Studi Etnografi Digital tentang Pengekspresian Visual Budaya Hopeless Romantic di Instagram

Alghifari Rozan Sakharana Putra, Eka Noviana

Abstract


Fenomena hopeless romantic pada Generasi Z menjadi persoalan emosional yang semakin sering direpresentasikan dan dikonsumsi melalui konten media sosial, khususnya Instagram, seiring perubahan cara memaknai cinta yang semakin cair dan ambigu. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana konten bertema hopeless romantic diproduksi secara visual dan dimaknai oleh audiens, serta perannya dalam proses validasi dan pengolahan emosi Generasi Z. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis konten dan wawancara mendalam. Data visual diperoleh dari observasi terhadap 50 unggahan Instagram yang dikurasi selama periode Agustus hingga Desember, kemudian dianalisis berdasarkan elemen visual, teks, audio, dan pola interaksi. Data audiens diperkuat melalui wawancara dengan lima narasumber terpilih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konten hopeless romantic merepresentasikan konflik batin, ketimpangan relasi emosional, serta fase transisi perasaan, dan berfungsi sebagai medium reflektif, validasi emosional, serta ruang aman bagi Generasi Z dalam memahami pengalaman cinta modern.

Keywords


Hopeless romantic; visual; cinta; batiniah; Instagram

Full Text:

PDF

References


Febrianti, Y., Anggraini, M., & Rahmawati, A. (2020). Pemaknaan dan sikap perilaku body

shaming di media sosial (sebuah studi etnografi digital di Instagram). Jurnal Komunikasi

dan Budaya Digital, 8(1), 21–35.

Hanur, N. I. (2020). Hubungan antara konsep diri dan interaksi sosial dengan kesepian pada

Generasi Z. Jurnal Psikologi Perkembangan, 6(3), 112–123.

Kholiq, A. (2018). Komunikasi transendental: Kajian interaksi manusia dengan Sang Khaliq.

Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam, 10(2), 133–148.

Kristiyono, J. (2019). Digital ethnomethodology: Studi media dan budaya pada masyarakat

informasi di era digital. Jurnal Ettisal, 4(1), 15–29.

Kuncoroputri, S. A., & Lestari, D. (2022). Ekspresi visual human emotion dalam karya seni lukis.

Jurnal Rupa dan Makna, 7(1), 55–68.

M.M., E. (2014). Memahami persepsi visual: Sumbangan psikologi kognitif dalam seni dan

desain. Jurnal Desain dan Psikologi Visual, 3(2), 87–98.

Mutiarrama, Z. S., & Rahardjo, F. (2024). Studi fenomenologi: Pengalaman Generasi Z dalam

menghadapi kesepian dengan character artificial intelligence. Jurnal Komunikasi Digital,

(4), 102–118.

Muzakkir, M., & Istikomah, I. (2025). Religius marketing dalam bisnis travel haji dan umrah.

At-Tasharruf: Jurnal Kajian Ekonomi dan Bisnis Syariah, 7(1), 22–39.

Puspitasari, I., & Hidayat, A. (2022). Penetrasi sosial dalam mencari pasangan pada aplikasi

kencan online Bumble. Jurnal Psikologi Komunikasi, 14(2), 89–104.

Purwandra, A. A., & Nabila, T. (2022). Self-esteem dengan kecenderungan self-injury pada

mahasiswa yang mengalami putus cinta. Jurnal Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental,

(1), 45–59.

Retnowati, Y. (2015). Love scammer: Komodifikasi cinta dan kesepian di dunia maya. Jurnal

Komunikasi dan Media, 7(2), 23–39.

Santoso, M. B., & Kurniawan, R. (2018). Prinsip transendental dalam seni visual Islam. Jurnal

Seni dan Spiritualitas, 5(1), 60–75.




DOI: https://doi.org/10.17509/finder.v6i1.96481

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Universitas Pendidikan Indonesia

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.