STUDENT’S LEARNING INTEREST AND LEARNING OUTCOMES IN HISTORY LESSON

Dewi Suhartini

Abstract


The research is experimental study of senior high school students in Bogor focuses on the use of e-learning in teaching history and aimed at investigating whether there is any improvement in the student’s interest and learning outcomes in history lesson on the students who learn by e-learning, compared to those who learn by traditional method. Nonequivalent (pretest and posttest) control group design is used in conducting the research. The population is the senior high school students in Bogor. The result shows that the students who learn history by e-learning achieved higher degree than those who do not learn using e-learning method, statistically significant at p<0.05. Furthermore, the score of the students learning outcomes for those who learned through e-learning is significantly improved, compared to those who do not learn using e-learning, statistically significant at p<0.05. The social economy status is not significantly correlated to the students’ interest and the students’ history learning outcomes. In fact, the students’ skill in using computer showed a significant correlation to the students’ interest and out come at p<0.05. It was concluded that the use of e-learning in teaching history is significantly affecting the students’ interest in learning history and the student learning outcomes.

Keywords


e-learning, history lesson

Full Text:

PDF

References


Abdulhak, I. (2002). Metodologi Pembelajaran Orang Dewasa. Bandung: Andira.

Abdulhak, I. (2001). Komunikasi Pembelajaran: Pendekatan Konvergensi dalam Peningkatan Kualitas dan Efektivitas Pembelajaran. Pidato Pengukuhan Guru Besar. UPI Bandung. 18 Oktober.

Banks, J. A. dan Clegg A.A. Jr (1985). Teaching Strategies for the Social Studies. Third Edition. New York & London: Longman Inc.

Bloom, B.S. (1982). Human Characteristic and School Learning. New York: McGraw-Hill.

Borg, W. dan Gall, M. (2003). Education Research, An Introduction. Boston: Pearson Education Inc.

Creswell, J.W. (1994). Research Design Qualitative and Quantitative Approaches. London: Sage Publications.

Dekker, N. (1995). Sejarah Indonesia Baru. Edisi 2. Jakarta: PT. Grahajaya Ofset

Departemen Pendidikan Nasional. (2003). Kurikulum 2004 Standar Kompetensi Mata Pelajaran Sejarah. Jakarta: Depdiknas.

Departemen Pendidikan Nasional. (2006). Kurikulum Tingkat satuan Pendidikan (KTSP). Jakarta: Depdiknas.

Drake, F.D. Nelson, L.R. (2005). Engagement in Teaching History, Theory and Practices for Middle and Secondary Teachers. New Jersey: Pearson Education.

Fraenkel, J.L. Walen, N.E. (1993). How to Design and Evaluate Research in Education. New York: McGraw-Hill, Inc.

Gaffar, M. F. (1996). “High Tech dan High Touch dalam Pengembangan SDM untuk Tahun 2020”. Mimbar Pendidikan. 4/XV/1996. 10-15. Bandung: University Press UPI.

Hasan, S. H. (2007). “Perkembangan Kurikulum Pendidikan Sejarah di Indonesia pada Masa Kemerdekaan”. Makalah pada Seminar Internasional Sejarah. Bandung. 6 Januari 2007.

Hasan, S. H. (2006a). “Pendidikan Multikultural dalam Pengajaran Sejarah”. Makalah pada MUKERNAS Pengajaran Sejarah Direktorat Sejarah, Departemen Pariwisata dan Kebudayaan. Surabaya. 11 Juli 2006.

Hasan, S. H. (1996a). Pandangan Dasar mengenai Kurikulum Pendidikan Sejarah. Pidato Pengukuhan Guru Besar. IKIP Bandung. 17 Oktober.

Ibrahim, N. (2004). “Efektivitas Tutorial Jarak Jauh Audio Interaktif dalam Pembelajaran”. Teknologi Pembelajaran: Peningkatan Kualitas Belajar melalui Teknologi Pembelajaran. Jakarta: Pustekkom.

Kamarga, H. (2002). Belajar Sejarah Melalui e-learning Alternatif Mengakses Sumber Informasi Kesejarahan. Bandung: Intimedia.

Kartadinata, S. (2006). “Pidato Rektor Pada Upacara Wisuda Gelombang II Tahun Akademik 2005/2006 UPI”. Bandung. 9 Nopember 2006.

Kartodirdjo, S. (1999). Ideologi dan Teknologi dalam Pembangunan Bangsa, Eksplorasi Dimensi Historis dan Sosio Kultural. Jakarta: Pabelan Jayakarta.

Lasmawan, I. W. (2002). Pengembangan Model Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di Sekolah Dasar dengan Model Ilmu-Teknologi-Masyarakat (ITM): Studi Pembelajaran IPS untuk Meningkatkan Kualitas Proses dan Hasil Belajar Menuju Siswa yang Literasi Sosial-Teknologi pada Sekolah Dasar di Kabupaten Buleleng-Bali. Disertasi. Bandung: PPS-UPI.

McMillan, J. H. Schumacher, S. (2001). Research in Education A Conceptual Introduction. New York: Longman.

Munir. (2003b). Konsep dan Aplikasi Teknologi Informasi dalam Meningkatkan Literasi Komputer dan Informasi. Makalah. Bandung: PPS UPI.

Munir. (2003a). “Pengembangan Teknologi Multi Media Terhadap Motivasi Belajar Anak-anak Prasekolah dalam Pembelajaran Literasi”. Mimbar Pendidikan. No.3/XXII/2003, 4-11. Bandung: University Press UPI.

Ngatimin, N., Shah, S. Md. (2004). Pedagogi ICT (Information and Communication Technology) dalam Pengajaran dan Pembelajaran Sejarah. Johor.

Nuraini, N. (2003). “Modul Multimedia sebagai Salah Satu Sarana Peningkatan Motivasi Mahasiswa dalam Mempelajari Kalkulus”. Makalah pada Seminar E Learning Comlabs ITB, Bandung. 11 Desember 2003.

Pannen, P. (2005). Pengembangan E-learning: Antara Mitos dan Kenyataan. Makalah pada Seminar Nasional Teknologi Pembelajaran. Jakarta, 5-6 Desember 2005.

Pintrich, P. R. Schunk, D. H. (2002). Motivation in Education: Theory, Research and Applications. New Jersey: Pearson Education Inc.

Purbo, Onno W. Hartanto, A A.(2002). Teknologi e- Learning Berbasis PHP dan MySQL. Jakarta: Elex Media Computindo.

Rosenberg. M. J. (2001). E-Learning Strategies for Delivering Knowledge in the Digital Age. New York: Mc Graw-Hill.

Sanjaya, W. (2002). Pengembangan Model Pembelajaran Metode Klinis bagi Peningkatan Kemampuan Berfikir Siswa dalam Pembelajaran IPS di SD. Disertasi. Bandung: UPI.

Slameto. (1995). Belajar dan Faktor-faktor yang mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.

Soekartawi. (2003). “Prinsip Dasar e Learning: Teori dan Aplikasinya di Indonesia”. Jurnal Teknodik. No. 12/VII/Oktober 2003. 5-27. Jakarta: Pusat Teknologi Komunikasi dan Informasi Pendidikan.

Suhartini, D. (2001). Minat Siswa Terhadap Topik-Topik Mata Pelajaran Sejarah dan Beberapa Faktor Yang Melatarbelakanginya (Studi Deskriptif terhadap Siswa Sekolah Menengah Umum Negeri di Kota Bogor). Tesis. Bandung:UPI.

Supriadi, D. Mulyana, R. (ed). (2004). Membangun Bangsa Melalui Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Supriadi, D (1994). Kreativitas, Kebudayaan dan Perkembangan Iptek. Bandung: Alfabeta.

Suprijadi. (2003). “Infrastruktur dalam Pengembangan E-Learning”. Makalah pada Seminar E Learning Comlabs ITB. Bandung. 11 Desember 2003.

Wiriaatmadja, R. (2002). Pendidikan Sejarah di Indonesia, Perspektif Lokal, Nasional dan Global. Bandung: Historia Utama Press.

Yuhetty. H. (2004). “ Edukasi.Net Pembelajaran Berbasis Jaringan: Tantangan dan Peluangnya”. Teknologi Pembelajaran: Peningkatan Kualitas Belajar melalui Teknologi Pembelajaran. Jakarta: Pustekkom.

Zainul, A. (1997). Locus of Control, Self Esteem, dan Tes Baku. Pidato Pengukuhan Guru Besar. IKIP Bandung. 27 Februari.

INTERNET

Abell, M. dan Lewis, P. (2005). Universal Design For Learning: A Statewide Improvement Model For Academic Success.[On Line] Tersedia: http://www.rit.edu/~easi/itd/itdv11n1/abell.htm. [9 November 2005]

Anderson, C. (2005). Theory of Teaching and Learning.[On Line] Tersedia: http://www.usd.edu. [1 September 2005]

Berliner, D. C. (1990). What’s All the Fuss About Instructional Time? [On Line] Tersedi http://courses.ed.asu.edu/Berliner/readings/fuss/fuss.htm [20 September 2006]

Freud. S. (2007). Conditions Required for Learning. [On Line]. Tersedia http://library.thinkquest.org/C005704/content_hwl_crl.php3.[5 Maret 2007]

Gottlieb, M. (2001). E-Learning: Are You Tortoise or a Hare? [On Line] Tersedia http://www.comproj.com/Gottlieb_Feb2000.htm [4 April 2004]

Gottlieb, M. (2000). Foundations of E-Learning. [On Line]. Tersedia: http://www.comproj.com/Gottlieb.htm [4 April 2004]

Gottlieb, M. (1997). School as We Know It Could Be Out Forever. [On Line] Tersedia: http://www.comproj.com/mg-art1.htm [4 April 2004]

Hamilton, E. K. (2001). Learning Definitions. [On Line]. Tersedia: http://webhome.idirect.com/~kehamilt/psydef5.html [25 Januari 2007]

Hansen,J.C. (1995). Interest Assessment. [Online]. Tersedia: http://www.ed.gov/databases/ERIC_Digests/ed389961.html [18 Desember 2004]

Hasan, S. H. (2000). Pendekatan Multikultural untuk Penyempurnaan Kurikulum Nasional. [On Line]. Tersedia http: www. Depdiknas.go.id/jurnal/26/ pendekatan_hamid_hasan.html. [20 Agustus 2004].

Kearsley, G. Shneiderman, B. (1999). Engagement Theory: A framework for technology-based teaching and learning. [On Line]. Tersedia http://home.sprynet.com/~gkearsley/engage.htm. [23 Juli 2006]

Koran, J. K. C. (2004). Aplikasi ‘E-Learning’ dalam Pengajaran dan Pembelajaran di Sekolah-sekolah Malaysia: Cadangan Perlaksanaan Pada Senario Masa Kini. [On Line]. Tersedia http://www sekolahku.net/artikel/pengenalan-e-learning.pdf. [8 Maret 2004]

Leigh, D. (2004). A Brief History of Instructional Design. [On Line]. Tersedia: http://www.pigncispi.com/articles/education/brief%20history.htm [ 8 Februari 2004]

McCombs, B.L. (2002). Motivation Exercise.[On Line]. Tersedia: http://incolor.inetnebr.com/fadams/motivation_exercise.htm.[5 Maret 2007]

Minton, M. C. (2000). Is Your Organization Ready for E-Learning? [On Line] Tersedia: http://www.comproj.com/Minton.htm [4 April 2004]

Ryder, M. (2004). Instructional Design Models. [On Line] Tersedia: http://carbon.cudenver.edu/~mryder/itc_data/idmodels.html [16 Januari 2004]

Scarcella, R.C., Oxford, R.L. (1992). The Tapestry of Language Learning: The Individual in the Communicative Clasroom. Boston: Heinle &Heinle Publishers.[OnLine].Tersediahttp://www.richmond.edu/~terry/Middlebury/motivation.htm [5 Maret 2007]

Shernoff, David J, Csikszentmihalyi, Mihaly. Schneider, Barbara & Shernoff, Elisa Steele. (2003). Student Engagement in High School Classrooms from the Perspective of Flow Theory. [Online].Tersedia: http://www.qlrc.org/pmachine/more.php?id=10_0_1_0_M [20 September 2006]

Shneiderman, Ben. (1994). Education by Engagement and Construction: Can Distance Learning be Better than Face-to-Face?. [OnLine]. Tersedia: http//www.hitl.washington.edu/scivw/EVE/distance.html. [20 September 2006]

Smith, M. C. (1997). Adults’Engagement in Reading: A Test of Engagement Theory. [OnLine].Tersedia: http : // www. cedu. niu. Edu / ~ smith / papers / engagement. htm [20 September 2006]

Smith, M. K. (2005). Learning Theory. [On Line]. Tersedia: http://www.infed.org/biblio/b-learn.htm [25 Januari 2007]

Stearns, Peter. (2001). Why Study History? [On Line]. Tersedia http://www.Theaha.Org/pubs/stearns.htm [5 Februari 2004]

Stearns, Peter. (2003). Benchmarks for Professional Development in Teaching History a discipline. [On Line]. Tersedia: http://www.historians.org/info/contact.cfm?u=nfrankel [22 Juni 2004]

TIP. (1998). Subsumption Theory (D.Ausubel). [Online]. Tersedia: http://www.Lincoln.ac.nz/educ/tip/sc.htm. [5 Februari 2004]

Wikipedia.(2007).Learning.[OnLine]. Tersedia http://en.wikipedia.org/wiki/ Learning [25 Januari 2007]

Yunus, Fallah. (2004). Penggunaan Komputer Untuk Pendidikan. [On Line] Tersedia: http://guruvalah.20m.com/artikel_pendidikan2.html [30 Januari 2004]




DOI: http://dx.doi.org/10.17509/historia.v11i2.12381

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Historia: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah



 Image result for logo garuda ristekdikti

Lisensi Creative Commons
Historia is licensed under Creative Commons Atribution - Non Commercial - Share Alike 4.0 International.

Alamat Redaksi: Gedung Numan Soemantri, FPIPS UPI, Departemen Pendidikan Sejarah, Lantai 2, Jl. Dr. Setiabudhi No 229 Bandung, 40154

 

View "Jurnal Historia" Stats