FILOSOFIS KURIKULUM MATA PELAJARAN SEJARAH MASA ORDE LAMA

Zulkarnain Zulkarnain

Sari


Para pengambil kebijakan  sering kali tidak menyadari efek dari sebuah keputusan penting dan strategis yang diambilnya di bidang pendidikan, terutama kebijakan pemerintah dalam melakukan perubahan  terhadap  kurikulum.Arti pentingnya  filosofi dalam suatu pengembangan kurikulum  didasari atas keyakinannya  bahwa  pendidikan adalah sebuah proses pengembangan potensi peserta didik. Filosofi pengembangan kurikulum yang dijadikan pijakan oleh pemerintah dalam hal ini kementerian pendidikan sangat berpengaruh dalam  menentukan arah perkembangan aspek-aspek yang berhubungan dengan kebijakan kurikulum pendidikan. Aspek-aspek tersebut meliputi: tujuan, materi, proses,dan evaluasi hasil belajar, dalam pengembangan kurikulum,, Pancasila sebagai filosofi pendidikan tertinggi yang diadopsi dari agama dan kebudayaan lokal serta nasional perlu terpatri dalam  sanubari bagi setiap warga, termasuk di dalamnya para peserta didik Pada massa orde lama filosofis dan  praktik-praktik pendidikan sarat dengan muatan politis dan doktrin  idiologis,hal ini disebabkanb oleh beberapa hal diantaranya secara formal sebenarnya Indonesia baru mempuyai undang undang pendidikan nasional pada tahun 1950. Para pengambil kebijakan lebih banyak disibukkan pada hal hal yang berhubungan dengan konstitusi kenegaraan, mereka  lupa bahwa ketika Indonesia merdeka seharusnya perdebatan utama justru pada tataran filosofi pendidikan. Oleh karenanya, 5 tahun setelah Indonesia merdeka tepatya pada tahun 1950, barulah Indonesia memiliki Undang-Undang Sistem Pendidikan nasional


Kata Kunci


Filosofi Kurikulum,Sejarah, Orde Lama

Referensi


Arsip dan Laporan Resmi

Surat Keputusan Pemberhentian Ki Hadjar Dewantara Sebagai Menteri Pendidikan Tanggal 15 November 1945. Arsip Majelis Luhur Persatuan Taman Siswa.

Telegram Kepada Ki Hadjar Dewantara Dari Menteri Pendidikan Untuk Segera Membentuk Pantia Penyelidik Pendidikan dan Pengajaran Tanggal 15 Febuari 1946. Arsip Majelis Luhur Persatuan Taman Siswa.

Kementerian Penerangan Republik Indonesia. (1949). Kenang-Kenangan Kongres Pendidikan Antar Indonesia Di Ibu Kota Republik Indonesia 15-20 Oktober 1949.

Undang-Undang Pokok Pendidikan dan Pengajaran No. 4 Tahun 1950 (UUPP). Arsip Ki Sarmidi Mangunsarkoro

Ahmad Syafii Maarif. (1995). ”Historiografi dan pengajaran sejarah Indonesia”. Makalah Dalam Seminar Nasional Tentang “Demitologi Pemahaman Sejarah Masa Kini Dalam Rangka Pendewasaan Pengetahuan Sejarah Bangsa”.Padang: FPIPS IKIP Padang.

_____,Islam dalam bingkai Ke-Indonesiaan dan Kemanusiaan.Jakarta : Maarif Institute.

David Pratt. (1980). Curriculum Design and Development. (New York: Harcourt Brace Javanovich Publishers.

Djoko Suryo. (2005). ”Paradigma sejarah di Indonesia dan kurikulum sejarah”, dalam Makalah Seminar Nasional Dan Temu Alumni Program Studi Pendidikan Sejarah Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta.Surakarta: PPS UNS.

Gutek, Gerald Lee. (1974). Philosophical Alternatives in Education. Ohio: Charles E. Merill Publishing Company.

Hamid Hasan. (2009). Evaluasi Kurikulum. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Helius Sjamsuddin dkk. (1993). Sejarah Pendidikan Di Indonesia Zaman Kemerdekaan (1945-1966). Jakarta: Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan

I Gde Widja. (1989). Pengantar Ilmu Sejarah: Sejarah dalam Perspektif Pendidikan. Semarang: Satya Wacana.

John Dewey (October 20, 1859) was an American philosopher, psychologist, and educational reformer whose ideas have been influential in education and social reform. Born: October 20, 1859, Burlington, Vermont, United States Died: June 1, 1952, New York City, New York, United States Education: University of Vermont (1879), Johns Hopkins University, University of Chicago Children: Gordon Dewey, Evelyn Dewey, Morris Dewey, More

Leo Agung. (2015). Telaah Kurikulum Sekolah Menengah Di Indonesia Sejak Kemerdekaan Hingga Reformasi. Yogyakarta: Ombak.

Nasution. (1999). Kurikulum dan Pengajaran. Jakarta: Bumi Aksara.

. (2001). Asas-Asas Kurikulum. Jakarta: Bumi Aksara.

Oliva, Peter F. 1992. Developing The Curriculum 3rd Edition. New York: Harper Collins Publishers.

Philips W Jackson (1992). Handbook of Research On Curiculum (A Projeck of the American Educational Research Association).New york : Macmilan Publising Companny

Phillips, Ian. (2008). Teaching History Developing As A Reflective Secibdary Teacher. London: Sage Publication.

Tyler, Ralph W. 1973. Basic Principles of Curriculum and Instruction. London: Lowe and Brydone (Printers) Ltd

Suyata. (2010). “Pemberdayaan sekolah”. Makalah. Disampaikan pada workshop strategi pengembangan mutu sekolah bagi kepala sekolah dan pengawas sekolah tanggal 7 Agustus 2010 di PPs UNY

Zamroni (2006). “Demokrasi dan pendidikan dalam transisi”, dalam buku kearifan sang profesor, bersuku-bangsa untuk saling mengenal. Yogyakarta: UNY Press

_____ (2016) Refleksi Pendidikan dan Kebangsaan Setengah Abad : Kiprah A Malik

¬¬


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##