PEMIKIRAN ABDUL LATIEF MUCHTAR TERHADAP PERUBAHAN SIKAP POLITIK PERSATUAN ISLAM TAHUN 1983-1997

Lukman Amin

Abstract


Perubahan yang terjadi dalam Persis masa kepemimpinan A. Latief Muchtar tidak merubah identitas Persis secara keseluruhan. Identitas Persis yang muncul dari sejak tahun 20-an sebagai sebuah organisasi puritan masih tampak pada kepemimpinan A. Latief Muchtar dengan perubahan-perubahan yang terjadi sebagai akibat dari pemikiran dan tindakan kepemimpinan A. Latief Muchtar, juga diakibatkan oleh perkembangan sosial politik yang terjadi di Indonesia. Persis hendaknya sebagai salah satu organisasi yang besar di Indonesia  senantiasa memelihara khasanah keilmuan yang pernah disusun oleh para pendahulunya seperti A. Hassan, M. Natsir, Isa Anshary, K.H.E. Abdurrahman, Abdullah dan juga A. Latief Muchtar tanpa meninggalkan temuan-temuan terbaru dalam arus pemikiran dan metodologi keilmuan. Semua peninggalan tersebut akan sangat berguna dalam memberikan arah bangsa Indonesia ke depan dan untuk pengembangan keilmuan agama. Sejarawan hendaknya terus mengeksplorasi khasanah pemikiran tokoh-tokoh nasional Indonesia seperti A. Latief Muchtar yang akan sangat berguna bagi kemajuan bangsa. Pemikiran tersebut akan menjadi pemandu bagi pemikir-pemikir muda selanjutnya sehingg lebih mencintai sejarahnya sendiri. Para sejarawan juga harus menampilkan teladan dalam setiap penulisannya agar sejarah bukan hanya sekedar tulisan tanpa makna, tetapi mampu memberikan pengaruh terhadap bangsa Indonesia yang hari ini sedang tidak stabil. Guru Sejarah hendaknya  mampu mengambil teladan dari keberadaan tokoh seperti A. Latief Muchtar yang menjadi guru tanpa pamrih, juga dalam setiap proses belajar mengajar hendaknya guru selalu menampilkan tokoh-tokoh teladan Indonesia, salah satunya adalah A. Latief Muchtar. Hari ini bangsa Indonesia telah kehilangan teladan para pahlawan terdahulu  karena posisi idola hari ini bagi siswa tergantikan dengan peran-peran tokoh semu yang ditampilkan media massa.

Keywords


Persatuan Islam, sikap politik

References


Alimurrohman. (1998). “Kontribusi Pemikiran K.H. Latief Muchtar MA. Tentang Pembangunan Perekonomian Ummat Dalam Program Kerja Persis Tahun 1995-1997”. Penelitian Tidak Diterbitkan. Jurusan Perbandingan Agama Fakultas Ushuludin IAIN Sunan Gunung Djati.

Anshary, Isa. (1958). Manifes Perdjuangan Persatuan Islam. Bandung : Pusat Pimpinan Persatuan Islam.

Budiarjo, Miriam. (1994). Demokrasi Di Indonesia ; Demokrasi Parlementer Dan demokrasi Pancasila. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.

Cuanda, Cucu dan Miftah Fauzi Rakhmat. [eds.]. (1998). Gerakan Kembali Ke Islam-Warisan Terakhir A. Latief Muchtar Ketua Umum Persis 1983-1997. Bandung : Rosda Karya.

Departemen Agama Republik Indonesia. (1994). Al-Quran Dan Terjemahnya. Semarang : PT Kumudasmoro Grafindo.

Fatah, Eep Saefullah. (2000). Pengkhianatan Demokrasi Ala Orde Baru Masalah Dan Masa Depan Demokrasi Terpimpin Konstitusional. Bandung : Rosda.

Fiederspiel, Howard M.. (1996). Persatuan Islam : Pembaharuan Islam Indonesia Abad XX. Yogyakarta : University Press.

Gottschalk, Louis. (1986). Mengerti Sejarah. Terjemahan. Jakarta : Penerbit Universitas Indonesia.

Hariyono. (1995). Mempelajari Sejarah Secara Efektif. Jakarta : Dunia Pustaka Jaya.

Haryono, Anwar. (1997). “K.H. Abdul Latief Muchtar : Ulama yang Tawadlu dan Pemimpin yang Gigih” dalam Cucu Cuanda dan Miftah Fauzi Rakhmat [eds.] Gerakan Kembali Ke Islam-Warisan Terakhir A. Latief Muchtar Ketua Umum Persis 1983-1997. Bandung : Rosda Karya.

Hermawan, Dadang. (1999). “Peran Politik Persatuan Islam Pada Tiga Corak Demokrasi di Indonesia”. Penelitian Tidak Diterbitkan. Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran.

Kuntowijoyo. (2002). Selamat Tinggal Mitos Selamat Datang Realitas-Esai-esai Budaya Dan Politik. Bandung : Mizan Media Utama.

Kuntowijoyo. (2003). Metodologi Sejarah. Yogyakarta : Tiara Wacana.

Latief, Ihsan S. (1998). “Meretas Jalan Membuka Pintu-pintu Kemungkinan” dalam Cucu Cuanda dan Miftah Fauzi Rakhmat [eds.]. Gerakan Kembali Ke Islam-Warisan Terakhir A. Latief Muchtar Ketua Umum Persis 1983-1997. Bandung : Rosda Karya.

Luth, Tohir. (1999). M. Natsir Dakwah Dan Pemikirannya, Bandung : Gema Insani Press.

Moleong, Lexy J. (1998). Metodologi Penelitian Kualitatif. Terjemahan. Bandung : Remaja Rosda Karya.

Muchtar, A. Latief. (1995). “Al-Quran dan Realita Sosial”. Makalah disajikan dalam Pelatihan Dosen Pendidikan Agama Islam Perguruan Tinggi Umum Se Indonesia di IKIP Bandung : t.p.

Muchtar, A. Latief. (1992). “Hadits Sebagai Sumber Ajaran Islam-Tinjauan Ontologis dan Epistimologis”, Makalah disajikan dalam Seminar Nasional Pengembangan Pemikiran Terhadap Hadits di Universitas Muhammadiyyah Yogyakarta : t.p.

Muchtar, A. Latief. (1997). “Paradoks Kemerdekaan”, Khutbah Jumat disajikan tanggal 22 Agustus. Bandung : t.p.

Muchtar, A. Latief. (1994). “Tantangan Masa Kini dan Masa Depan”. Ceramah disajikan dalam khutbah Idul Fitri di Pajagalan No. 14 Bandung : t.p.

Muchtar, A. Latief. (1986). “Suri Tauladan”. Ceramah disajikan dalam Khutbah Idul Fitri di Lengkong Besar 105 Bandung : t.p.

Muchtar, A. Latief. (1985). “Radikalisme Dalam Islam” dalam Risalah No 11 Th XXII. Bandung.

Muchtar, A. Latief. (1984). “Masjid dan Negara” dalam Risalah No. 9 tahun XXII. Bandung, Desember

Muchtar, A. Latief. (1987). “A. Hassan Tokoh Perdebatan Agama” dalam Risalah No 2 th XXV, Bandung.

Muchtar, A. Latief. (1986). “Berhasil Pembangunan Ekonomi Gagal Pembanguan Sosial” dalam Risalah No. 7 Th. XXIV. Bandung.

Muchtar, A. Latief. (1984).”Ibadah Haji dan Politik Kolonial” dalam Risalah No. 6 Tahun XXII. Bandung, Agustus

Muchtar, A. Latief. (t.t). “Makna Metodologis Penuturan Al-quran” dalam Risalah No. 8 TH. XXV. Bandung.

Muchtar, A. Latief. (1992). “Pengembangan Pendidikan di Pesantren”. Makalah disajikan dalam Diskusi Panel Sejarah di Pesantren Persis Benda Tasikmalaya : t.p.

Muchtar, A. Latief. (1990). “Jihad”. Ceramah. Bandung : t.p.

Muchtar, A. Latief. (1989). “Al-Imamah”. Artikel. Bandung : t.p.

Muchtar, A. Latief. (1985). “Kompilasi Dan Kodifikasi Hukum Islam dalam Konteks Perundang-Undangan di Indonesia”. Makalah. Bandung : t.p.

Muchtar, A. Latief. (1995). “Tujuan Pendidikan Islam Dan Tujuan Pendidikan Nasional”. Makalah. Bandung : t.p.

Muchtar, A. Latief. (1995).“Peran, Fungsi Dan kontribusi Pendidikan Persatuan Islam Dalam Era Globalisasi “. Makalah disajikan dalam Semiloka di Tasikmalaya : t.p.

Muchtar, A. Latief. (1996). “Ulama dan Pembangunan”. Makalah. Bandung : t.p.

Muchtar, A. Latief. (t.t.) “Uraian Teori ijtihad”. Makalah. Bandung : t.p.

Muchtar, A. Latief. (t.t.) “Metode Tafsir al-Quran”. Makalah. Bandung : t.p.

Muchtar, A. Latief. (1990). “Laporan Pertanggung Jawaban Pimpinan Pusat Persatuan Islam masa jihad 1983-1990”. Garut : t.p.

Muchtar, A. Latief. (1990). “Laporan Pertanggung Jawaban Pimpinan Pusat Persatuan Islam masa jihad 1990-1995”. Jakarta : t.p.

Muhammad, Afif (1997). “Ustadz Latief Muchtar : Upaya Menarik Sebuah Garis” dalam Cucu Cuanda dan Miftah Fauzi Rakhmat [eds.]. Gerakan Kembali Ke Islam-Warisan Terakhir A. Latief

Muchtar Ketua Umum Persis 1983-1997. Bandung : Rosda Karya.

Nurdin, Rusyad. (1998) “Mengenal Ustad K.H. Abdul Latief, M.A.” dalam Cucu Cuanda dan Miftah Fauzi Rakhmat [eds.] Gerakan Kembali Ke Islam-Warisan Terakhir A. Latief Muchtar Ketua Umum Persis 1983-1997. Bandung : Rosda Karya.

Nurmalasari, Siti I. (1998). “Respon Pemerintah Orde Baru Terhadap Aspirasi Sosial Keagamaan Ummat Islam (1966-1994)”, Penelitian Tidak Diterbitkan. Bandung : Jurusan Kebudayaan Islam Fakultas Adab IAIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Noer, Deliar. (1994). Gerakan Modern Islam Di Indonesia 1900-1942, Jakarta : LP3ES.

Panitia Muktamar Persatuan Islam. (1995). “Hasil-hasil Muktamar XI Persatuan Islam (Persis)”. Jakarta : Panitia Muktamar Persatuan Islam.

PP Persatuan Islam. (1987). Qanun Asasi dan Qanun Dakhili Persatuan Islam (Persis). Bandung : PP Persatuan Islam.

PP Persatuan Islam. (1991). Qanun Asasi dan Qanun Dakhili Persatuan Islam (Persis). Bandung : PP Persatuan Islam.

Qadir, Zuhal Abdul (1998). “Pak Muchtar Seorang Pemimpin yang

Mempunyai Visi ke Depan” dalam Cucu Cuanda dan Miftah Fauzi

Rakhmat [eds.]. Gerakan Kembali Ke Islam-Warisan Terakhir A. Latief Muchtar Ketua Umum Persis 1983-1997. Bandung : Rosda Karya.

Qardlawi, Yusuf. (1999). Fiqih Daulah Dalam Perspektif Al-Quran Dan As-Sunnah. Terjemahan. Jakarta : Pustaka Al-Kautsar.

Rahman, M Taufik. (1999). “A Revivalist Response To Modernity (A. Latief Muchtar [1931-1997] Of The Persatuan Islam In Indonesia’s New Order)”. Tesis. Tidak Diterbitkan. Leiden : The Faculty Of Theology and The Faculty Of Arts Leiden University.

Rais, M. Amin. (1998). “Gelombang dan Frekwensinya Sama dengan Muhammadiyah” dalam Cucu Cuanda dan Miftah Fauzi

Rakhmat [eds.] Gerakan Kembali Ke Islam-Warisan Terakhir A. Latief Muchtar Ketua Umum Persis 1983-1997. Bandung : Rosda Karya.

Rakhmat, Jalaluddin (1998) “Ustadz Latief : Pembaru yang Sederhana” dalam Cucu Cuanda dan Miftah Fauzi Rakhmat [eds.] Gerakan Kembali Ke Islam-Warisan Terakhir A. Latief Muchtar Ketua Umum Persis 1983-1997. Bandung : Rosda Karya.

Ricklefts, M.C. (1998). Sejarah Indonesia Modern, Terjemahan. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.

Sanit, Arbi. (1995). Ormas Dan Politik. Jakarta : Lembaga Studi Informasi Pembangunan (LSIP).

Sjamsuddin, Helius. (1996). Metodologi Sejarah. Jakarta : Departemen P dan K Birektorat Dikti. Proyek Tenaga Akademik.

Stoddard, Lothrof. (1966). Dunia Baru Islam, Terjemahan. Djakarta : Panitia Penerbit.

Taher, Tarmizi. (1998). “Kesan Saya terhadap K.H. Latief Muchtar” dalam Cucu Cuanda dan Miftah Fauzi Rakhmat [eds.]. Gerakan Kembali Ke Islam-Warisan Terakhir A. Latief Muchtar Ketua Umum Persis 1983-1997. Bandung : Rosda Karya.

Wildan, Dadan. (1997). Yang Da’i Yang Politikus-Hayat Dan Perjuangan Lima Tokoh Persis. Bandung : Remaja Rosda Karya.

Wildan, Dadan. (1995). Sejarah Perjuangan Persis 1923-1983. Bandung : Gema Syahida.

Wildan, Dadan. (2000). Pasang Surut Gerakan Pembaharuan Islam Di Indonesia-Potret Perjalanan Sejarah Organisasi Persatuan Islam (Persis). Bandung : Persis Press.

Yatim, Badri. (1997). Historiografi Islam, Jakarta : Logos Wacana Ilmu.

Majalah :

Risalah No. 9 TH XXII, Rabi’ul Awwal 1405 H/ Desember 1984 M

Risalah No. 11 TH XXII, Jumadil Ula 1405 H/ Februari 1985 M

Risalah No. 7 TH XXIV, Muharram 1407-Shafar 1407 H/VIII-1986

Risalah No. 5 TH. XXXI, Rabi’ul Awwal 1414 H/ September 1993 M

Risalah No. 6 TH. XXXIII, Rabi’ul Awwal 1416 H/ Agustus 1995 M

Risalah No. 7 TH. XXXIII, Rabi’ul Tsani1416 H/ September 1995 M

Risalah No. 8 TH. XXXIII, Jumadil Ula 1416 H/ Oktober 1995 M

Risalah No. 9 TH. XXXV, Rajab 1418 H/ Nopember 1997 M

Narasumber Wawancara :

Shiddiq Aminullah (Ketua I Pusat Pimpinan Persatuan Islam tahun 1990-1995, Ketua Umum Pusat Pimpinan Persatuan Islam tahun 1997 sampai sekarang ). 50 tahun. Wawancara hari Sabtu tanggal 4 Juni 2004 bertempat di Kantor Pimpinan Pusat Persatuan Islam, Jalan Perintis Kemerdekaan Bandung.

Aking Setiawan (Sekretaris Umum Pusat Pimpinan Persatuan Islam tahun 1981-1990, anggota bidang garapan Pendidikan Tinggi Pendidikan Dasar dan Menengah tahun 1995-2000). 70 tahun. Wawancara hari Kamis tanggal 14 April 2005 bertempat di kantor Pimpinan Pusat Persatuan Islam, jalan Perintis Kemerdekaan Bandung

Emon Sastranegara (Sekretaris I Pusat Pimpinan Persatuan Islam tahun 1981-1990, Sekretaris Umum Pusat Pimpinan Persatuan Islam tahun 1990-2000). 63 tahun. Wawancara hari Senin tanggal 4 April 2005 bertempat di Sekretariat Majalah Iber, Gang Muncang Pungkur Bandung

Toha Kahfi (Ketua Bidang Garapan Perwakafan Pusat Pimpinan Persatuan Islam tahun 1981-1990, Sekretaris I Pusat pimpinan Persatuan Islam tahun 1990-1995 dan 1995-2000). Wawancara pada hari Kamis tanggal 18 April 2005 bertempat di kantor Pimpinan Pusat Persatuan Islam, jalan Perintis Kemerdekaan Bandung

Ihsan Setiadi Latief (anak A. Latief Muchtar, mantan ketua Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam). 32 tahun. Wawancata pada hari Sabtu tanggal 30 April 2005 bertempat di kediaman Ihsan Setiadi Latief, Jalan Lengkong Besar Gang Ancol Utara I No. 44/ 36 D Bandung.

Yusuf Emir Faisal (adik A. Latief Muchtar, Ketua Majelis Tafkir Pimpinan Pusat Persatuan Islam tahun 1995-2000 ). 71 tahun. Wawancara hari Jumat tanggal 3 Juni 2005 bertempat di Kantor Sekolah Dasar Islam Al-Azhar, jalan Purnawarman No.7 Bandung.

Juju Juhari (teman kecil A. Latief Muchtar). 73 tahun. Wawancara hari Minggu tanggal 17 April 2005 bertempat di kediaman Juju Juhari, Jalan Sari Indah Kiaracondong Bandung.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Historia: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah



Lisensi Creative Commons
Historia is licensed under Creative Commons Atribution - Non Commercial - Share Alike 4.0 International.