KLASIFIKASI DATA MINING DALAM MENGANALISIS DATA PERUBAHAN LAHAN MANGROVE DI PESISIR MUARA GEMBONG

Kiran Aulia Putri, Aulia Claudia Rahma, Piona Roskha

Abstract


Ekosistem hutan mangrove merupakan ekosistem yang tumbuh dipengaruhi oleh pasang-surut air laut, ekosistem ini tumbuh di daerah batas pasang-surutnya air, tepatnya pada daerah pantai dan sekitar muara sungai. Kawasan hutan mangrove yang berada di Kecamatan Muara Gembong termasuk salah satu kategori kawasan hutan lindung yang telah ditetapkan pada SK Nomor 92/UM/54 Tahun 1954 oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia dan memiliki tingkat relatif mangrove yang cukup baik. Namun, di beberapa kawasan hutan mangrove di Kecamatan Muara Gembong memiliki tingkat ancaman degradasi yang relatif tinggi, dan terus mengalami perubahan berupa penambahan dan pengurangan luasan, serta mengenai data informasi terbaru perubahan lahan hutan mangrove di Muara Gembong tidak ada. Metode penelitian yang digunakan pada jurnal ini adalah penggunaan metode penginderaan jauh (Remote Sensing) dengan mengolah citra satelit landsat 8/ETM+ dengan membandingkan hasil citra kawasan hutan mangrove Muara Gembong pada tahun 1990, 2007, 2009, 2014, 2019 maupun 2021, dan penggunaan teknik klasifikasi data mining yang dapat  menghasilkan informasi serta pola-pola tertentu untuk memudahkan dalam pengambilan keputusan perubahan luas hutan mangrove di Muara Gembong. Sehingga tujuan dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi sebaran dan kerapatan ekosistem mangrove bagi Pemerintah Daerah dan stakeholder terkait maupun bagi kalangan akademisi dan masyarakat, serta dapat dijadikan sebagai dasar atau pegangan dalam pengambilan kebijakan, terutama yang berhubungan dengan pengelolaan dan pengembangan kegiatan di wilayah pesisir pantai.



Keywords


citra satelit; klasifikasi data mining; mangrove; muara gembong; penginderaan jauh

References


Faizal, A., & Amran, M. A. (2005). Model transformasi indeks vegetasi yang efektif untuk prediksi kerapatan mangrove Rhizophora mucronata. Prosiding PIT MAPIN XIV ITS Surabaya, 14–15.

Hanan, A. F., Pratikto, I., & Soenardjo, N. (2020). Analisa distribusi spasial vegetasi mangrove di Desa Pantai Mekar Kecamatan Muara Gembong. Journal of Marine Research, 9(3), 271–280.

Kawamuna, A., Suprayogi, A., & Wijaya, A. P. (2017). Analisis kesehatan hutan mangrove berdasarkan metode klasifikasi NDVI pada citra Sentinel-2 (Studi kasus: Teluk Pangpang Kabupaten Banyuwangi). Jurnal Geodesi Undip, 6(1), 277–284.

Laremba, S. (2014). Sebaran dan kerapatan mangrove di Teluk Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Makassar: FKIP Universitas Hasanuddin.

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional. (2015). Pedoman pengolahan data penginderaan jauh Landsat 8 untuk mangrove. Jakarta: LAPAN.

Maulani, A., Taufiq-SPJ, N., & Pratikto, I. (2021). Perubahan lahan mangrove di pesisir Muara Gembong, Bekasi, Jawa Barat. Journal of Marine Research, 10(1), 55–63.

Pranata, R., Patandean, A. J., & Yani, A. (2016). Analisis sebaran mangrove menggunakan citra Landsat 8 di Kabupaten Maros. Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika, 12(1), 88–95.

Oktaviani, S., & Imran, Z. (2019). Daya Dukung Optimum Berbasis Pola Tata Guna Lahan Pesisir di Muara Gembong Kabupaten Bekasi. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, 11(1), 75-87.

Purwanto, A. D. (2014). Analisis sebaran dan kerapatan mangrove di Segara Anakan, Cilacap. Seminar Nasional Penginderaan Jauh, 232–241.

Rabi’a, R., Agussalim, A., & Ulqodry, T. Z. (2019). Integrasi data citra Landsat dengan data LAI (Leaf Area Index) untuk menentukan kerapatan kanopi mangrove di Muara Sungai Banyuasin dan Muara Musi, Sumatera Selatan (Disertasi doktor, Universitas Sriwijaya).

Suwargana, N. (2010). Analisis perubahan hutan mangrove menggunakan data penginderaan jauh di Pantai Bahagia, Muara Gembong, Bekasi. Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital, 5.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Pendidikan Perikanan Kelautan (Journal of Fisheries and Maritime Studies) is published by UPI.