IMPLIKASI KONSEP ŪLŪL ‘ILMI DALAM AL-QUR`ĀN TERHADAP TEORI PENDIDIKAN ISLAM (Studi Analisis Terhadap Sepuluh Tafsīr Mu’tabarah)

Nurti Budiyanti, Ahmad Syamsu Rizal, Elan Sumarna

Abstract


Sejatinya, pendidikan merupakan proses pembinaan dan pengembangan potensi manusia secara optimal, bai menyangkut jiwa, akal dan hatinya. Oleh karena itu, proses pendidikan harus mampu menyentuh semua hal tersebut. Hal yang kontradiktif terjadi dalam dunia pendidikan, menunjukkan masih kurangnya kesadaran moral dan spiritual para pelajar serta orang-orang terdidik di Indonesia. Hal ini disebabkan pada praktiknya, sekolah hanya mengejar kelulusan dan intelektualitas peserta didik saja, sehingga tujuan yang dicapaipun bersifat parsial, tidak keseluruhan. Hasilnya pun pendidikan hanya sebatas transfer of knowledge, padahal aspek moral dan spiritual harus menjadi aktualisasi ilmu yang dimilikinya. Al-Qurān memberikan bimbingan secara komprehensif dan integratif terhadap manusia dalam kaitannya terhadap pendidikan, dimana tidak ada dikotomi, melainkan kesatuan dan keseluruhan dalam pendidikan. Bukti dari kesempurnaan al-Qurān tersebut tergambar pada konsep ūlūl ‘ilmi. Di dalam penelitian ini, peneliti berupaya menggali dan memahami konsep ūlūl ‘ilmi  dalam al-Qurān dengan merujuk kepada sepuluh Tafsīr  Mu’tabaroħ, yang diantaranya ialah: Tafsīr Al-Miṣbāḥ, Tafsīr Fi Ẓilalil Qur`ān, Tafsīr Ibn Kaṡīr, Tafsīr Aṭ-Ṭabari, Tafsīr Al-Qurṭubi, Tafsīr Al-Maraghi, Tafsīr Al-Aiṡar, Tafsīr Al-Mizan, Tafsīr Al-Azhar, dan Tafsīr At-Taḥrir Wa Tanwir. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsep ūlūl ‘ilmi  dalam al-Qurānyang meliputi makna,karakteristik, peran dan fungsi ūlūl ‘ilmi, serta implikasinya terhadap teori pendidikan Islam. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan secara prosedural metode yang digunakan adalah metode tahlīlīdan muqāran, dengan teknik studi pustaka dalam pengumpulkan data. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah analisis teks dengan menggunakan dilālaħ dan munāsabaḥ. Berdasarkan penemuan dan analisis dalam penelitian ini didapatkan bahwa makna ūlūl ‘ilmi  ialah seseorang yang memiliki ilmu berdasarkan realitas, berwawasan luas, kecerdasannya mampu mencapai makrifat, dan hatinya teguh bertauhid karena memiliki tingkatan khasyyah seperti para ulama. Adapun implikasi konsep ūlūl ‘ilmi terhadap teori pendidikan Islam meliputi; pendidik, peserta didik, tujuan, peran, fungsi, prinsip, metode, materi dan media pendidikan.

Keywords


Ūlūl ‘ilmi; Tafsīr Mu’tabaroħ; Pendidikan Islam

References


Abdussalam, A. (2011). Disertasi; Pembelajaran dalam Al-Qur'an Al-Karim. Bandung.

Ainissyifa, H. (2014). Pendiidkan Karakter dalam Perspektif Pendidikan Islam. Jurnal Pendidikan Universitas Garut Vol.8 No.1. hlm. 1-26.

Al-Maraghi, A. M. (1974c22). Tafsir Al-Maraghi Juz XXII. Semarang: PT Karya Toha Putra Semarang.

Arifin, M. (2008). Ilmu Pendidikan Islam Tinjauan Teoretis dan Praktis Berdasarkan Pendekatan Interdisipliner. Jakarta: Bumi Aksara.

'Asyur, A. M. (1984a3). Tafsir At-Tahrir Wa Tanwir Juz 3. Tunisi : Dar At-Tunisiyah.

---------------. (1984b6). Tafsir At-Tahrir Wa Tanwir Juz 6. Tunisi : Dar At-Tunisiyah.

---------------. (1984c22). Tafsir At-Tahrir Wa Tanwir Juz 22. Tunisi : Dar At-Tunisiyah.

Ath-Thabari, A. J. (2009c21). Tafsir Ath-Thabari Jilid 21. Jakarta: Pustaka Azzam

Fitri, H. (2013, April 30). Kajian Semantik Ulul Ilmi. Diakses kembali dari http://pkupi-himapersis.blogspot.co.id/2013/04/kajian-semantikkonsep-ulul-ilmi-dalam.html.

Hamka. (1983). Tafsir Al-Azhar Juz 1, 2 dan 3. Jakarta: Pustaka Panjimas.

Hamka. (1988). Tafsir Al-Azhar Juz XXI. Jakarta: Pustaka Panjimas.

Khoirunnisa. (2012). Profil Kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam . Jurnal Tarbawi Vol. 1 No.3 .hlm. 205-219.

Muliawan, J. U. (2005). Pendidikan Islam Integratif. Yogjakarta: Pustaka Pelajar

Nata, A. (2010). Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Kencan Prenada Media Group.

Nata, A. (2003). Manajemen Pendidikan. Jakarta: Prenada Media.

Qordhawi, Y. (1998). Berinteraksi dengan Al-Qur`an. Bandung: Mizan.

Rizal, A. S. (2014). Filsafat Pendidikan Islam Sebagai Landasan Membangun Sistem Pendidikan Islami. Jurnal Pendidikan Agama Islam-Ta'lim Vol.12 No.1 .hlm. 1-18.

Rizal, A. S. (2014). Perumusan Tujuan Sebagai Basis Pengembangan Kurikulum Pendidikan Islam. Jurnal Pendidikan Agama Islam- Ta'lim Vol.12 No.2 .hlm. 97-112.

Shihab, M. Q. (1999). Wawasan Al-Quran. Bandung: Mizan.

. (2002a1). Tafsir Al-Misbah Vol 1.Jakarta: Lentera Hati.

. (2002c11). Tafsir Al-Misbah Vol 11.Jakarta: Lentera Hati.

Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sukmadinata, N.S. (2012). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.

Supadie, D. A. (2011). Pengantar Studi Islam. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada

Syahidin, D. H. (2009). Menelusuri Metode Pendidikan dalam Al-Quran. Bandung: CV ALFABET.

Ulum, M. (2011). Konsep Ulul Albab QS Ali-Imron Ayat 190-195 & Relevansinya dengan Tujuan Pendidikan. [Skripsi] .Semarang: Insitutt Agama Islam Negeri Walisonggo .

Umar, B. (2012). Hadis Tarbawi Pendidikan dalam Perspektif Hadis . Jakarta: Amzah.

Mujib, A., & Mudzakkir, J. (2008). Nuansa-Nuansa Psikologi Islam . Jakarta: PT. Raja Grafindo.

Nurbaethy, A. (2012). Ilmu dan Makrifah dalam Al-Qur`an. Jurnal Al-Fikr Vol 16 No 1, hlm. 163-175.




DOI: https://doi.org/10.17509/t.v3i1.3459

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2016 TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

INDEXED BY:


Tarbawy is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.