Isolasi dan Karakterisasi Kristal Organic Flocculant Cyclea barbata Mier

Nurdin Nurdin, Hendrawan Hendrawan, Yaya Sonjaya, Fitri Khoerunnisa

Sari


Ekstrak cyclea barbata miers (CBM) sebagai komponen pengembangan flokulan untuk pengolahan limbah cair telah terbukti memiliki potensi yang sangat baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengkarakterisasi kristal organic flocculant dari Cyclea barbata Miers yang diperoleh dengan cara ekstraksi melalui teknik refluks menggunakan pelarut metanol. Ekstrak CBM yang diperoleh dari selanjutnya dimurnikan sampai diperoleh Kristal, dan dikarakterisasi menggunakan analisis mikroskopik, HPLC, FTIR, XRD, 1H NMR, dan LCMS. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa bentuk morfologi kristal yang diperoleh adalah batang dan kubus. Kristal mengandung gugus fungsi O-H, –CH3, NH, -C-O-, dan -C-Cl, mempunyai massa molekul relatif 921,26, dan rumus molekulnya C44H56ClNO18.


Kata Kunci


Cyclea barbata Miers; kristal; refluks; CBM.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


P. Polasek, “Optimized condition for application of organic flocculant aids in water purification,” Drinking Water Engineering and Science Discussion, vol. 2, pp. 205-229, 2009.

T. Tropathy dan BR. De, “Biodegradable Flocculants Based on Partially Hydrolysed Starch-g-Polyacrylamide,” Journal of Physical Science, vol. 11, pp. 139-146, 2007.

MC. Menkiti, P.C. Nnaji, C.I. Nwoye, dan O.D. Onukwuli, “Coag-Flocculation Kinetics and Functional Parameters Response of Mucuna Seed Coagulant to pH Variation in Organic Rich Coal Effluent Medium,” Journal of Minerals & Materials Characterization & Engineering, vol. 9, no. 2, pp. 89-103, 2010.

M. Yarahmadi, M. Hossieni, B. Bina, M.H. Mahmoudian, A. Naimabadie dan A. Shahsavani, “Application of Moringa Oleifer Seed Extract and Polyaluminum Chloride in Water Treatment,” World Applied Sciences Journal, vol. 7, no. 8, pp. 962-967, 2009.

S. Bratskaya, C. Lohmann, S. Schwarz, W-M. Kulicke, J. Laube, T. Liebert, T. Heinze, dan O. Krentz, “Effect of Polyelectrolyte Structural Features on Flocculation Behavior: Cationic Polysaccharides vs. Synthetic Polycations,” Macromolar Material Engineering, vol. 290, no. 8, pp. 778–785, 2005.

C.E. Zajic dan A. LeDUY “Flocculant and Chemical Properties of a Polysaccharide from Pullularia pullulans,” Applied Microbiology, vol. 5, no. 4, pp. 628-635, 1973.

B. Bernier, “The production of polysaccharides by fungi active in the decomposition of wood and forest litter,” Canadian Journal of Microbiology, vol. 4, no. 3, pp. 195-204, 1958.

R.P. Singh, S. Pal dan S.A. Ali, “Novel biodegradable polymeric flocculants based on cationic polysaccharides,” Advanced Material Letter, vol. 5, no. 1, 24-30, 2014.

Hendrawan, Y. Sonjaya, dan Hernani, “Kajian tentang sinergisitas bioflok-DYT dan bioflok-TAD untuk pengolahan limbah cair industri tekstil,” Penelitian Hibah Bersaing Perguruan Tinggi XII tahun I, Laporan Peneliti, DIKTI, 2003.

Hendrawan, Y. Sonjaya dan Hernani, “Kajian tentang sinergisitas bioflok-DYT dan bioflok-TAD untuk pengolahan limbah cair industri tekstil,” Penelitian Hibah Bersaing Perguruan Tinggi XII tahun I, Laporan Peneliti, DIKTI, 2005.

Hernani, Hendrawan, A. Kadarohman, O. Sumarna, I. Rohman, “Peningkatan Unjuk Kerja dan Pabrikasi Produk Bioflokulan sebagai Material Baru Pengolah Limbah Cair Industri,” Riset Andalan Perguruan Tinggi dan Industri (RAPID) tahun I, Laporan Peneliti, DIKTI, 2004.

Hernani, Hendrawan, A. Kadarohman, O. Sumarna, I. Rohman, “Peningkatan Unjuk Kerja dan Pabrikasi Produk Bioflokulan sebagai Material Baru Pengolah Limbah Cair Industri,” Riset Andalan Perguruan Tinggi dan Industri (RAPID) tahun II, Laporan Peneliti, DIKTI, 2005.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##