LEARNING LOCAL AND NATIONAL HISTORY TO DEVELOP HEROIC VALUES

Nananng suryana

Sari


This study was motivated by the writer’s concern on the accumulating phenomena of social deviation in adolescent life. The writer’s think education were not able to develop the best character in students life. The historical teaching is a part of education have function as to develop a character, because in history be foundthe best value from the event and the historical figure. That is called a heroism value, a concept which we can to study about the best value in history from the event and the hero. The hero in history is the individual to prefoundly different if he had deternining an issue or event whose consequences would have been profoundly between if had not acted as he did. This concept still relevance in the adolescent fhenomena in Indonesia. Historical Education, especially a heorism teaching, is one of an effective media for chacater development. Historical education bases the heroes to build bravevy, casrifice, leadership, and responsibility character. Based on the introductory statement above, the research problem of this study would be stated as followed: “Are there any significant differences in students’ awareness in history before and after the teaching and learning of history according to the multiculturalism in local, national, global perspectives?”. The methodology used in this study was both quantitative and qualitative paradigms, with quasi-experimental design and data compiled by interview technique among lower secondary school students in Sumedang municipality. The research findings are firstly, that the influence of local history teaching towards the develop of heroism value are significant. Second, the influence of national history teaching towards the develop of heroism value is positively significant. Third, that the influence of local and national history teaching and learning towards the develop of heroism value is significant.

Teks Lengkap:

PDF (English)

Referensi


Abdullah, T. (Ed.). (2005). Sejarah Lokal di Indonesia. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Adam, C. (1984). Bung Karno, Penyambung Lidah Rakyat. Jakarta: Yayasan Obor

Anjarsari. (2010). Undang-Undang No. 20 Tahun 2009 tentang tentang Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan (Online). Tersedia: http://file.mkri/com. [18 Maret 2012]

Burke, P. (1995). New Perspectives on Historical Writing. Cambridge: Polity Press.

Collingwood, R.C. (2001).The Principles Of History. New York : Oxford University Press.

Depdiknas. (2007). Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Depdiknas.

Bungin, B. (2010). Metodologi Penelitian Kuantitatif. Jakarta: Prenada Media Group.

Chalmers. (1983). Apa Itu yang Dinamakan Ilmu?Suatu Penilaian tentang Watak dan Status Ilmu serta Metodenya. Jakarta: Hasta Mitra.

Creswell. J. W. (2010). Research Design, Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed. Jakarta: Pustaka Pelajar.

Fraenkel, J.R. (1977). How to Teach About Values: An Analytik Approach. Enflewood Cliffs, New Jersedy: Prentice Hall, Inc.

Finberg, H.P.R and V.H.T. Skipp. (1973). Local History, Objective and Pursuit. Great Britain: David & Charles.

Hasan, S. H. (2007). Kurikulum Sejarah dan Pendidikan Sejarah Lokal.(Online). Tersedia: http://file.upi.edu/Direktori. [18 Juli 2011].

Hasan, S. H. (2007). Pendidikan Sejarah Dalam Rangka Pengembangan Memori Kolektif.(Online). Tersedia: http://file.upi.edu/Direktori. [18 Juli 2011].

Hasan, S. H. (2007). Pembelajaran sejarah Yang mencerdaskan. (Online). Tersedia: http://file.upi.edu/Direktori. [18 Juli 2011].

Hasan, S. H. (2012). Pendidikan Sejarah Indonesia, Isu dalam Ide dan Pembelajaran. Bandung: Penerbit Rizky.

Herlina, N. (2008). Sejarah Sumedang, Dari Masa Ke Masa. Sumedang: Dinas Parawisata dan Kebudayaan Sumedang.

Himmelfarb, G. (1987). The New History and The Old. Cambridge, Massachusetts: The Belknap Press of Harvard University Press.

Hizam, I. (2010). Kontribusi Minat Belajar dan Kemampuan Klarifikasi Nilai Sejarah dalam Pembentukan Sikap Nasionalisme. (Online). Tersedia: http://idb3.wikispaces.com.pdf. 13 maret 2011.

Hook, S. (1999). The Hero on History. Boston: Beacon Press.

Hurlock, E. (2005). Psikologi Perkembangan. Jakarta: Penerbit Airlangga.

Irons, P. (2003). Keberanian Mereka yang Berpendirian. Bandung: Angkasa

NANANG SURYANA,

Learning Local and National History to Develop Heroic Value

Jaja, M. (2011). Upaya Penanaman Nilai-Nilai Kepahlawanan.(Online). Tersedia: http://www.disjarah-ad.org/news-a-event/upaya-penanaman-nilai-nilai-kepahlawanan.html. [28 Januari 2012].

Johnson, E.B. (2008). Contextual Teaching & Learning. Bandung: Penerbit MLC.

Kamarga, H. (2006). Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dan Materi Sejarah Lokal. (Online). Tersedia: http://file.upi.edu/Direktori. [18 Juli 2011].

Kartodirdjo, S. (1993). Pendekatan Ilmu Sosial dalam Metodologi Sejarah. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Kartodirdjo, S. (2005). Sejarah Indische sampai Indonesia. Jakarta: Penerbit Kompas.

Kartodirdjo. S. (1987). Pengantar Sejarah Indonesia Baru 1500-1900: Dari Emporium sampai Imperium, Jilid I. Jakarta: PT Gramedia.

Kartono, K. (2010). Pemimpin dan Kepemimpinan, Apakah Kepemimpinan Abnormal Itu?. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Kasenda, P. (2010). Sukarno Muda, Biografi Pemikiran 1926-1933. Jakarta: Penerbit Komunitas Bambu.

Kemendiknas. (2010). Panduan Pendidikan Karakter. Jakarta: Kemendiknas.

Koentjaraningrat. (1990). Kebudayaan, Mentalitas dan Pembangunan. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Kozicki, H. (1998). Developments in Modern Historiography. London: Macmillan Press LTD.

Kuntowijoyo. (2003). Metodologi Sejarah. Yogyakarta: Penerbit Tiara Wacana Yogya.

Kurniawan. S. Pendidikan di Mata Soekarno. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Lichtman, Alan J & Valerie French. (1978), Historians and The Living Past, The Theory and Practice of Historical Study. Arlington Heights: Harlan Davidson.

Luna, D dan Gupta, S. (2010). An integrative framework for cross-cultural consumer behavior (Online). Tersedia: http://www.mcbup.com/research. [10 Januari 2012]

Marihandono, D. (2008). Medekonstruksi Mitos Pembangunan Jalan Raya Cadas Pangeran 1808: Komparasi Sejarah dan Tradisi Lisan. (Online). Tersedia: [10 Januari 2012].

Mulyana. A. (2009). Mengembangkan Keraifan Lokal Dalam Pembelajaran Sejarah. Tersedia: http://file.upi.edu/Direktori. [18 Juli 2011].

Mulyana, A dan Darmiasti. (2009). Historiografi di Indonesia, dari Magis-religius Hingga Strukturist. Bandung: Reika Aditama.

Munch, P. A. (2010). Norse Mythology, Legends of Gods and Heroes. New York: The American-Scandinavian Foundation.

Nordholt, H. S. et al. (2008). Perspektif Baru Penulisan Sejarah Indonesia. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Nursam. M. (2008). Membuka Bagi Masa Depan, Biografi Sartono Kartodirdjo. Jakarta: Penerbit Kompas.

Nurhadi. (2009). Pembelajaran Kontekstual. Bandung: Penerbit Pakar Raya

Ramdhani, N. (2010). Pembentukan dan Perubahan Sikap. (Online). Tersedia: http//:Neila ramdhani.blog.spot. [2 Januari 2012].

Rasyidin, W. (2009). “Filsafat Pendidikan”, dalam Ilmu dan Aplikasi Pendidikan. Bandung: Imtima.

Sardiman. (2010). Nilai-Nilai Kepahlawanan dalam Pembelajaran Sejarah (Online). Tersedia: http://semangatbelajar.com/sejarah-lokal-dalam-kurikulum-sekolah.pdf. [21 Januari 2012]

Saripudin, D dan Ahmad, A.R. (2008). Masyarakat dan Pendidikan, Perspektif Sosiologis. Pahang Malaysia: Yayasan Istana Abdulaziz

Sastrahadiprawira, M. (2009). Pangeran Kornel. Bandung: Penerbit Kilbat.

Sawunggalih, M. (2010). Sejarah Lokal Dalam Kurikulum Sekolah.(On Line) Tersedia: . http://semangatbelajar.com/sejarah-lokal-dalam-kurikulum-sekolah [1 Agustus 2011].

Sjamsuddin. H. (2008). Metodologi Sejarah. Yograkarta:Bentang

Sylvia. (2005). Eefektifitas Pemanfaatan Media Film Dalam Pembelajaran Sejarah Sebagai Upaya Meningkatkan Kesadaran Kebangsaan Siswa. Tesis. Bandung: Prodi Pendidikan IPS PPS UPI.

Supardan, D. (2009). Pembelajaran Sejarah Berbasis Pendekatan Multikulturalisme dan Perspektif Sejarah Lokal, Nasional, Global dalam Integrasi Bangsa. (Online). Tersedia: Tersedia: http://file.upi.edu/Direktori. [18 Juli 2011].

Supardan, D. (2004). Pembelajaran Sejarah Berbasis Pendekatan Multikulturalisme dan Perspektif Sejarah Lokal, Nasional, Global dalam Integrasi Bangsa. Bandung: Pendidikan IPS-PPS-IKIP Bandung.

Supardi. (2007). Penanaman Nilai-nilai Dalam pembelajaran IPS di SMP.(Online). Tersedia: http://re-searchengines.com/0807trimo.html. [13 maret 2011].

Supriatna, N. (2007). Konstruksi Pembelajaran Sejarah Kritis. Bandung: Historia Utama Press.

Suseno, F. M. (1998). 13 Model Pendekatan Etika. Jakarta: Bhumi Aksara.

Suskie, L. (2009). Assessing Student Learning. San Fransisco: Jossey-Bass.

Uyanto. S. S. (2009). Pedoman Analisis Data Dengan SPSS. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Wasino. (2005). Sejarah Lokal dan Pengajaran Sejarah di Sekolah dalam Jurnal Paramita.Vol. 15 No. 1 Juni 2005.

Widja, I Gde. (1989). Sejarah Lokal Suatu Perspektif dalam Pengajaran Sejarah. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Wineburg, S. (2006). Berfikir Historis. Jakarta: Penerbit Obor.

Wiriaatmadja, R. (1992). Peranan Pengajaran Sejarah Nasional Indonesia Dalam Pembentukan Identitas Nasional. Disertasi. Bandung: Pendidikan IPS-PPS-IKIP Bandung.

Wiriatmadja, Rochiati. (2007). “Multikulturalisme Dalam Materi

NANANG SURYANA,

Learning Local and National History to Develop Heroic Value

sejarah Lokal, dalam Pembelajaran Sejarah Lokal. Bandung: Bumi Aksara.

Wiyanarti, E. (2012). Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Untuk Pengembangan Kesadaran Empati. Disertasi Doktor pada FPS UPI Bandung: tidak diterbitkan.

Yulaelawati, E. (2007). Kurikulum dan Pembelajaran, Filosofi Teori dan Aplikasi.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##