Pengantar Redaksi

Dalam Edisi April 2018 Historia menampilkan kembali karakteristiknya yang khas sebagai media publikasi Pendidik dan Peneliti Sejarah. Kepedulian pada pengembangan disiplin ilmu yang dikenal dengan nama Pendidikan Sejarah memerlukan kajian yang khas mengenai Sejarah dan Pendidikan. Kajian Ilmu Pendidikan Sejarah merupakan penerapan berbagai teori Ilmu Pendidikan dalam mengkaji berbagai fenomena pendidikan Sejarah. Untuk itu diperlukan pemaparan hasil penelitian tentang peristiwa sejarah dan pendidikan sejarah bersamaan. Proses dan waktu yang kemudian akan memberikan warna yang lebih kokoh pada disiplin hybrid ini, seperti halnya dengan Psikologi Pendidikan, Sosiologi Pendidikan, Anthropologi Pendidikan, Administrasi Pendidikan, Hukum Pendidikan, Ekonomi Pendidikan, dan sebagainya. Bidang keilmuan hasil dari penerapan dua disiplin ilmu atau lebih sangat dimungkinkan oleh perkembangan filosofi yang dikenal dengan nama transdisciplinarity yang tidak harus mengikat seorang ilmuwan pada kotak-kotak disiplin ilmu tradisional. Dalam bahasa transdisciplinarity, disiplin ilmu yang ada adalah referential sources.

Dalam edisi April ini, Historia yang memiliki p-ISSN 2620-4789 dan e-ISSN 2615-7993 menampilkan beberapa kajian yang berkenaan dengan peran tokoh tertentu dalam Sejarah Indonesia seperti Pangeran Mohamad Noor dari Banjarmasin dan Abdul Latief Muchtar, seorang tokoh Persatuan Islam yang sangat berpengaruh dalam Sejarah Indonesia modern. Sumbangan kedua tokoh ini tidak dinilai dari siapa yang paling baik tetapi dari perubahan dalam kehidupan masyarakat yang ditimbulkannya. Perjuangan Pangeran Mohamad Noor di wilayahnya dan perjuangan Abdul Latief Muchtar yang nasional memiliki kontribusi masing-masing bagi kehidupan kebangsaan Indonesia. Masih termasuk dalam kelompok ini adalah tulisan mengenai Degrdasi Ekologi dan Kapitalisme Revolusi Hijau yang menggunakan pandangan keilmuan post-modernism untuk memperkaya kajian keilmuan sejarah.

Artikel lain dalam edisi ini berkenaan dengan kajian keilmuan terhadap fenomena pendidikan Sejarah melalui visi dan konsep keilmuan Ilmu Pendidikan. Ini adalah jalur utama (main stream) yang dibangun untuk mengembangkan aspek substantif keilmuan Ilmu Pendidikan Sejarah. Tulisan yang banyak berkenaan dengan kajian buku teks Pendidikan Sejarah sebagai sumber yang digunakan guru dan peserta didik yang belajar Sejarah di jenjang Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah. Fokus kajian mengenai buku teks antara lain tentang Militer dan Identitas Nasional yang ditulis Ai Latifah Azizah, Kesadaran Berorganisasi yang ditulis Moch Wildan Ramadan, Identitas Nasional oleh M. Maman Salamudin, Kehidupan Masa Praaksara oleh M.S. Mitchel Vinco, Nilai Moral oleh Yeni Ratmelia, menggambarkan karakteristik buku teks pelajaran Sejarah.

Kajian ini penting karena tidak hanya terkait dengan pengembangan intelektual tetapi juga kepemimpinan, komunikasi sosial, peran kelompok tertentu dalam membangun Indonesia yang menjadi sumber belajar peserta didik. Kualitas sumber belajar yang membangun banyak aspek karakter diperlukan mengingat arah pendidikan bangsa saat ini yang menekankan pada pendidikan karakter.  Peristiwa Sejarah berkenaan dengan kegiatan manusia yang masih terus berlanjut dan berkembang pada masa kehidupan kekinian sehingga keteladanan, nilai, cara berpikir, dan kontribusi berbagai kelompok masyarakat yang tercermin dalam buku teks memberikan dasar kuat bagi pengembangan karakter peserta didik.

Tulisan mengenai Model Penilaian KSAVE adalah juga tulisan dalam jalur utama Pendidikan Sejarah, suatu model untuk menilai hasil pembelajaran Sejarah dilihat dari hasil belajar yang dalam kelompok Knowledge, Skills, Attitudes, Values, dan Ethics. Hasil kajian ini memperkaya struktur aspek konten Ilmu Pendidikan Sejarah seperti halnya identifikasi model pembelajaran bagi mahasiswa IKIP Budi Utomo Malang dalam tulisan yang berjudul Media Pembelajaran Wartop oleh Puspita Pebri Setiani dan Trio Andi Cahyono.

Tulisan yang dimuat dalam edisi April 2018 ini adalah hasil review dari editor dan mitra bebestari. Dari 18 judul tulisan yang diterima redaksi, 4 ditolak oleh editor dan 3 ditolak oleh mitra bestari.

 

Bandung, Hari kartini 21 April 2018