Kajian Struktur dan Nilai Budaya Cerita Rakyat Palabuhanratu

Sopudin Sopudin

Abstract


The purpose of this study is to describe Palabuhanratu folklore, intellectual property of the Sundanese people, whose existence is increasingly eroded by foreign cultures. This research employed the descriptive-analytical method. It was employed to obtain an overview of Pelabuhanratu folklore. The results of the study revealed that: (1) Palabuhanratu folklore consists of eight pieces i.e. three legends and five fairy tales. (2) The structure of the story includes the character and characterization, plot, and setting. The story figures amounted from one to seven persons, dynamic and static classification. The story plots are all progressive and simple so that it is easy to understand. The location scene depicts past life, the area is still heavily forested, many large trees, rivers, and mountains that are still untouched by humans. Story events happened in the past, but there are no definite dates, months and years. Generally, the social background of the figures comes from royal or noble family circles. (3) The research found 25 cultural values. The twenty-five cultural values are classified into 5 categories i.e. cultural values of human relations with God, cultural values of human relations with their works, cultural values of human relations with other humans, cultural values of human relations with space and time, and cultural values of human relations with nature. Some of the above cultural values are still inherent in people's lives at the present, some have shifted, and some have undergone changes. (4) Palabuhanratu folklore can be used as a material for literature teaching and learning in schools, especially for enrichment material.

Abstrak
Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan cerita rakyat Palabuhanratu yang merupakan kekayaan intelektual masyarakat Sunda yang keberadaannya semakin tergerus oleh budaya asing. Dengan demikian, perlu upaya nyata untuk menelusuri, mengkaji, dan memperkenalkannya kepada generasi muda, termasuk siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif-analitis, metode ini digunakan dengan maksud untuk memperoleh gambaran mengenai cerita rakyat Palabuhanratu. Berdasarkan hasil penelitian, dapat digambarkan sebagai berikut. (1) cerita rakyat Palabuhanratu terdiri atas delapan buah; tiga termasuk legenda dan lima termasuk dongeng. (2) Struktur cerita meliputi tokoh dan penokohan, alur, dan latar. Tokoh cerita mulai dari satu orang sampai tujuh orang, bertifikal dinamis dan statis. Cerita semuanya beralur maju dan sederhana, sehingga mudah dipahami. Latar tempat menggambarkan kehidupan tempo dulu, daerah masih berhutan lebat, banyak pohon besar, sungai, dan gunung yang masih belum terjamah oleh manusia. Peristiwa  cerita terjadi pada masa lampau, namun tidak disebutkan tanggal, bulan, dan tahun yang pasti. Latar sosial, umumnya tokoh berasal dari lingkungan kerajaan atau bangsawan. (3) Nilai budaya yang ditemukan sebanyak dua puluh lima. Kedua puluh lima nilai budaya tersebut dikelompokkan ke dalam lima bagian, yaitu nilai budaya dalam hubungan manusia dengan Tuhan, nilai budaya dalam hubungan manusia dengan karyanya, nilai budaya dalam hubungan manusia dengan sesamanya, nilai budaya dalam hubungan manusia dengan ruang dan waktu, serta nilai budaya dalam hubungan manusia dengan alam. Nilai-nilai budaya tersebut ada yang masih melekat dalam kehidupan masyarakat sekarang, ada yang telah mengalami pergeseran, dan ada pula yang sudah mengalami perubahan. (4) Cerita rakyat Palabuhanratu dapat dijadikan bahan pembelajaran sastra di sekolah, terutama untuk materi pengayaan.


Keywords


structural studies; folklore; cultural values

Full Text:

PDF

References


Danandjaja, J. (2007). Foklor Indonesia (Ilmu Gosif, Dongeng, dan lain-lain). Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.

Nurgiantoro, B. (2010). Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada Mada University Press.

Rusyana, Y. (2011). “Nilai Budaya dalam Susastra Sunda.†Makalah Disajikan dalam Seminar Internasional II FKIP UNSUR Cianjur tanggal 4 Juni 2011.

Sudjiman, P. (1992). Memahami Cerita Rekaan. Jakarta: Pustaka Jaya.

Suherman, A. & Nugraha, H.S. (2019). Culture and Citizenship Literacy in Sundanese Children's Literature. Dalam A.G. Abdullah & A.A. Danuwijaya (Peny.). Proceeding Second Conference on Language, Literature, Education, and Culture (ICOLLITE) (hlm, 346-348). Paris: Atlantis Press.

Wellek, R. dan Austin W. (1989). Teori Kesusastraan. Terjemahan Melani Budianta. Jakarta: Gramedia.




DOI: https://doi.org/10.17509/jlb.v10i1.16948

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 LOKABASA

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats

Lisensi Creative Commons
This work is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.