EKSPLORASI GERAK TARI DENGAN MODEL SNOWBALL THROWING (Studi Eksperimen Pada Siswa SMA)

Eka Marselina Pratiwi, Agus Budiman, Beben Barnas

Abstract


Permasalahan kemampuan eksplorasi gerak tari siswa adalah fokus dari penelitian ini. Dalam pembelajaran tari, kegiatan eksplorasi merupakan bagian dari tahapan penciptaan tari yang mesti dipelajari oleh siswa. Akan tetapi kenyataannya siswa belum memiliki perangkat pengetahuan dan keterampilan untuk melakukan kegiatan eksplorasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menguji pengaruh penggunaan model snowball throwing terhadap kemampuan eksplorasi gerak tari. Metode penelitian yang digunakan adalah pre-eksperimen dengan desain One Group Pretest-Posttest. Populasinya merupakan siswa SMA, sampel yang digunakan 40 siswa dengan siswa laki-laki 18 dan perempuan 22 siswa dengan teknik pengambilan simple random sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan empat cara yaitu: obervasi, wawancara, tes dan dokumentasi. Hasil penelitian diperoleh data bahwa nilai rata-rata pretest sebesar 69.5 saat treatment berlangsung respon siswa sangat baik dan positif sedangkan perolehan rata-rata nilai posttest sebesar 82 yang kemudian dilakukan analisis dengan uji hipotesis yaitu Uji T dalam hasil perhitungan menunjukkan thitung sebesar 5.012 dan ttabel 2.024 dengan taraf signifikansi 0.05. berdasarkan kriteria pengujian maka diperoleh thitung > ttabel atau 5.012 > 2.024 maka Ha diterima dan Ho ditolak. Dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh yang signifikan penerapan Model Snowball Throwing terhadap kemampuan eksplorasi gerak tari siswa kelas XI SMAN 6 Kab.Tangerang.

Keywords


Model Snowball Throwing; kemampuan eksplorasi gerak tari

Full Text:

PDF

References


Andin, J. O., Asi, Y. E., Afrom, I., Kurniawan, Y., & Sendratasik, P. P. (2020). Peningkatan Kreativitas Tari Melalui Penciptaan Ragam Gerak Tari Kreasi Pada Siswa Kelas Viii Smpn 1 Kapuas Murung. 1(1), 83–91.

Arikunto S. (2010). Prosedur penelitian suatu pendekatan praktik. In Jakarta: Rineka Cipta.

BNSP. (2006). Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah Badan Standar Nasional Pendidikan 2006. 1–23.

Budiman, A., & Karyati, D. (2021). Jurnal PGSD. Jurnal PGSD, 11(2), 128–134.

Florida, R., Mellander, C., & King, K. (2015). the Global Creativity Index 2015. Martin Prospery Institute, 65. w martinprosperity.org

Harahap, E. H. (2021). Pengaruh Pendekatan Contextual Teaching And Learning Berbantuan Media Tiga Dimensi Terhadap Motivasi Dan Hasil Belajar Matematika. Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS), 3(3), 829–835.

Hawkins, Alma M. (2003). Mencipta Lewat Tari. Terj. Sumandiyo Hadi dari Creating Through Dance. Yogyakarta: Manthili Yogyakarta.

Herlina. 2010. Minat Belajar. Jakarta: Bumi Aksara.

Hijriyanni, A. A., & Barnas, B. (2020). Model Problem Based Learning Berbasis Multimedia Interaktif Melalui Daring Untuk Meningkatkan Pemahaman Gerak Tari. Ringkang: Kajian Seni Tari Dan Pendidikan Seni Tari, 1(2), 57–67.

Kusnadi, 2009. Keterampilan Seni Budaya. Bogor: PT.Maju Mundur

Laban Rudolf. 1985. Modern Education Dance. London: Mac Donald and Evans.

Lestari, P., & Hudaya, D. A. (2018). PENERAPAN MODEL QUANTUM TEACHING SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS KELAS VIII SMP PGRI 3 JAKARTA. Research and Development Journal Of Education, 5(1).

Slameto. 2010. Belajar dan faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: PT. Rineka Cipta

Sudjana. 1996. Metode Statistika. Bandung: Sinar Baru Algasindo.

Utami Munandar. (2009.). Pengembangan kreativitas anak berbakat / Utami Munandar. Jakarta: Rineka Cipta,.

Zamrodah, Y. (2016). PERMEN, 2006. 15(2), 1–23.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.