PERKEMBANGAN DESAIN RAJUTAN PADA SENTRA INDUSTRI RAJUT di DESA TALUAK KOTA PARIAMAN
Abstract
This study aims to describe the motif design, stitch techniques, and production process of crochet crafts in the craft industry center of Taluak Village, Pariaman City. The research employed a qualitative descriptive method with data collection techniques through observation, in-depth interviews, and documentation. Informants consisted of business owners and craftsmen from three crochet industries: Jun Rajutan, Bunda Rajutan, and Kinan Rajutan. The findings reveal three distinctive motifs characteristic of Taluak Village crochet: Bungo Melati motif, Bungo Mambangkik motif, and Ampek Sarumpun motif. These motifs are inspired by the natural wealth and Minangkabau ornaments. Ten types of naturalistic and geometric motifs were identified with field-filling, symmetrical edge, and center patterns. In practice, craftsmen use local terms such as "pangunci" (slipknot), "rantai" (chain stitch), "anyaman rapek" (single crochet), and "tonggak" (double crochet). Products produced include tablecloths, vests, bags, and various household furnishings and accessories. This study concludes that crochet crafts in Taluak Village possess distinctive motifs and techniques that represent local cultural identity and have potential for development as creative economy products.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan desain motif, teknik tusuk-tusuk, serta proses pembuatan produk rajutan di sentra industri kerajinan Desa Taluak, Kota Pariaman. Saat ini minat dari rajutan jauh berbeda dibandingkan dahulu. Kurangnya perkembangan desain motif rajutan sehingga kerajinan rajutan saat ini mengalami penurunan penjualan. Maka dari pada itu penulis tertarik untuk meneliti bagaiaman desain motif khas motif dan teknik rajut di Desa Taluak Kota Pariaman, sebagai dasar pemerintah dan para desainer dalam mengembangkan desain motif rajutan yang ada di Desa Taluak Kota Pariaman. P enelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari pemilik usaha dan pengrajin di tiga industri rajutan: Jun Rajutan, Bunda Rajutan, dan Kinan Rajutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga motif khas yang menjadi ciri utama rajutan Desa Taluak, yaitu motif Bungo Melati, motif Bungo Mambangkik (kambang), dan motif Ampek Sarumpun. Motif-motif tersebut terinspirasi dari kekayaan alam dan ragam hias Minangkabau. Ditemukan sepuluh jenis motif naturalis dan geometris dengan pola hias mengisi bidang, pinggiran simetris, dan pola tengah (pusat). Dalam praktik pembuatannya, pengrajin menggunakan istilah lokal seperti "pangunci" (simpul awal), "rantai" (tusuk rantai), "anyaman rapek" (tusuk tunggal), dan "tonggak" (tusuk ganda). Produk yang dihasilkan meliputi alas meja, vest, tas, serta berbagai perlengkapan rumah tangga dan aksesori. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kerajinan rajutan di Desa Taluak memiliki kekhasan motif dan teknik yang merepresentasikan identitas budaya lokal serta berpotensi dikembangkan sebagai produk ekonomi kreatif.
Full Text:
PDFReferences
Darma, T., & Efi, A. (2022). Teknik dan Produk Rajutan di Des Rajutan Desa Marunggi Kota Pariaman. Jurnal Pendidikan, Busana, Seni dan Teknologi, 4(2), 218-225.
Hanafi, H., Suryanti, S., & Hendra, H. (2020). Kerajinan Rajut sebagai Produk Cendramata di Nagari Tuo Pariangan. Jurnal Abdimas Mandiri, 4(1).
Hardjanto, S.S. (2013). Scarf Rajut. Jakarta: Demedia Pustaka.
Hendra, dkk. (2020). Kerajinan Rajutan Sebagai Produk Cendramata Di Nagari Tuo Pariangan. 4(1).
Purwanto, Dkk. (2021). Merajut Sebagai Kegiatan Baru Untuk Terapi Mengurangi Kecemasan Selama Masa Pandemi Covid. 4(1).
Ramadhan, M. (2021). Metode Penelitian. Surabaya: Cipta Media Nusantara.
Rosdiana, A., & Wijanarko, K. D. (2018). Rajutan pada Kriya Seni Handmade. SULUH: Jurnal Seni Desain Budaya, 1(1), 72-83.
Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif dan R&D. Bandung: PT Alfabet
Yuliarma. (2013). Desain Ragam Hias Sulaman Dan Bordir. Padang: KK Tata Busana-FT UNP.
Yus, A. M. (2016). Kerajinan dan Perekonomian Masyarakat. Jurnal Ekonomi Kreatif, 2(1), 100-115.
DOI: https://doi.org/10.17509/e.v25i2.102939
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 EDUTECH

Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.


















