PARTISIPASI ORANG DEWASA DALAM SEBUAH PELATIHAN

Nani Sintiawati, Saktika Rohmah Fajarwati

Abstract


Menjadi relawan PKH tentu tidak luput dari proses pembelajaran. Belajar yang dimaksud adalah proses di mana ia akan mendapatkan pengetahuan baru untuk kebutuhan karyanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Proses Pembelajaran terhadap Kompetensi Relawan PKH. Rumusan masalah adalah: (1) bagaimana proses pembelajaran andragogi mempengaruhi pelatihan Relawan PPH? Studi teoritis meliputi konsep Andragogi, pelatihan, proses pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif melalui pendekatan kuantitatif, dan menggunakan analisis korelasional. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerimaan hipotesis bahwa proses pembelajaran secara signifikan mempengaruhi kompetensi Relawan.

Keywords


Andragogi; Proses pembelajaran; Kompetensi; Relawan PKH.

Full Text:

PDF

References


Reni Dwi Nuridah, Skripsi. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)

Kessels, J. W. M., & Poell, R. F. (2004). Andragogy and social capital theory: The implications for human resource development. Advances in Developing Human Resources, 6(2)

Kamil, Mustofa. (2010). Model Pendidikan Dan Pelatihan (Konsep dan Aplikasi). Bandung: Penerbit Alfabeta

Kamil, Mustofa. (2007). Mengembangkan Pendidikan Nonformal melalui PKBM di Indonesia (Sebuah Pembelajaran dari Kominkan di Jepang). Tsukuba: Criced University of Tsukuba

Arin Khairunnisa. Hubungan Hasil Pelatihan Dan Kompetensi Tutor Dengan Pengelolaan Pembelajaran Pada Pendidikan Kesetaraan. Program Magister Jurusan Pendidikan Luar Sekolah SPS UPI

Polapa, I. (2012). Pengembangan Model Pembelajaran Partisipatif Andragogis untuk Meningkatkan Hasil Belajar. Tesis. Universitas Pendidikan Indonesia

Knowles, M., Holton, E., and Swanson, R. (1998) The Adult Learner: The Definitive Classic in Adult Education and Human Resource Development. Houston: Gulf Publishing Company

Anisah Basleman dan Syamsu Mappa. 2011. Teori Belajar Orang Dewasa. Bandung : PT Remaja Rosdakarya

Sudjana, N. (2005). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Rosdakarya.

Lunandi, AG. (1986). Pendidikan Orang Dewasa. Jakarta: PT Gramedia.

Wibowo. (2009). Manajemen Kinerja (Edisi Ke 3). Jakarta : Rajawali Pers

Nuryanto, B. Gatut, (2008), Kompetensi Penyuluh Dalam Pembangunan Pertanian di Provinsi Jawa Barat,Disertasi: Pascasarjana IPB.

Kamil, Mustofa. (2007). Mengembangkan Pendidikan Nonformal melalui PKBM di Indonesia (Sebuah Pembelajaran dari Kominkan di Jepang). Tsukuba: Criced University of Tsukuba

AA. Anwar Prabu Mangkunegara, (2009). Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. Bandung : Rosda

Santrock, J. W. (2008). Psikologi Pendidikan Edisi Ketiga. Jakarta: Penerbit Salemba Humanika.

Slamet, Y. (1994). Pembangunan Masyarakat Berwawasan Partisipatif. Surakarta: Sebelas Maret University.

Majalah Komunitas teknik Elektro. (2013). Beda Cara Berpikir S1 (Sarjana). S2 (Master) dan S3 (Doktor). Online [September 2017]. http://www.elektranews.com/elektra/m-article-2013-02-10/beda-cara-berpikir-s1-s2-s3.html




DOI: https://doi.org/10.17509/ijace.v1i1.20005

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Kantor Jurnal dan Publikasi, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License View My Stats