POTENSI YOUTUBE SEBAGAI MEDIA EDUKASI BAGI ANAK MUDA

Detta Rahmawan, Jimi Narotama Mahameruaji, Preciosa Alnashava Janitra

Abstract


Penetrasi Internet di Indonesia tiap tahun mengalami peningkatan. Meskipun demikian, tingginya tingkat penggunaan internet masih belum memberikan dampak yang optimal terkait pemberdayaan masyarakat, khususnya anak muda. Rendahnya tingkat literasi digital, serta kurangnya pengetahuan akan konten yang positif di Internet membuat sebagian anak muda di Indonesia belum dapat memanfaatkan peran teknologi dan media digital secara optimal dalam kehidupan mereka sehari-hari, terutama terkait dengan peran teknologi tersebut sebagai sumber informasi mengenai pengetahuan dan pendidikan. Banyaknya konten-konten negatif menimbulkan beragam permasalahan seperti hoax, cyberbullying, cybercrime, pornografi, hingga politisasi isu SARA. Penelitian ini menggunakan metode analisis isi kualitatif untuk memetakan beragam konten positif dengan tema pendidikan pada media sosial YouTube. Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa kreator konten di YouTube yang khusus membahas tema pendidikan masih sangat terbatas. Beberapa akun YouTube yang menjalankan fungsi media edukasi bagi anak muda terutama adalah “Kok Bisa” yang mengemas kontennya dengan menggunakan animasi, bahasa yang sederhana, dan penjelasan yang tidak begitu rumit, serta beberapa akun milik perusahaan rintisan di bidang jasa layanan pendidikan seperti Quipper, Zenius, dan Ruang Guru yang memiliki kanal berisikan pembelajaran elektronik, tutorial dan tips pembelajajaran. Media edukasi di YouTube masih memerlukan kontrbusi banyak pihak karena kami melihat misalnya masih belum banyak konten edukasi dengan genre vlog, dan masih belum banyak konten-konten kreatif lain yang juga bertemakan pendidikan. Hal ini tentunya menjadi sebuah permasalahan sekaligus potensi untuk dikembangkan.

Keywords


Media Sosial, YouTube, Konten Pendidikan, Pemberdayaan Anak Muda

Full Text:

PDF

References


Abdillah, M. (Ed.). (2017, Juni 12). Inilah Prodi Paling Terpopuler di SBMPTN 2017. Diambil dari Rakyatku.com.

APJII. (2016). Infografis Penetrasi & Perilaku Pengguna Internet Indonesia 2016. Jakarta: Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia.

Bhaskoro, T. A. (2014, September 12). Diambil dari daily social . id : https://dailysocial.id/post/quipperschool

Chadha, R. (2017, April 17). Diambil dari Business Insider : http://www.businessinsider.com/YouTube-users-in-indonesia-are-drawnto-educational-videos-2017-4/?IR=T#

Erlangga, M. (2015, Juli 23). Diambil dari daily social . id :

https://dailysocial.id/post/zeniusrevolusi-belajar

Krippendorff, K. (2004). Content Analysis: An Introduction to its Methodology. Thousand Oaks, CA: SAGE.

Kumparan. (2017, Februari 17). Diambil dari Kumparan NEWS: https://kumparan.com/@kumparannews/belajar-asyik-viaYouTubedengan-kok-bisa

Kurnia, N., & Astuti, I. S. (2017, September 25). Diambil dari the conversation. co . id : https://theconversation.com/pemetaa

n-9-kota-menegaskan-indonesiaharus-bangkit-dari-gagap-digital-

Lee, T. (2014, Maret 7). Diambil dari techinasia: http://www.techinasia.com/startup-58-million-elearning-funexpandssoutheast-asia/

Nielsen. (2016, 03 16). VIDEO ON DEMAND. Diambil dari nielsen.com:

http://www.nielsen.com/us/en/insights /reports/2016/video-on demand.html

Noviandari, L. (2014, Juli 23). Diambil daritechinasia: https://www.techinasia.com/zeniusindonesia- education-videos-online

Putri, W. A. (2016, September 23). Diambil pada Desember 1, 2016, dari

tirto.id: https://tirto.id/kaya-rayaberkat-YouTube-bL9w

Putri, A. W. (2018, April 15). Jurus Dua Sekawan Melesatkan Ruangguru. Diambil dari Swa. co. id : https : //swa.co.id / youngsterinc/youngsterinc-startup/jurus-duasekawan-melesatkan-ruangguru

Rahmawan, D., & Narotama, J. (2017). Peran Multi-Channel Network (MCN) dalam Model Bisnis YouTube di Indonesia.

Seminar Nasional Komunikasi dan Budaya di Tengah Pusaran Media dan Teknologi Informasi (pp. 71-79). Jatinangor: Magister Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi UniversitasPadjadjaran.

Ruang Guru. (2018). Produk Kami. D i a m b i l d a r i R u a n g G u r u :

https://ruangguru.com/

Setyanti, P. E. (2015, September 25).Diambil dari techinasia.com:

https://id.techinasia.com/channel-YouTube-kok-bisa-indonesia

Social Blade. (2018). Diambil darihttps://socialblade.com/YouTube/top/

country/id/mostsubscribed

Vollmer, C. (2017). 2017 Entertainmentand Media Trends. Diambil dari

strategyand. pwc. com: https://www.strategyand.pwc.com/trend/2017-entertainment-and-mediatrends

We Are Social. (2017, January 24). Diambil dari wearesocial.com: http://wearesocial.com/blog/2017/01/digital-in-2017-global-overview

Widiartanto, H. Y. (2016, Oktober 2016). Kompas Tekno. Diambil pada 15 Maret 2017, dari Kompas.com:http://tekno.kompas.com/read/2016/10/24/15064727/2016.pengguna.internet.di.indonesia.capai.132.juta.

YouTube Creator Academy. (2018). Diambil dari https://creatoracademy.YouTube.com /page/ lesson/ edu-channel-start?hl=id#strategies-zippy-link-3




DOI: https://doi.org/10.17509/edulib.v8i1.11267

DOI (PDF): https://doi.org/10.17509/edulib.v8i1.11267.g7280

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Edulib

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.