Pengaruh Pendekatan Pemecahan Masalah terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Penyelesaian Soal Cerita Matematika

Rida Yanti, Sumardi Sumardi, Yusuf Suryana

Abstract


Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya pengembangan kemampuan berpikir kritis siswa pada penyelesaian soal cerita matematika di Sekolah Dasar. Salah satu alternatif untuk mengatasi hal tersebut adalah menerapkan pendekatan yang dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa yaitu pendekatan pemecahan masalah. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menjelaskan: 1) Kemampuan berpikir kritis siswa sebelum pembelajaran; 2) proses pembelajaran menerapkan pendekatan pemecahan masalah; 3) kemampuan berpikir kritis siswa setelah pembelajaran; 4) peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa; 5) pengaruh pendekatan pemecahan masalah terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Metode yang digunakan adalah quasi eksperimen bentuk nonequivalent control group design. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu tes, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian yang diperoleh meliputi: 1) Kemampuan awal berpikir kritis siswa berada pada kategori sedang. Skor rata-rata kelas eksperimen 64,45 dan kelas kontrol 66,32; 2) proses pembelajaran menerapkan pendekatan pemecahan masalah melatih kemampuan berpikir kritis siswa melalui langkah-langkah pemecahan masalah; 3) kemampuan berpikir kritis siswa kelas eksperimen setelah pembelajaran lebih baik dari pada kelas kontrol. Skor rata-rata kelas eksperimen 93,36 dengan kategori sangat tinggi dan kelas kontrol 76,36 dengan kategori tinggi; 4) peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa kelas eksperimen lebih baik dari pada peningkatan kemampuan berpikir kritis kelas kontrol. Nilai gain kelas eksperimen 0,54 dengan kategori sedang dan kelas kontrol 0,17 dengan kategori rendah; 5) ada pengaruh pendekatan pemecahan masalah terhadap kemampuan berpikir kritis siswa.


Keywords


Berpikir Kritis, Pendekatan Pemecahan Masalah, Soal Cerita Matematika.

Full Text:

PDF

References


Aisyah, N. dkk. (2011). Pengembangan Pembelajaran Matematika. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.

Badan Standar Nasional Pendidikan. (2006). Panduan Lengkap KTSP 2006. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Farhana. (2016). Penerapan strategi pemecahan masalah dalam peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa pada pembagian pecahan. Jurnal UPI Kampus Tasikmalaya. hlm. 303-321.

Haryani, D. (2012). Membentuk Siswa Berpikir Kritis melalui Pembelajaran Matematika. Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika di Jurusan Pendidikan Matematika FMIPA UNY.

Ismunamto, dkk. (2011). Ensiklopedia Matematika Jilid 1. Jakarta: PT Ikrar Mandiriabadi.

Isoda, M. (2012). Lesson Study: Problem Solving Approahes in Mathematics Education as a Japanese Experience. Journal University of Tsukuba. hlm. 17-27

Rahardjo, M. dkk. (2009) . Pembelajaran Soal Cerita di SD. Yogyakarta: Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Matematika.

Santoso, H. (2015). Pengembangan berpikir kritis dan kreatif pustakawan dalam penulisan karya ilmiah. Jurnal Univeritas Negeri Malang. hlm. 1-17.

Schbeider, V. (2002). Critical thinking in the elementary classroom: problems and solutions. Journal Educator Publishing Servcice. hlm.1-3.

Susanto, A. (2015). Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar. Jakarta: Kencana.

Suwangsih, E & Tiurlina. (2010). Model Pembelajaran Matematika. Bandung: UPI Press.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


This Journal is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
©All rights reserved 2017. Jurnal PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar, ; 2406-8705 (print).


Jalan Dadaha Nomor 18 Kota Tasikmalaya

Telepon (0265) 331860

Homepage http://pgsd-tasikmalaya.upi.edu/

Email pgsd_tasik@upi.edu