Kemampuan Bercerita Siswa SD Menggunakan Buku Pop Up

Elin Marlina, Seni Apriliya, Ghullam Hamdu

Abstract


Kemampuan bercerita merupakan salah satu kompetensi berbicara yang harus di capai oleh siswa dalam kegiatan pembelajaran, tetapi berdasarkan temuan di lapangan bahwa kemampuan siswa di sekolah dasar kelas rendah masih rendah. Kemampuan siswa yang belum optimal disebabkan pembelajaran bercerita di kelas rendah belum mempertimbangkan teori perkembangan individu siswa serta proses pembelajaran yang masih menggunakan metode teacher center. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan awal siswa dalam bercerita, serta kemampuan siswa dalam bercerita menggunakan buku Pop Up. Buku Pop Up digunakan untuk membantu siswa dalam bercerita. Metode penelitian yang digunakan yaitu analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian yang digunakan adalah siswa kelas II-B SDN Sukamulya sebanyak 6 orang. Data diperoleh melalui observasi dengan cara perekaman kemampuan siswa dalam bercerita, dan studi  dokumentasi untuk menganalisis kemampuan siswa bercerita. Hasil menunjukan bahwa kemampuan siswa dalam bercerita menggunakan buku Pop Up mengalami kemajuan dalam aspek ketepatan makna keseluruhan cerita dan aspek kelancaran. Makna cerita diperoleh dari capaian keseluruhan kompetensi bercerita, diantaranya kesesuaian isi cerita, logika urutan cerita, pelafalan kata, ketepatan kalimat. Hal tersebut menjadi gambaran bagi peneliti bahwa kemampuan siswa dalam bercerita masih dapat berkembang di berberapa aspek dengan pemberian stimulus yang baik dan disesuaikan dengan tingkat perkembangan individu siswa, salah satunya yaitu pembelajaran bercerita dengan menggunakan buku Pop Up.


Keywords


Kemampuan Bercerita, Buku Pop Up

Full Text:

PDF

References


Andayani. (2015). Problema dan Aksioma dalam Metodologi Pembelajaran Bahasa Indonesia. Yogyakarta: Deepublish.

Arsjad M.G dan Mukti U.S . (1993). Pembinaan Kemampuan Berbicara Bahasa Indonesia. Jakarta: Erlangga.

Depdiknas. (2016). Lampiran Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No.24 Tahun 2016. Jakarta: Depdiknas.

Haniatih, R. (2014). Pengaruh Penggunaan Metode Present Practice Production (PPP) Terhadap Keterampilan Berbicara Siswa dalam Pembelajaran Bahasa Inggris. Jurnal:Pedadidaktika, 1 (1), hlm.1-11.

Luwitasari, M. (2013). Media Belajar Buku Pop Up [online]. Tersedia: https://metaluwitasari.wordpress.com/2013/04/24/media-belajar-buku-pop-up. Diakses: 24 Desember 2016.

Ningsih,S. (2014). Peningkatan keterampilan berbicara melalui metode bercerita. Jurnal:Kreatif Tadulako, 2 (4), hlm.243-256.

Nurgiyantoro. (2014). Penilaian Pembelajaran Bahasa Berbasis Kompetensi. Yogyakarta : BPFE-YOGYAKARTA.

Prayoga,Y.A. (2012). Kemampuan bercerita siswa usia 7-8 tahun berdasarkan klasifikasi kalmat bahasa indonesia.Jurnal:Skriptorium, 1 (2), hlm.121-128.

Sari E.A. (2011). Penerapan model TGT sebagai upaya meningkatkan kemampuan berbicara. Jurnal:Artikulasi, 12 (2), hlm. 817-827.

Soentoro, A.I. (2015). Cara mudah belajar metodologi penelitian dengan aplikasi statistika. Depok: PT Taramedia Bakti Persada.

Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. Bandung: Alfabeta.

Suherman,U. (2000). Memahami Karakteristik Individu. Bandung: FIP UPI.

Tarigan,Henry G. (1981). Berbicara Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa . Bandung: Angkas.

Tiyani, L. (2014). Kartu pop up. Jakarta: Damedia.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


This Journal is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
©All rights reserved 2017. Jurnal PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar, ; 2406-8705 (print).


Jalan Dadaha Nomor 18 Kota Tasikmalaya

Telepon (0265) 331860

Homepage http://pgsd-tasikmalaya.upi.edu/

Email pgsd_tasik@upi.edu