Pendidikan Dialogis nan Membebaskan: Kajian bagi Pendidikan Akuntansi (Kritis)

Luky Patricia Widianingsih

Abstract


Abstract

This article is motivated by the awareness that education must give freedom to learners in the process of producing and reproducing knowledge through the learning process. Realizing that education can bring changes to social realities, the educational paradigm must be changed to lead to an innovative learning culture. Therefore, this paper provides inspiration from the thoughts of an educational philosopher, namely Paulo Freire. The focus is on how Paulo Freire's thoughts can be useful for developing accounting education and scholarship as an alternative to critical paradigms. Relevant literature review is used as a research approach to describe ideas of thought. Dialogic education will encourage the realization of emancipatory and transformative goals. This article can have at least two implications. First, accounting can be understood more broadly in the perspective used to see the social reality of accounting where a critical approach can be an alternative that strengthens the contribution of accounting as an active science. Second, to achieve the first goal, the conventional approach used for knowledge transfer must also be transformed into a liberating dialogical approach to give learners the courage to be more innovative and creative in seeing their social reality.

Keywordsaccounting education, critical accounting, dialogic education, Paulo Freire's thoughts

 

Abstrak

Artikel ini dilatarbelakangi oleh kesadaran bahwa pendidikan harus memberikan kebebasan kepada peserta didik dalam proses produksi dan reproduksi pengetahuan melalui proses pembelajaran. Menyadari bahwa pendidikan dapat membawa perubahan pada realitas sosial, maka pendekatan pendidikan konvensional tidak dapat lagi dijalankan. Paradigma pendidikan harus diubah untuk mengarah pada budaya belajar yang inovatif. Oleh karena itu, tulisan ini bertujuan untuk menyajikan pendekatan alternatif dalam pendidikan akuntansi yang terinspirasi dari pemikiran seorang filsuf pendidikan, yaitu Paulo Freire. Fokus artikel ini adalah bagaimana pemikiran-pemikiran Paulo Freire dapat bermanfaat untuk mengembangkan pendidikan dan keilmuan akuntansi sebagai alternatif dari paradigma kritis. Tinjauan pustaka yang relevan digunakan sebagai metode untuk mendeskripsikan ide-ide pemikiran. Pendidikan dialogis akan mendorong terwujudnya tujuan emansipatoris dan transformatif. Artikel ini setidaknya dapat memiliki dua implikasi. Pertama, akuntansi dapat dipahami secara lebih luas dalam perspektif yang digunakan untuk melihat realitas sosial akuntansi dimana pendekatan kritis dapat menjadi salah satu alternatif yang memperkuat kontribusi akuntansi sebagai ilmu yang aktif. Kedua, untuk mencapai tujuan pertama, pendekatan konvensional yang digunakan untuk transfer ilmu juga harus diubah menjadi pendekatan dialogis nan membebaskan untuk memberikan keberanian kepada pembelajar agar lebih inovatif dan kreatif dalam memandang realitas sosialnya.

Kata Kunci: pendidikan akuntansi, akuntansi kritis, pendidikan dialogis, pemikiran-pemikiran Paulo Freire


Keywords


pendidikan akuntansi, akuntansi kritis, pendidikan dialogis, pemikiran-pemikiran Paulo Freire

Full Text:

PDF

References


Freire, Paulo. (1994). Paulo Freire on Higher Education: a Dialogue at the National University of Mexico. State University of New York Press, 1994.

Hanif, Muhammad. (2014). Desain Pembelajaran untuk Transformasi Sosial (Studi Perbandingan Pemikiran Paulo Freire dan Ivan Illich tentang Pendidikan Pembebasan). Komunika. 8(2), 113-128.

Kamayanti, Ari. Triyuwono, Iwan. Irianto, Gugus dan Mulawarwan, Aji D. (2012). Philosophical Reconstruction of Accounting Education: Liberation through Beauty. World Journal of Social Sciences. 2(7), 222-233.

Kemendikbud. (2020a). Merdeka Belajar: Kampus Merdeka. Retrived from: http://kemendikbud.go.id/. Diakses 24 Januari 2020.

Kemendikbud. (2020b). Mendikbud Luncurkan Empat Kebijakan Merdeka Belajar: Kampus Merdeka. Retrived from: http://kemendikbud.go.id/. Diakses 6 Oktober 2021.

Kemendikbud. (2019). Mendikbud Tetapkan Empat Pokok Kebijakan Pendidikan “Merdeka Belajar. Retrived from: http://kemendikbud.go.id/. Diakses 6 Oktober 2021.

McPhail, Ken. (2001). The Dialectic of Accounting Education: From Role Identity to Ego Identity. Critical Perspectives on Accounting. 12, 471-499.

Mulawarwan, Aji Dedi. (2006). Pendidikan Akuntansi Berbasis Cinta: Lepas dari Hegemoni Korporasi Menuju Pendidikan yang Memberdayakan dan Konsepsi Pembelajaran yang Melampaui. Ekuitas. 12(2), 142-158.

Musov, Michael. (2017). It Doesn’t Matter How We Asses the Competencies in Accounting Education?. Economic Alternatives. 3, 429-448.

Pramono, Made. (2015). Epistemologi Kiri. Artikel Menyelami Spirit Epistemologi Paulo Freire. Penerbit Ar-Ruzz Media, Yogyakarta.

Subkhan, Edi. (2016). Pendidikan Kritis. Penerbit Ar-Ruzz Media, Yogyakarta.

Thomson, Ian. dan Bebbington, Jan. (2004). It Doesn’t Matter What You Teach?. Critical Perspectives on Accounting. 15, 609-628.

Tygel, Alan Freihof and Kirsch, Rosana. (2016). Contribution of Paulo Freire to a Critical Data Literacy: a Popular Education Approach. Journal of Community Informatics. 2(3), 108-121.




DOI: https://doi.org/10.17509/jpak.v9i2.31285

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License

Jurnal Pendidikan Akuntansi dan Keuangan  is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats