Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Tipe Terbimbing Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Tentang Gaya Magnet

Dini Virgiana, Ahmad Mulyadiprana, Edi Hendri Mulyana

Abstract


ABSTRAK

Penelitian ini didasarkan pada hasil studi pendahuluan dilapangan pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. Ditemukan hambatan berupa hasil belajar siswa yang rendah pada materi gaya magnet. Mata pelajaran IPA merupakan salah mata pelajaran yang terdapat pada kurikukum pembelajaran sekolah dasar kelas V. Sehingga hasil belajar siswa yang rendah harus diantisipasi dengan pembelajaran yang bisa mengatasi permasalahan tersebut. Maka dari itu perlu dirancang model pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa dengan model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik mata pelajaran IPA. Penelitian ini bertujuan meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA tentang gaya magnet dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri tipe terbimbing. Karena penelitian ini merupakan penelitian berbasis perbaikan pembelajaran, maka metode yang digunakan adalah  metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Model PTK yang digunakan adalah model Kemmis dan Mc. Tagart yang terdiri dari tiga siklus, dan setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu: perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan; observasi; dan refleksi. Subjek penelitan adalah siswa kelas V dan guru SD. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara langsung dengan pihak sekolah dan pengisian lembar observasi oleh observer. Hasil penelitian menunjukan bahwa model pembelajaran inkuiri terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA tentang gaya magnet.

Kata Kunci: Model pembelajaran inkuiri tipe terbimbing, hasil belajar.


Keywords


pgsd; guru; universitas pendidikan indonesia; upi; artikel

Full Text:

PDF

References


Anonim. (2010). Survei international PISA. Diakses dari: http://litbang.kemdikbud.go.id/index.php/survei-internasional-pisa

Departemen Pendidikan Nasional. 2003. Undang-undang UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Depdiknas

Departemen Pendidikan Nasional. 2006. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 22 Tahun 2006. Jakarta: Depdiknas

Lahadisi. (2014). Inkuiri: Sebuah Strategi Menuju Pembelajaran Bermakna. Jurnal: STAIN Sultan Qaimuddin Kendari.

Jayadianta, A. Kurnia. (2010). Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa Tentang Peristiwa Benda Padat Dalam Air Melalui Kegiatan Praktikum. Jurnal: UPI Kampus Sumedang.

Sabiran, N. J. (2013). Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing (Guided Inquiry). Diakses dari: http://digilib.unila.ac.id/1033/8/BAB%20II.pdf

Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sukidin, dkk. (2010). Manajemen Penelitian Tindakan Kelas. Surabaya: Insan Cendekia.

Sulistina, Oktavia, dkk. (2010). Penggunaan Metode Pembelajaran Inkuiri Terbuka dan Inkuiri Terbimbing dalam Meningkatkan Hasil Belajar Kimia Siswa SMA Laboratorium Malang Kelas X. Jurnal: Universitas Negeri Malang.

Trianto. (2010a). Model Pembelajaran Terpadu. Jakarta: Bumi Aksara.

Trianto. (2012b). Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


This Journal is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
©All rights reserved 2017. Jurnal PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar, ; 2406-8705 (print).


Jalan Dadaha Nomor 18 Kota Tasikmalaya

Telepon (0265) 331860

Homepage http://pgsd-tasikmalaya.upi.edu/

Email pgsd_tasik@upi.edu