PENGEMBANGAN INQUIRY MANUAL TEACHING BOOK PADA MATERI EKOSISTEM UNTUK MEMBERDAYAKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK TINGKAT SMA

Ardhiana Iffa Farida, Murni Ramli, Puguh Karyanto

Abstract


Penelitian dan pengembangan Inquiry Manual Taching Book (IMTB) pada materi ekosistem dilakukan untuk membantu guru merancang dan menerapkan pembelajaran berbasis inkuiri dalam memberdayakan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Penelitian yang didesain merupakan Research and Development (R&D) yang mengacu model Borg dan Gall (1983). Responden dalam penelitian ini terdiri dari empat guru Biologi SMA dan 109 peserta didik SMA kelas X dari dua SMA di Kota Surakarta dan dua SMA di Sragen. Pengumpulan data penelitian menggunakan angket, tes, lembar observasi, lembar validasi, lembar penilaian RPP, lembar keterlaksanaan sintaks LoI, dan tes kemampuan berpikir kritis. Analisis data yang digunakan adalah analisis data deskriptif dalam bentuk persentase, nilai gain, uji t berpasangan, dan uji anacova. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Rata-rata pemahaman, pelaksanaan, dan kesulitan guru biologi tentang pembelajaran berbasis inkuiri guru biologi sebesar 68,12% tergolong kategori cukup. Rata-rata hasil kemampuan guru mengurutkan sintaks inkuiri sebesar 27,58% tergolong sangat kurang. Rata-rata kemampuan berpikir kritis peserta didik sebesar 49,25% tergolong sangat kurang; (2) karakteristik IMTB, yaitu berbasis model LoI, sebagai sumber bahan ajar bagi guru, berorientasi pada tujuan untuk memberdayakan kemampuan berpikir kritis, memiliki prinsip less is more, mudah dipahami dan sistematis, membantu guru dalam merencanakan dan menerapkan LoI, dan berorientasi pada aktivitas peserta didik; (3) para ahli menyimpulkan bahwa IMTB layak berdasarkan komponen materi dan pembelajaran, instrumen evaluasi, tata bahasa, dan kegrafikan. Praktisi pendidikan menyimpulkan bahwa IMTB layak dengan predikat bagus; (4) ketercapaian pembuatan RPP bagi guru biologi pada mata materi ekosistem berdasarkan IMTB sebesar 89,92% dan tergolong kategori sangat baik; (5) ada perbedaan signifikan nilai kemampuan berpikir kritis peserta didik antara pretes dan postes. Terdapat peningkatan jumlah peserta didik pada kelompok kemampuan berpikir kritis sedang dan tinggi. Peningkatan setiap aspek kemampuan berpiki kritis dengan N-gain sebesar 0,5 berkategori sedang; (6) ada pengaruh profil guru dalam mengajar dengan menggunakan IMTB terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik.

 

Kata kunci: Inquiry Manual Teaching Book, Kemampuan Berpikir Kritis, Biologi.


References


Anderson, R. (2002). Reforming science teaching. What research says about inquiry?. Journal of Science Teacher Education, 13, 1–12.

Anggareni, N. W. (2013). Implementasi Strategi Pembelajaran Inkuiri Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Pemahaman Konsep IPA Siswa SMP. e-Journal Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha, Program Studi Pendidikan. IPA Volume 3, Tahun 2013.

Ariyati, E. (2010). Pembelajaran Berbasis Prakikum untuk Meningkatkan Kemampuan Berpiki Kritis Mahasiswa. Jurnal Matematika dan IPA. Vol 1. No. 2. Juli 2010.

Borg, W.R. Gall, M. D., & Gall, J. P. (1983). Educational Research an Introduction. Boston: Allyn & Bacon.

Boris, G., & Hall, T. (2006). Critical Thinking and Outline Learning: A Practical Inquiry Perspective in Higher Education. 20th Annual Conference on Distance Teaching and Learning. http://www.uwex.edu/disted/conference/.

Byrnes, J., & Torney-Purta, J. (1995). Naive Theories and Decision Making as Part of Higher Order Thinking in Social Studies. Theory and Research in Social Education, 23(3), 260–277.

Chiapetta, E., & Adams, A. (2000). Towards a Conception of Teaching Science and Inquiry— The place of content and process. A paper presented at the Annual Meeting of the National Association for research in science teaching.

Danim, S. (2010). Profesionalisasi dan Etika Profesi Guru. Bandung: Alfabeta.

Daryanto. (2013). Menyusun Modul: Bahan Ajar untuk Persiapan Guru Mengajar. Yogyakarta: Gava Media.

Facione, P. A. (2015). Critical Thinking: What it is and Why it Counts. http://www.insightassessment.com/content/download/1176/7580/file/what%26why2010.pdf.

Fortino, C. R. (2015). Critical Thinking and Problem-Solving for the 21st Century Learner. A Publication in Support of NYSUT’s initiative to end the achievement gap. NYSUT (New York State United Teachers). Tersedia di www.nysut.org.

Gardner, A. L., Stennet, B. (2013). The Biology Teacher’s Handbook 4th Edition. Terj. Paramitha. Jakarta: Indeks. (Buku asli diterbitkan 2009).

Gradya, A. O., Simmieb, G. M., Kennedya, T. (2014). Why change to active learning? Pre-service and in-service science teachers’ perceptions. European Journal of Teacher Education, Vol. 37, No. 1, 35–50.

Gredler, M. E. (2009). Learning and Instruction: Theory into Practice, Sixth Edition. Colombus, Ohio : Pearson.

Gunn, T. M., Grigg, L. M., and Pomahac, G. A. (2007). Critical thinking in science education: can bioethical issues and questioning strategies increase scientific understandings?. Paper presented at The Ninth International History, Philosophy & Science Teaching Conference. University of Calgary. Tersedia di http://www.ucalgary.ca/ihpst07.

Heinrich, W. F., Habron, G. B., Johnson, H. L., & Goralnik, L (2015). Critical Thinking Assessment Across Four Sustainability-Related Experiential Learning Settings, Journal of Experiential Education, 38(4), 373-393.

Hilmiah, A. (2006). Hubungan antara Kemampuan Berpikir dan Hasil Belajar pada Pembelajaran Biologi dengan Pola Pemberdayaan Berpikir Melalui Pertanyaan (PBMP) dan Jigsaw di Kelas III SMP Negeri 1 Lawang Kabupaten Malang. Malang: State University of Malang, Indonesia.

Holt, E.A., Young, C., Keetch, J., Larsen, S., & Mollner, B. (2015). The Greatest Learning Return on Your Pedagogical Investment: Alignment, Assessment or In-Class Instruction?. PLOS ONE. 10(9), 1-19.

Johnson, E. B. (2007). Contextual Teaching and Learning. Terj. Ibnu Setiawan. Bandung: MLC. (Buku asli diterbitkan 2002).

Klieger, A., & Yakobovitch, A. (2011). Perception of Science Standards’ Effectiveness and Their Implementation by Science Teachers. Journal Education Technologi 20:286-299.

Meha, M. L. B. G. (2006). Hubungan Antara Thinking Skill dan Academic Skill dengan Hasil Belajar Kognitif pada Pembelajaran Biologi yang Menggunakan Pola Pembelajaran Pemberdayaan Berpikir Melalui Pertanyaan (PBMP) dalam Strategi Kooperatif Think Pair Share (TPS) di SMPN 22 Malang. Unpublished thesis. Malang: State University of Malang, Indonesia.

Minstrell, J., & Van Zee, E. H. (2000). Inquiring Into Inquiry Learning and Teaching in Science. Washington, DC: American Association for the Advancement of Science.

Morrison, G. R., Moss, S. M., dan Kemp, J. E. (2001). Designing Effective Instruction. United Kingdom: Cambridge University Press.

Myers & Botti. (2002). Exploring the Environment: Problem Based Learning in Action. Annual Meeting of the American Education Research Association 2002.

Orlich, D. C., Harder, R. B., Callahan, R. C., Brown, A. H., Trevisan, M. S. (2012). Teaching Strategies: A Guide to Better Instruction !0th Edition. New York: Houghton Mifflin Company

Rohman, M., & Amri, S. (2013). Strategi & Desain Pengembangan Sistem Pembelajaran. Jakarta: Prestasi Pustakarya.

Rustaman, N. Y. (2005). Strategi Belajar Mengajar Biologi. Malang: Universitas Negeri Malang.

Schunk, D. H. (2012). Learning Teories an Educational Perspective Sixth Edition. Terj. Eva Hamdiah dan Rahmat Fajar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. (Buku asli diterbitkan 2012).

Setiyawati, S. F., & Kuswanto, H. (2015). Pengembangan Buku Pedoman Guru Pada Pembelajaran Fisika Sma Menggunakan Model Problem Solving Level Inkuiri. Jurnal Inovasi Pendidikan Ipa Volume 1 – Nomor 2, Oktober 2015, (225 - 236).

Sutman, F. X., Schmuckler, J. S., dan Woodfield, J. D. (2008). The Science Quest Using Inquiry/ Discovery to Enhance Student Learning. San Francisco: Jossey Bass.

The Partnership for 21st Century Skills (n.d.). A framework for 21st century learning. http://www.p21.org.

Thompson, C. (2011). Critical Thinking Across the Curriculum: Process Over Output. International journal of humanities and social science. 1(9).

Vijayaratnam, P. (2009). Cooperative Learning as a Means to Developing Students’ Critical and Creative Thinking Skills. Proceedings of the 2nd International Conference of Teaching and Learning (ICTL 2009), INTI University College, Malaysia.

¬¬Wenning, C. J. (2010). Levels of Inquiry: Using Inquiry Spectrum Learning Sequences to Teach Science. Journal of Physics Teacher Education Online, 5(4), 11-19.

____________. (2011). The Levels of Inquiry Model of Science Teaching. Journal of Physics Teacher Education Online, 6(2), 9-16.

Wisudawati, A. W., & Sulistyowati, E. (2014). Metodologi Pembelajaran IPA. Jakarta: Bumi Aksara.

Yorek, N., Ugulu, I., Sahin, M., & Dogan, Y. (2013). A Qualitative Investigation of Student’s Understanding About Ecosystem and Its Components. Natura Montenegrina Journal, 9(3), 973-981.

Yuanita A. R. (2006). Hubungan Antara Kemampuan Berpikir dan Hasil Belajar pada Pembelajaran Biologi dengan Pola Pemberdayaan Berpikir Melalui Pertanyaan (PBMP) dan Think Pair Share (TPS) di SMPN 18 Malang. Unpublished thesis. Malang: State University of Malang, Indonesia.




DOI: http://dx.doi.org/10.18269/jpmipa.v22i1.5939

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Jurnal Pengajaran MIPA

JPMIPA http://journal.fpmipa.upi.edu/index.php/jpmipa/index is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License

Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (JPMIPA) or Journal of Mathematics and Science Teaching 

All rights reserverd. pISSN 1412-0917 eISSN 2443-3616

Copyright © Faculty of Mathematics and Science Education (FPMIPA) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

View JPMIPA Stats