Strategi Guru dalam Menangani Tantrum Anak Usia Dini melalui Pendekatan Sosial Emosional di TK Aisyiyah Wirogunan
Abstract
Perilaku tantrum merupakan salah satu masalah sosial emosional yang muncul pada anak usia dini karena keterbatasan kemampuan dalam mengelola emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk perilaku tantrum pada anak usia dini serta strategi yang digunakan oleh guru dalam menangani tantrum di TK Aisyiyah Wirogunan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian guru kelas B yang terlibat langsung dalam pendampingan anak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara untuk memperoleh informasi mengenai bentuk perilaku tantrum, faktor pemicu, dan strategi penanganan yang diterapkan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku tantrum ditandai dengan tangisan keras, teriakan, marah, dan bersuara di lantai ketika keinginan anak tidak terpenuhi. Guru menangani tantrum dengan pendekatan sosial emosional, memberikan dukungan emosional, berbicara dengan lembut, memeluk, mengelus kepala atau punggung anak, dan memberikan kesempatan untuk anak mengekspresikan emosi. Selain itu, guru menerapkan pendekatan keagamaan dengan membimbing anak untuk melafalkan istighfar ketika marah atau sedih. Strategi tersebut telah terbukti efektif untuk membantu anak menjadi lebih tenang, mengurangi perilaku tantrum, dan kembali mengikuti kegiatan belajar. Keberhasilan penanganan tantrum juga didukung oleh kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan profesional, yang memberikan stimulasi sosial emosional secara konsisten.
Keywords
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)References
Ainur, U., Hafni, N. D., & Mursyidah, L. (2022). Sosial emosional anak usia 0-6 tahun dan stimulasinya menurut teori perkembangan. Jurnal Pelita PAUD, 7(1), 101–110. https://doi.org/10.33222/pelitapaud.v7i1.2185
Chandra, S. O., Fadhli, M., & Juniarly, A. (2024). Psikoedukasi: Mengenali dan menangani tantrum pada anak usia dini bagi orang tua dan pendidik. Jurnal Dehasen Untuk Negeri, 3(1), 25–32. https://doi.org/10.37676/jdun.v3i1.5120
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Denham, S. A., Bassett, H. H., & Wyatt, T. (2015). The socialization of emotional competence. In M. Zembylas & P. A. Schutz (Eds.), Methodological advances in research on emotion and education (pp. 61–78). Springer. https://doi.org/10.1007/978-3-319-14699-7_5
Drupadi, R., & Syafrudin, U. (2019). Hubungan regulasi emosi dengan perilaku prososial anak usia dini. Aulad: Journal on Early Childhood, 2(3), 91–97. https://doi.org/10.31004/aulad.v2i3.41
Fitriyani, D., & Kriswanto, H. D. (2024). Strategi komunikasi pendidik dalam penanganan tantrum pada anak usia dini: Studi fenomenologi di Semarang, Indonesia. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 8(2), 275–288. https://doi.org/10.31004/obsesi.v8i2.5401
Fuadia, N. N. (2022). Perkembangan sosial emosi anak usia dini. Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta, 3(1), 31–47. https://doi.org/10.53800/wawasan.v3i1.131
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Murray, D. W., Rosanbalm, K., & Christopoulos, C. (2016). Self-regulation and toxic stress: A review of interventions and co-regulation in early childhood (OPRE Report No. 2015-65). Office of Planning, Research and Evaluation, Administration for Children and Families, U.S. Department of Health and Human Services.
Muthmainah, M. (2022). Peran guru dalam melatih anak mengelola emosi di taman kanak-kanak. Yaa Bunayya: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(1), 63–76. https://doi.org/10.24853/yby.6.1.63-76
Nurmalitasari, F. (2015). Perkembangan emosi pada anak usia prasekolah. Buletin Psikologi, 23(2), 103–111. https://doi.org/10.22146/buletinpsikologi.10531
Rosanbalm, K. D., & Murray, D. W. (2017). Promoting self-regulation in early childhood: A practice brief (OPRE Brief No. 2017-79). Office of Planning, Research and Evaluation, Administration for Children and Families, U.S. Department of Health and Human Services.
Sari, M., & Sitepu, M. (2024). Peran guru dalam mengatasi anak temper tantrum melalui metode time out pada aktivitas pembelajaran. Murhum: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(1), 230–241. https://doi.org/10.37985/murhum.v5i1.518
Silkenbeumer, J., Schiller, E. M., Holodynski, M., & Kärtner, J. (2018). The role of co-regulation for the development of emotional regulation in early childhood. Zeitschrift für Entwicklungspsychologie und Pädagogische Psychologie, 50(2), 79–90. https://doi.org/10.1026/0042-4439/a000282
Syahreni Yenti. (2021). Perkembangan sosial emosional anak usia dini (AUD): Studi literatur. Jurnal Pendidikan Tambusai, 5(3), 9814–9819. https://doi.org/10.31004/jptam.v5i3.2238
Tong, A., Sainsbury, P., & Craig, J. (2007). Consolidated criteria for reporting qualitative research (COREQ): A 32-item checklist for interviews and focus groups. International Journal for Quality in Health Care, 19(6), 349–357. https://doi.org/10.1093/intqhc/mzm042
Utami, P. P., & Astuti, S. I. (2020). Nilai-nilai religius dalam penanganan emosi anak di taman kanak-kanak Aisyiyah. Jurnal Ilmiah Potensia, 5(2), 112–121. https://doi.org/10.33369/jip.5.2.112-121
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

.png)
