Pengelolaan Kebakaran Hutan dan Lahan Sumatera Selatan: Analisis Kerawanan dan Lokasi Optimal Pemadam Kebakaran
Abstract
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) merupakan ancaman serius bagi masyarakat, terutama di daerah lahan gambut yang sulit dipadamkan setelah terbakar. Berdasarkan sistem pemantauan karhutla pemerintah, SiPongi, Kabupaten Ogan Komering Ilir dan Kabupaten Ogan Ilir di Sumatera Selatan termasuk wilayah dengan jumlah kejadian kebakaran tertinggi, yang menyebabkan bencana kabut asap parah pada tahun 2023. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan informasi geospasial kebakaran menggunakan data penginderaan jauh dan data resmi dari pemerintah dengan fokus pada analisis risiko kebakaran dan identifikasi lokasi optimal untuk stasiun pemadam kebakaran. Data penginderaan jauh digunakan untuk mengidentifikasi tingkat kerapatan vegetasi, presipitasi, dan temperatur. Data penutup dan penggunaan lahan diperoleh dari laman resmi Badan Informasi Geospasial (BIG). Metode AnalyticHierarchyProcess (AHP) dan scoringberjenjang tertimbang digunakan untuk memetakan risiko kebakaran. Model lokasi-alokasi memberikan rekomendasi penempatan strategis stasiun pemadam kebakaran berdasarkan waktu tanggapan tercepat dan cakupan maksimum wilayah hutan yang berisiko tinggi. Hasil pengolahan data dikelaskan dalam tiga tingkat kerawanan kebakaran hutan dan lahan dengan kelas rendah, sedang, dan tinggi. Analisis lokasi-alokasi menawarkan penempatan stasiun pemadam kebakaran yang efektif dalam menjangkau area risiko kerawanan tinggi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dan menjadi acuan pembangunan berkelanjutan serta informasi kesiagaan bencana masa mendatang.
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.
