GANGGUAN FONOLOGI PADA ANAK TUNARUNGU DI SLB AB KEMALA BHAYANGKARI 2 GRESIK

Maylina Alvi Rosidah, Ika Febriani

Sari


Abstrak

Neurolinguistik merupakan bidang kajian ilmu linguistik yang membahas mengenai struktur otak yang dimiliki seseorang untuk merespons bahasa. Fonologi adalah ilmu yang mempelajari bunyi bahasa. Bahasa memiliki fungsi yang sangat erat kaitannya dalam kehidupan. Proses pembelajaran bahasa di sekolah merupakan sumber utama seseorang agar berbahasa dengan baik bagi anak yang memiliki kekurangan ataupun tidak. Anak tunarungu memiliki tingkat kesulitan dalam pembelajaran bahasa. Anak tunarungu memiliki gangguan pendengaran dan mekanisme berbicara yang menyebabkan ia sulit menggunakan bahasa dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kemampuan berbahasa anak tunarungu serta mendeskripsikan bentuk gangguan fonologi yang terjadi pada anak tunarungu di SLB AB Kemala Bhayangkari 2 Gresik. Penelitian ini menggunakan teori neurolinguistik yang di dalamnya mengkaji tentang hubungan fungsi otak manusia dengan proses mengolah bahasa. Apabila seseorang tidak dapat berbahasa dengan baik dapat dikatakan ia memiliki gangguan yang mencakup gangguan pendengaran serta mekanisme berbicara. Metode Penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi, teknik rekam, dan teknik simak catat. Setelah data terkumpul kemudian data dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan  simpulan. Teknik keabsahan data dilakukan dengan menggunakan triangulasi  sumber dan triangulasi teknik guna menguji kreadibilitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:  (1) 10 peserta didik tunarungu di SLB AB Kemala Bhayangkari 2 memiliki kemampuan berbahasa yang rendah, (2) terdapat gangguan fonologi yang terjadi pada 10 peserta didik tunarungu yang mencakup omisi, adisi, dan substitusi pada kontoid dan vokoid.

 

Kata Kunci : gangguan fonologi, neurolinguistic, tunarungu

 

Abstract

Neurolinguistics is a branch of linguistics discussing the structure of one’s brain to respond to language. Meanwhile, phonology is the study of the sounds of language. Language has functions very closely related to life. Language learning process at school is the main education for normal or disabled children to learn to speak well. Deaf children have difficulty in language learning. Deaf children have hearing problems and speech mechanisms that make it difficult for them to use language well. The purpose of this study is to describe the language skills of deaf children and to describe the forms of phonological disorders among deaf children at SLB AB Kemala Bhayangkari 2 Gresik. This research was based on neurolinguistic theory examining the relationship between human brain function and language processing. If a person cannot speak well, it can be said that he has a disorder that includes hearing loss and speech mechanisms. The research method used was descriptive qualitative. Data was collected by using documentation, recording, and note-taking techniques. After collected, data were analyzed through data reduction, data presentation, and drawing conclusion phases. Data validity technique was ensured due to source triangulation and technical triangulation to test the credibility of the data. The results showed that: (1) 10 deaf students at SLB AB Kemala Bhayangkari 2 had low language skills, (2) there were phonological disorders among 10 deaf students, including omission, addition, and substitution in contoid and vocoid.

Keywords: phonology, neurolinguistic, deaf

 


Kata Kunci


fonologi, neurolinguistik, tunarungu

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Ahlsen, E. (2006). Introduction to Neurolinguistics. Amsterdam:John Benjamin Publishing Company.

Arikunto, S. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Budianingsih, T. (2017). Peran neurolinguistik dalam pengajaran bahasa. Jurnal al-Azhar Indonesia Seri Humaniora, 3(2), 137-149.

Cahyantini, I.A. (2018). Gangguan Fonologi pada Anak Penyandang Afasia Perkembangan di Klinik Bina Wicara. Tesis tanpa terbitan. Universitas Negeri Jakarta.

Chaer, A. (2003). Linguistik Umum. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Chaer, A. (2009). Fonologi Bahasa Indonesia. Jakarta: PT Rineke Cipta.

Djiwandono, P.I. (2015). Tidak Sulit, Metodologi Penelitian Sosial dan Pendidikan Bahasa. Yogyakarta : Deepublish.

Doman, G. & Doman, J. (2005). How To Teach Baby Read (The Gentle Revolution Series). New York : Square One Publisher.

Hallahan, D. P and Kauffman, J. M. (1991). Exceptional Children: introduction to special Education. New Jersey: Pretice Hall, Inc.

Harris, D. P. (1974).Testing English as a Second Language. New Delhi: Mc.Graw-Hill Publishing Company Ltd.

Heaton, J. B. (1989). Writing English Language Test. New York: Longman.

Jamaris, M. (2018). Anak Berkebutuhan Khusus. Bogor: Ghalia Indonesia.

Depdikbud. (2020). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: PN. Balai Pustaka.

Luria, A. R. (1976). Basic Problems of Neurolinguistics. Janua Linguarum, Vol. 73.

Mahsun. (2007). Metode Penelitian Bahasa. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Moleong, L. J. (2009). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya

Muslich, M. (2008). Fonologi Bahasa Indonesia Tinjauan Deskriptif Sistem Bunyi Bahasa Indonesia. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Nasrullah, R, Dadang S., Wagiati, Sugeng R. (2019). Ekspresi Verbal Afasia Broca Fasih. Bandung: CV. Semiotika.

Rahmah, F. N. (2018). Problematika anak tunarungu dan cara mengatasinya. Quality, 6(1), 1-15.

Sastra, G. (2010). Neurolinguistik Suatu Pengantar. Bandung: Alfabeta Bandung.

Setyaningsih, M. (2018). Pelaksanaan Program Pembelajaran Pengembangan Komunikasi Presepsi Bunyi dan Irama Tahap Identifikasi Siswa Tunarungu Kelas. Jurnal Pendidikan Khusus, 14 (1).

Setyonegoro, A. (2013). Hakikat, Alasan, dan Tujuan Berbicara (Dasar Pembangun Kemampuan Berbicara Mahasiswa). Jurnal Pena, 3 (1)(1), 67–80.

Somantri. (2016). Analisis Penggunaan Keigo dalam Lingkungan Kerja pada Film Kenchou Omotenashi. Bandung : Universitas Pendidikan Indonesia.

Sugiyono. (2007). Metode Penelitian Pendidikan (Suatu Pendekatan Praktek). Jakarta: Rineke Cipta.

Tarigan, H. G. (1988). Pengajaran Analisis Kesalahan Berbahasa. Bandung: Angkasa.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.