PEMETAAN GURU BAHASA DAN SASTRA SUNDA SMP/MTS DI JAWA BARAT

RUSWENDI PERMANA

Abstract


Abstrak

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum adanya informasi pemetaan guru bahasa dan sastra Sunda  SMP/MTs di Jawa Barat. Penelitian ini menjawab pertanyaan “Bagaimana kebutuhan guru bahasa dan sastra Sunda SMP/MTs di Jawa Barat?” Metode deskriptif dengan teknik angket dan dokumentasi digunakan dalam penelitian ini. Temuan penelitian ini menunjukkan beberapa hal. Pertama, jumlah sekolah  SMP/MTs di Jawa Barat adalah 588 negeri dan 1.979 swasta. Kedua, jumlah siswa SMP/MTs di Jawa Barat adalah SMP/MTs Negeri 76.076 siswa dan SMP/MTs swasta 50.298 siswa. Secara keseluruhan siswa SMP/MTs di Jawa Barat berjumlah 236.850 siswa. Ketiga, jumlah romobongan belajar SMP/MTs adalah 126.374 rombel. Keempat, kebutuhan guru bahasa Sunda di SMP/MTs mencapai 296 guru. Berdasarkan kesimpulan di atas, penelitian ini menyimpulkan bahwa (1) perlu dilakukan pendataan guru bahasa Sunda dengan menggunakan sistem digital  mapping guru agar semua guru dapat diakses dan (2) perlu dilakukan penelitian lanjutan yang lebih mendalam dan akurat.

 

 Abstract

This research is motivated by the lack of information on the mapping of Sundanese language and literature teacher at Junior High School (SMP) and Madrasah Tsanawiyah (MTs) in West Java. This study answers the question "How is the need of Sundanese language and literature teacher at Junior High School (SMP) and Madrasah Tsanawiyah (MTs) in West Java?" a descriptive method with questionnaires and documentation techniques were used in this study. The findings of this study indicate several things. Firstly, the number of schools (SMP/MTs) in West Java is 588 public and 1,979 private schools. Secondly, the number of students (SMP/MTs) in West Java is 76.076 students of public schools (SMP/MTs) and 50.298 students of private schools (SMP/MTs). The overall number of students (SMP/MTs) in West Java is amounted to 236.850 students. Thirdly, the number of learning group of SMP/MTs is 126.374 groups. Fourthly, the need of Sundanese teacher at SMP/MTs level reaches 296 teachers. Based on the findings, the study concludes that (1) there should be a database of Sundanese language teachers by employing digital mapping system of teachers so that all teachers are accessible; and (2) there is a need of further more in-depth and accurate research.

 


Keywords


Pemetaan, Kebutuhan Guru, Rombongan Belajar, Mapping, Need of Teachers, Learning Groups

Full Text:

PDF

References


Departemen Pendidikan Nasional. (2003). Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003. Tentang Sistem Pendidikan Nasional, Jakarta: Depdiknas.

Departemen Pendidikan Nasional. (2005). Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005, Tentang Guru dan Dosen. Jakarta: Depdiknas.

Departemen Pendidikan Nasional. (2005). Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005, tentang Standar Nasional Pendidikan. Jakarta: Depdiknas.

Mariana, Anna. (2002). Profil Kompetensi Profesional Guru SLTP (Studi Kasus Terhadap Kinerja Guru di SLTP Negeri 50 Bandung). Tesis S2 Pada Program Studi Administrasi Pendidikan PPS UPI Bandung: Tidak diterbitkan

Natawidjaja, Rochman. (1988). Pengolahan Data Secara Statistik. Bandung: PPS.

Stephen, Isaac dan William B., Michael. (1981). Hand Book in Research and Evaluation, 2nd Edition. San Diego, California: Edit Publishers

Umaedi. (1999). Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah. Ditjen Dikdasmen Depdikbud. Jakarta.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Online ISSN: 2528-5904                Print ISSN: 2336-6193

      

 

Diterbitkan oleh:

Departemen Pendidikan Bahasa Daerah, FKMGMP Jawa Barat

 

Alamat:

Gedung FPBS UPI Lt. 2C

Jalan Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung

email: jlokabasa@upi.edu atau jlokabasa@gmail.com

 

  Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.