Pendekatan Participatory Rural Appraisal dalam Mengembangan Kemampuan Literasi bagi Masyakat di Desa Cibeureum Wetan, Sumedang

Lilis Widaningsih, Elly Malihah, Vina Adriany

Abstract


Artikel ini bermaksud menjelaskan kegiatan Pengabdian pada Masyarakat di Desa Cibeureum Wetan, Sumedang yang bertujuan meningkatkan kemampuan literasi masyarakat. Pendekatan yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendekatan Participatory Rural Appraisal  dimana pendekatan ini mengadopsi teori kritis yang dikemukakan oleh Paolo Freire. Pendekatan menekankan kepada pendekatan yang bottom-up, dimana participant dilihat sebagai individu yang memiliki suara dan agensy sehingga mereka mampu mengambil keputusan yang memberikan manfaat bagi diri dan lingkungannya. Hasil dari kegiatan menunjukkan bahwa melalui pendekatan yang partisipatoris, keikutsertaan dan rasa memiliki warga terhadap program pengembangan literasi mengalami peningkatan. Hasil dari kegiatan ini juga menegaskan bahwa pendekatan program-program pembinaan desa hendaknya berangkat dari sebuah kesadaran bahwa masyarakat desa memiliki hak penuh untuk menentukan bentuk partisipasi penuh bagi desa mereka.


Keywords


Pengabdian, Participatory Rural Appraisal, Desa, Agency, Literasi, Pembangunan

References


Adriany, V., Yulindrasari, H., & Tesar, M. (2019). Satu Desa, Satu PAUD Unpacking the meaning of children’s participation within ECE policy and provision in Indonesia. In J. Murray, B. B. Swadener, & K. Smith (Eds.), The Routledge International Handbook of Young Children's Rights. Oxon and New York: Routledge.

AhmadabadiArani, N., & Asgari, Z. (2020). Explanation of Socratic dialectic aspects and teaching method: A strategy for improving the schools' teaching-learning process.

Anner, M., Pons-Vignon, N., & Rani, U. (2019). For a Future of Work with Dignity: A Critique of the World Bank Development Report, The Changing Nature of Work. Global Labour Journal, 10(1).

Bartlett, L. (2008). Literasi's verb: Exploring what literasi is and what literasi does. International Journal of Educational Development, 28(6), 737-753.

Batubara, H. H., & Ariani, D. N. (2018). Implementasi Program Gerakan Literasi Sekolah di Sekolah Dasar Negeri Gugus Sungai Miai Banjarmasin. JPsd (Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar), 4(1), 15-29.

Donovan, C., & Erskine-Shaw, M. (2020). ‘Maybe I can do this. Maybe I should be here’: evaluating an academic literasi, resilience and confidence programme. Journal of Further and Higher Education, 44(3), 326-340.

Durgunoğlu, A. Y., Öney, B., & Kuşçul, H. (2003). Development and evaluation of an adult literasi program in Turkey. International Journal of Educational Development, 23(1), 17-36.

Dyson, A. H. (2020). “This isn’t my real writing”: The fate of children’s agency in too-tight curricula. Theory Into Practice, 59(2), 119-127.

Fajriyah, L. (2018). Pengembangan literasi emergen pada anak usia dini. Proceedings of the ICECRS, 1(3).

Freire, P. (1996). Pedagogy of the Opressed. London: Penguin Books Ltd.

Mardliyah, S., Siahaan, H., & Budirahayu, T. (2020). Pengembangan Literasi Dini melalui Kerjasama Keluarga dan Sekolah di Taman Anak Sanggar Anak Alam Yogyakarta. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4(2).

Menconi, M. E., Grohmann, D., & Mancinelli, C. (2017). European farmers and participatory rural appraisal: A systematic literature review on experiences to optimize rural development. Land Use Policy, 60, 1-11.

Moll, L. C., Amanti, C., Neff, D., & Gonzalez, N. (1992). Funds of knowledge for teaching: Using a qualitative approach to connect homes and classrooms. Theory Into Practice, 31(2), 132-141.

Montoya, S. (2018). Defining Literasi. Retrieved from Germany:

Penn, H. (2011). Travelling policies and global buzzwords: how international non-governmental organizatuon and charities spread the word about early childhood in the global south. Childhood, 18(1), 94-113.

Phu, H. B. (2019). Meaningful learning and its implications for language education in Vietnam. Journal of Language and Education, 5(1 (17)).

Quigley, C. F., Che, S. M., Achieng, S., & Liaram, S. (2017). “Women and the environmental are together”: using Participatory Rural Appraisal to examine gendered tensions about the environment. Environmental Education Research, 23(6), 773-796.

Rawson, M. (2018). Learning to become a subject: A hermeneutic phenomenological study of students in a Waldorf (Steiner) school in Germany. University of Plymouth,

Reder, S. (2010). Adult Literasi Development and Economic Growth. National Institute for Literasi.

Rogers, A., & Street, B. V. (2012). Adult literasi and development: Stories from the field: Niace Leicester.

Rohman, S. (2017). Membangun budaya membaca pada anak melalui program gerakan literasi sekolah. TERAMPIL: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar, 4(1), 151-174.

Saadati, B. A., & Sadli, M. (2019). Analisis pengembangan budaya literasi dalam meningkatkan minat membaca siswa di sekolah dasar. TERAMPIL: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar, 6(2), 151-164.

Suyono, S., Harsiati, T., & Wulandari, I. S. (2017). Implementasi gerakan literasi sekolah pada pembelajaran tematik di sekolah dasar. Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan, 26(2), 116-123.

Teguh, M. (2020). Gerakan literasi sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar Flobamorata, 1(2), 1-9.

Utami, L. D. (2021). Tingkat Literasi Indonesia di Dunia Rendah, Ranking 62 Dari 70 Negara. Retrieved from https://perpustakaan.kemendagri.go.id/?p=4661




DOI: https://doi.org/10.17509/abmas.v23i1.40456

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


p-ISSN 1412-1891 > e-ISSN 2798-1436

Jurnal Abmas Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Pendidikan Indonesia.

View My Stats