, P. (2003). Marketing Management, Prentice Hall. New Jersey.

Laksmi. (2007). Tinjauan kultural terhadap kepustakawanan: Inspirasi dari sebuah karya Umberto Eco. Jakarta: Sagung Seto.

Laksmi. (2012). Interaksi Pretasi dan Makna: pengantar analisis mikro untuk penelitian di bidang ilmu informasi dan ilmu terapan lainnya.Bandung: Karya Putra Darwati.

Lawang, R.M.Z. (2004). Kapital sosial dalam perspektif sosiologik: suatu pengantar. Jakarta. Fisip-UI.

Yusuf, P.M. (2010). Pedoman Penyelenggaraan Perpustakaan Sekolah. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Perpustakaan Nasional RI. (2011). Standar nasional perpustakaan (SNP): bidang perpustakaan umum dan perpustakaan khusus. Jakarta: Perpustakaan Nasional RI.

Powell, R. & Connaway, L.S. (2004). Basic Research Methodes for Librarians. Colorado: Libraries Unlitmited.

Putnam, R. (1993). Making democracy work: Civic traditions in Modern Italy. New Jersey: Princeton University Press.

Putnam, R. (2000). Bowling Alone: The collapse and revival of America community. New York: Simon and Schuster.

Sutarno. (2006). Perpustakaan dan Masyarakatan. Jakarta: Sagung Seto




DOI: http://dx.doi.org/10.17509/edulib.v8i2.12766

DOI (PDF): http://dx.doi.org/10.17509/edulib.v8i2.12766.g8154

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Edulib

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.