Analisis Komparatif Kecepatan Atlet Tunanetra Saat Berlari dengan Guide Runner dan Teknologi

Najwan Muhammad Ghalib, Mesa Rahmi Stephani

Abstract


Artikel ini mengekplorasi perbedaan performa kecepatan lari atlet atletik tunanetra di Kota Bandung ketika menggunakan metode berlari yang di bantu seorang guide runner dan pada saat menggunakan inovasi teknologi yang di ciptakan oleh Mahasiswa dan dosen Universitas Pendidikan Indonesia. Dua atlet yang memiliki kriteria tunanetra merupakan sampel pada penelitian ini. Metode penelitian kuantitatif dengan Uji Mann-Whitney di aplikasikan untuk menjawab Hipotesis penelitian, Temuan peneliti menunjukan bahwa atlet yang berlari menggunakan metode yang berbeda memiliki perbedaan kecepatan yang signifikan. Hal ini dibuktikan dari hasil uji komparatif yakni Nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,121 atau  >  0,05 sehingga dapat disimpulkan H1 diterima.


Keywords


Analisis komparatif, Blind Runner, Guide Runner, Perbedaan Kecepatan Berlari, Atlet Tunanetra.

Full Text:

PDF

References


Abrori, R. U. (2020). Studi komparatif tingkat VO2Maks atlet usia U-21 cabang olahraga atletik dan renang di Kota Malang (Doctoral dissertation, Universitas Negeri Malang).

Al Zayer, M., Tregillus, S., Bhandari, J., Feil-Seifer, D., & Folmer, E. (2016, October). Exploring the use of a drone to guide blind runners. In Proceedings of the 18th International ACM SIGACCESS Conference on Computers and Accessibility (pp. 263-264).

Asim, A. (2020). Studi Komparatif Tingkat VO2maks Atlet Usia U-21 Cabang Olahraga Atletik dan Renang di Kota Malang. Sport Science and Health, 2(3), 174-181.

Brown, C., & Pappous, A. (2018). “The Legacy Element... It Just Felt More Woolly”: Exploring the Reasons for the Decline in People With Disabilities’ Sport Participation in England 5 Years After the London 2012 Paralympic Games. Journal of Sport and Social Issues, 42(5), 343-368.

KEMENPORA RI. (2022). Kompetisi nasional inovasi dan teknologi digital olahraga tahun 2022 (Issue November, p. 2022).

Lolang, E. (2014). Hipotesis Nol dan Hipotesis Alternatif. Jurnal Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, 3(3), 685-695.

Mark, B., & Peter, C. (2001). Introduction to quantitative research. S. Publications, Ed.), Sage Publications, 1.

Mestika, P. A., & Sriwarno, A. B. (2014). Sarana Bantu Atletik Lari Tuna Netra Dengan Sistem Kerja Line Follower. Product Design, 1(1), 161516.

Nababan, J. (2018). IPTEK Terhadap Atlet Sprint Tunanetra Npc (National Paralympik Comite) Sumut Tahun 2018.

Peiris, H., Kulasekara, C., Wijesinghe, H., Kothalawala, B., Walgampaya, N., & Kasthurirathna, D. (2016, December). EyeVista: An assistive wearable device for visually impaired sprint athletes. In 2016 IEEE International Conference on Information and Automation for Sustainability (ICIAfS) (pp. 1-6). IEEE.

Quraisy, A., & Madya, S. (2021). Analisis nonparametrik Mann Whitney terhadap perbedaan kemampuan pemecahan masalah menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning. VARIANSI: Journal of Statistics and Its Application on Teaching and Research, 3(1), 51-57.

Salaswari, U., Suroto, W., & Nirawati, M. A. (2020). Penerapan Prinsip Arsitektur Hijau Pada Pusat Pelatihan Olahraga Penyandang Disabilitas di Surakarta. Senthong, 3(1).

Sugiyono. 2018. Metode Penelitian Kuantitatif. Bandung: Alfabeta.




DOI: https://doi.org/10.17509/jko-upi.v15i1.55458

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2023 Jurnal Kepelatihan Olahraga

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons Licensefree hit counter

View My Stats

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.