TINGKAT PERCAYA DIRI ATLET CABANG OLAHRAGA INDIVIDUAL DAN BEREGU

Rangga Ahmad Hamdani, Hadi Sartono

Abstract


Penelitian ini membahas mengenai tingkat percaya diri atlet. Percaya diri pada setiap cabang olahraga wajib dimiliki oleh setiap atlet khususnya pada cabang olahraga individual dan beregu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat percaya diri pada atlet cabang olahraga individu dan beregu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Deskriptif Kuantitatif. Sampel yang peneliti gunakan yaitu 30 orang yang masing-masing 15 atlet individual dan 15 atlet beregu yang mengikuti UKM di UPI dengan menggunakan pendekatan random sampling. Dengan instrumen yang digunakan yaitu angket percaya diri. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa tingkat percaya diri atlet cabang olahraga individual lebih besar dari atlet cabang olahraga beregu. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa tingkat percaya diri atlet cabang olahraga individual lebih besar dari tingkat percaya diri atlet cabang olahraga beregu. Peneliti menyarankan kepada atlet cabang olaharaga individual dan atlet cabang olahraga beregu untuk mempertahankan dan meningkatkan tingkat kepercayaan dirinya.

Keywords


Kepercayaan Diri, Atlet Individual dan Beregu.

References


Angelis, (2000). Self Confident: Percaya Diri Sumber Kesuksesan Dan Kemandirian. Jakarta. Gramedia Pustaka.

Arikunto, S. (2006). Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta: Bumi Aksara.

Astriani, Lina. 2010. Pengaruh Kepercayaan Diri Terhadap Peak Performance Atlet Bola Basket Sekolah Menengah Atas (Sma) Negeri Di Kota Malang. Skripsi S1. Universitas Islam Negeri Malang

Cartwright, D., & Zander, A. (1968). Research and Theory (Third Edition). USA: Harper & Row Publisher.

Coakley. J (1978). Sport in Society: Issues and Controversies. USA: Mosby.

Creswell, J. (2012). Research Design. Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Departemen Pendidikan Nasional. (2005). Kamus Besar Bahasa Indonesia (Edisi 3). Jakarta: Balai Pustaka

Djaali. (2011). Psikologi Pedidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Fatimah, E. (2006). Psikologi Perkembangan. Bandung: CV. Pustaka Setia.

Fatimah, E. (2010). Psikologi Perkembangan (Perkembangan Peserta Didik). Bandung: Pustaka Setia.

Fraenkel, J. R., & Wallen, N. E. (2012). How to Design and Evaluate Research in Education 8th Edition. Boston: MCGraw-Hill Higher Education.

Giriwijoyo, S. dan Sidik, D.Z. (2013). Ilmu Faal Olahraga (Fisiologi Olahraga): Fungsi Tubuh Manusia pada Olahraga untuk Kesehatan dan Prestasi. Bandung: Remaja Rosdakar.

Ghufron. (2010). Teori-teori Perkembangan. Bandung: Refika Aditama.

Hakim, T. (2004). Mengatasi Rasa Tidak Percaya Diri. Jakarta: Puspa Swara.

Hartanti, Yuwanto L, Pambudi I, Zaenal T, dan Lasmono H. 2004. Aspek Psikologis dan Pencapaian Prestasi Atlet Nasional Indonesia. Anima Indonesian Psychological Journal Vol 20, No: 1, 40-54.

Hurlock, E. B. (2006). Psikologi Perkembangan Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan Edisi Kelima. Jakarta: Erlangga.

Husdarta. (2010). Psikologi Olahraga. Bandung: Alfabeta.

Ilyasi, G., & Salehian, M. H. (2011). Comparison of Personality Traits Between Individual and Team Athletes. Middle-East Journal of Scientific Research, 9(4):527-530.

Jannah, M. (2012). Kecemasan dan konsentrasi pada atlet panahan. Jurnal Psikologi Teori dan Terapan, (1)53-69.

Lauster, P. (2004). Tes Kepribadian. Jakarta: Gaya Media Pratama.

Mar’at. (1982). Sikap Manusia Perubahan Serta Pengukurannya. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Maksum, A. (2007). Kualitas Guru Pendidikan Jasmani di Sekolah: Antara Harapan dan Kenyataan. Tersedia: http://www.scribd.com/doc/27098795/21.

Monty, P. (2002). Dasar-dasar Psikologi Olahraga. Jakarta: Balai Pustaka.

Palupi, A. I. (2011). Hubungan antara Kebiasaan Makan Pagi dengan Tingkat Kesegaran jasmani pada siswa SD Negeri di Kelurahan Trangasan Kecamatan Gatak Kabupaten Sukoharjo. Skripsi.

Radenbach, R. (1998). Tampil Penuh dengan Percaya Diri. Jakarta: PT. Handal Niaga Pustaka.

Rahmat, J. (2000). Psikologi Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Ridwan, A. (2008). Sekolah Efektif. Diakses pada 18 Desember 2019 dari http://ridwan202.wordpress.com/2008/10/16/sekolah-efektif.

Sahayu, W. (2013). Menentukan sumber data. Skripsi. Universitas Negeri Yogyakarta, Yogyakarta.

Saputro, S. K. (2014). Proses Komunikasi Interpersonal Antara Pelatih Yang Merangkap Sebagai Atlet Dengan Atlet Panjat Tebing Yang Dilatihnya. Jurnal E-Komunikasi, (2)2-10.

Satiadarma, M. P. (2012). Indonesian Clinical Psychologists in Brief History. International Association of Applied Psychology, 1(1)9-10.

Sekaran, U. (2006). Metodologi Penelitian untuk Bisnis Edisi 4. Jakarta: Salemba Empat.

Sugiyono. (2012). Metode Penelitin Kuantitatif, Kualitatif R&D. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Kombinasi (Mix Methods). Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: PT. Alfabeta.

Sujatmiko, E. (2014). Kamus IPS. Surakarta: Aksara Sinergi Media.

Supomo, B., & Indriantoro, N. (2002). Metodologi Penelitian Bisnis Cetakan Kedua. Yogyakarta: Penerbit BFEE UGM.

Thantaway. (2005). Kamus Istilah Bimbingan dan Konseling. Yogyakarta: Kanisius.

Viniagustia. (2014). Definisi individu serta pengertian individu menurut para ahli. Tersedia:http://didefinisipengertian.blogspot.com/2015/06/definisi-pengertian-ind ividu-menurut-ahli.html.

Wiraatmaja, S. (1973). Pokok-Pokok Sosiologi Pedesaan. Jakarta: Yasaguna.

Yulianto, Fitri, H.Fuad Nashori. Kepercayaan Diri Dan Prestasi Atlet Tae Kwon Do Daerah Istimewa Yogyakarta. Jurnal Psikologi Universitas Diponegoro Vol 3, No 1, Juni 2006. ejournal.undip.ac.id › Home › Vol 3, No 1 (2006) › Yulianto ( di akses tanggal 20 maret 2015 ) ISSN 2252 – 7032




DOI: https://doi.org/10.17509/jko-upi.v13i1.32307

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Rangga Ahmad Hamdani

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License

View My Stats

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.