Analisis Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Facilitator and Explaining dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik

Eka Komala Dewi, Hendri Winata

Abstract


Critical thinking skill of students is affected by many factors, including the learning model. There are many kinds of learning model; one of it is cooperative learning model with student facilitator and explaining type. This article discussed the results of research on the application of the student facilitator and explaining model in improving critical thinking skill of students in introduction of office administration subject. This study used a quasi-experimental method with Nonequivalent Control Group design. The results of conducted research showed a positive and significant difference in the application of the cooperative learning model with student facilitator and explaining type to improve critical thinking skill of learners.

ABSTRAK

Kemampuan berpikir kritis peserta didik dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya adalah model pembelajaran,dimana model pembelajaran ini banyak sekali macamnya salah satunya adalah model cooverarative learning tipe student facilitator and eksplaining. Artikel ini membahas hasil penelitian tentang penerapan model student facilitator and eksplaining dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik pada mata pelajaran pengantar administrasi perkantoran. Dalam penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu (quasi experiment) dengan desain Nonequivalent Control Group. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan adanya perbedaan yang positif dan signifikan dalam penerapan model pembelejaran kooperatif tipe student facilitator and eksplaining untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik. 


Full Text:

PDF

References


Arikunto, S. (2013). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Bina Aksara.

Astuti, I. P. (2016). Eksperimentasi Model Pembelajaran Student Facilitaor and Eksplaining dan Student Achievment Division Pada Hasil Belajar Matematika Materi Himpunan di SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. Media Prestasi, Vol. XVII No.1, 63-69.

Fisher, A. (2009). Berpikir Kritis Sebuah Pengantar. (B. Hadinata, Trans.) Jakarta: Erlangga.

Kuswana, W. S. (2011). Taksonomi Berpikir. Bandung : Remaja Rosdakarya.

Lie, A. (2008). Cooverative Learning Mempraktikan Cooverative Learning di Ruang - ruang Kelas. Jakarta: Grasindo.

Nafiur Rofiq, M. (2010). Pembelajaran Kooperatif (Cooverative Learning) dalam Pengajaran Pendidikan Agama Islam. Falasifa, Vol.1 No.1, 1-14.

Ruseffendi, E. (2005). Dasar - dasar Penelitian Pendidikan dan Bidang Non-Eksakta Lainnya. Bandung : Tarsito.

Ryane Muslim, S. (2014). Pengaruh penggunaan metode student facilitaor and eksplaining dalam pembelajaran kooperatif terhadapa kemampuan pemecahan masalah matematik dan kemampuan berpikir kritis matematik siswa SMK di Tasikmalaya. Pendidikan dan Keguruan, 1 (1).

Suprijono, A. (2008). Cooverative learning teori dan aplikasi paikem. Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Susanto, A. (2013). Teori pembelajaran di Sekolah Dasar. Jakarta: Kencana.

Turmuzi, Laila, & Dkk. (2012). Telaah Kurikulum Matematika. Mataram: Arga Puji Press.

Wibisono, A. G. (2014). Menjadi Kritis it's Not A Crime. Jakarta: Willian.

Yilidrim, B., & Ozkahraman, S. (2011). Critical Thinking In Nursing Process and Education. Internatonal Journal of Humanities and Socuial Science, 1(13), 257-261.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.