ANALISIS KEBUTUHAN SISWA SD TERHADAP BAHAN AJAR BAHASA INGGRIS BERBASIS BUDAYA LOKAL SUNDA

Pipit Prihartanti Suharto

Abstract


Pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah dasar sejak enam tahun lalu sudah tidak tercantum lagi dalam kurikulum nasional Indonesia (K-13) yang salah satu alasan penghapusannya adalah bahwa penguatan identitas, budaya, dan bahasa nasional lebih esensial dikembangkan pada jenjang ini. Alasan lain adalah karena kurang tersedianya tenaga pendidik yang kompeten serta buku ajar yang disusun secara terpusat berdasarkan kurikulum nasional yang khusus diperuntukkan bagi sekolah dasar. Namun, kebijakan pemerintah tersebut tidak menghentikan sekolah-sekolah dasar untuk tetap memasukkan Bahasa Inggris ke dalam kurikulum muatan lokalnya. Implikasinya adalah pihak sekolah atau gurulah yang memegang tanggung jawab pengembangan kurikulum Bahasa Inggris untuk pembelajar usia dini.Guna mendukung kebijakan pemerintah namun sekaligus tetap membantu baik pihak sekolah maupun guru dalam melaksanakan pembelajaran Bahasa Inggris pada usia dini, maka salah satu solusinya adalah mengembangkan materi ajar Bahasa Inggris berbasis budaya lokal (local culture-based EFL teaching materials) yang spesifik atau relevan sesuai konteks (context- specific materials) dimana pembelajar usia dini itu belajar. Dengan demikian, pembelajaran Bahasa Inggris bagi usia dini dan penguatan karakter budaya lokal (dan atau nasional) dapat tetap terlaksana. Untuk mencapai tujuan tersebut, sebuah analisis kebutuhan pertama-tama perlu dilakukan di sebuah sekolah dasar yang kemudian diharapkan berkontribusi sebagai basis atau inisiasi pengembangan materi ajar yang mengintegrasikan budaya lokal ke dalamnya. Analisis kebutuhan ini menggunakan kerangka analisis yang diadaptasi dari Mayangsari dkk. (2018). Pengumpulan data akan dilakukan melalui survei terhadap siswa kelas V sekolah dasar, interviu individual dengan guru terkait, interviu grup terfokus dengan siswa, serta dokumentasi. Analisis kebutuhan dalam penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat dan berkontribusi terhadap kemajuan pendidikan di tanah air.


Full Text:

Hal 100-109

References


Alwasilah, I.A. (2018). Sundanese local content integration in English for young learners’ classroom in Madya, S., Hamied, F. A., Renandya, W. A., Coombe, C., & Basthomi, Y. (Eds.). ELT in Asia in the Digital Era: Global Citizenship and Identity. London: Routledge.

Andi, K. & Arafah, B. (2017). Using needs analysis to develop English teaching materials in in initial speaking skills for Indonesian college students of English. The Turkish Online Journal of Design, Art, and Communication TOJDAC (419-37).

Arnold, W. & Rixon, S. (2008). ‘Materials for teaching English to young learners’ in B. Tomlinson (ed.) English language learning materials. London: Continuum International Publishing Group.

Basalama, N. (2018). Motivating EFL learners to speak by embracing local culture and tradition. The Asian EFL Journal; 20(1): 65-76.

Hawanti, S. (2014). Implementing Indonesia’s English language teaching policy in primary schools: The role of teachers’ knowledge and beliefs. International Journal of Pedagogies and Learning; 9 (2):162-170.

Hermawan, B. & Noerkhasanah, L.(2012). Traces of cultures in English textbooks for primary education. Indonesian Journal of Applied Linguistics; 1(2): 49-61.

Mayangsari, dkk. (2018). Cultural content: An analysis of EFL Textbook in Indonesia. International Journal of Scientific and Research Publications, Volume 8:1, pp. 192-198.

McGrath, I. (2002).Materials evaluation and design for language teaching.

Edinburgh: Edinburgh University Press Ltd.

Mubaraq, Y.F. & Arini, D.N. (2017). Teachers’ perception toward integrating local wisdom in the teaching of writing. 2nd NEDS Proceedings (242-49).

Muliyadi. (2017). The local wisdom and English reading teaching material as new perspective. 2nd NEDS Proceedings (151-160).

Nurlia, R. & Arini, F. (2017) Effect of bringing local culture in English Language Teaching on students’ writing achievement. The 4th International Conference on Language, Society and Culture in Asian Contexts, KnE Social Sciences (187–194).

Pinter, A. & Zandian, S. (2014). I don’t ever want to leave this room’: benefits of researching ‘with’ children. ELT Journal; 68 (1):64-74.

Pinter, A. (2017). Teaching Young Language Learners. Oxford: Oxford University Press.

Prastiwi, Y. (2013). Transmitting Local Cultural Knowledge through English as Foreign Language (EFL) Learning as a Means of Fostering “Unity in Diversity”. Academic Journal of Interdisciplinary Studies; 2 (3): 507-13.

Ratminingsih, N.M.& Budasi, I.G. (2018). Local-culture based picture storybooks for teaching English for young learners. SHS Web of Conferences 42: 1-6.

Syahri, I. & Susanti, R. (2016). An analysis of local and target culture integration in the English textbooks for senior high school in Palembang. Journal of Education and Human Development ; 5(2): 97-102.

Tomlinson, B. (2003). ‘Materials evaluation’, in B. Tomlinson (ed.) Developing materials for language teaching. London: Continuum International Publishing Group, pp. 15-36.




DOI: https://doi.org/10.17509/md.v15i2.21679

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Prodi PGSD, Universitas Pendidikan Indonesia, Kampus Purwakarta. metodikdidaktik@upi.edu

 

 

Creative Commons Licence
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.