PENGARUH MORDAN TAWAS, TUNJUNG, DAN KAPUR SIRIH TERHADAP HASIL ECOPRINT TEKNIK STEAM BLANKET MENGGUNAKAN DAUN JARAK WULUNG (JATROPHA GOSSYPIIFOLIA L.) PADA SATIN ARMANI: SUATU STUDI EKSPERIMEN
Abstract
The development of ecoprint textiles requires controlled mordanting because natural pigments often show unstable color, unclear motifs, and limited washing fastness. Previous ecoprint studies have mostly focused on cotton, silk, or other natural-fiber media, whereas experimental evidence on Jatropha gossypiifolia L. leaves with Terminalia catappa leaf extract as a blanket on Armani satin remains limited. This study aimed to analyze the effect of alum, ferrous sulfate (tunjung), and slaked lime mordants on steam blanket ecoprint results on Armani satin fabric. A one-factor completely randomized experimental design was applied, involving four comparable treatments: without mordant, alum, ferrous sulfate, and slaked lime. Samples were randomized and processed under controlled conditions of fabric size, mordant concentration, soaking time, blanket extract concentration, steaming procedure, and drying method. Data were collected through Colorblind Assistant-based hue identification, motif clarity assessment by 18 panelists, and washing fastness testing after repeated washing. The data were analyzed descriptively and using the Friedman test, supported by mean rank and Kendall's W interpretation. The findings showed that mordant variation affected hue, motif clarity, and washing fastness. Alum and ferrous sulfate produced higher motif clarity than the control, while ferrous sulfate tended to provide better washing stability. The novelty of this study lies in the combined use of Jatropha gossypiifolia L. leaves, Terminalia catappa blanket, Armani satin fabric, and three different mordants in a steam blanket ecoprint experiment. The findings provide practical guidance for improving the visual and functional quality of ecoprint products using locally available plant resources.
Pengembangan tekstil ecoprint membutuhkan proses mordanting yang terkendali karena pigmen alami sering menghasilkan warna yang kurang stabil, motif yang belum jelas, dan ketahanan luntur yang terbatas. Penelitian ecoprint sebelumnya lebih banyak menggunakan media katun, sutra, atau serat alam lain, sedangkan kajian eksperimen mengenai penggunaan daun jarak wulung (Jatropha gossypiifolia L.) dengan ekstrak daun ketapang sebagai blanket pada kain satin Armani masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh mordan tawas, tunjung, dan kapur sirih terhadap hasil ecoprint teknik steam blanket pada kain satin Armani. Penelitian menggunakan rancangan eksperimen satu faktor berbasis Completely Randomized Design dengan empat perlakuan yang dapat dibandingkan, yaitu tanpa mordan, mordan tawas, mordan tunjung, dan mordan kapur sirih. Sampel diacak dan diproses pada kondisi terkontrol, meliputi ukuran kain, konsentrasi mordan, lama perendaman, konsentrasi ekstrak blanket, proses steam, dan pengeringan. Data diperoleh melalui identifikasi warna menggunakan Colorblind Assistant, penilaian kejelasan motif oleh 18 panelis, serta pengujian ketahanan luntur setelah pencucian berulang. Data dianalisis secara deskriptif dan menggunakan uji Friedman, dilengkapi interpretasi mean rank dan Kendall's W. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi mordan memengaruhi warna, kejelasan motif, dan ketahanan luntur warna. Tawas dan tunjung menghasilkan kejelasan motif lebih baik dibandingkan kontrol, sedangkan tunjung cenderung memberikan stabilitas warna lebih baik setelah pencucian. Kebaruan penelitian ini terletak pada kombinasi daun jarak wulung, ekstrak daun ketapang sebagai blanket, kain satin Armani, serta perbandingan tiga jenis mordan dalam eksperimen ecoprint teknik steam blanket. Temuan ini memberikan panduan praktis untuk meningkatkan kualitas visual dan fungsional produk ecoprint berbasis sumber daya hayati lokal.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Ahmad, A. F., & Hidayati, N. (2018). Pengaruh jenis mordan dan proses mordanting terhadap kekuatan dan efektivitas warna pada pewarnaan kain katun menggunakan zat warna daun jambu biji Australia. Indonesian Journal of Halal, 2.
Annisa, Z., & Adriani. (2024). Pengaruh mordan terhadap hasil pencelupan kain rayon twill dengan ekstrak daun kelengkeng (Dimocarpus longan L.). Gorga: Jurnal Seni Rupa, 2.
Atmajayanti, C., & Adriani. (2023). Pengaruh mordan tunjung dan kapur sirih terhadap hasil ecoprint daun iler (Coleus scutellarioides Linn. Benth). Gorga: Jurnal Seni Rupa, 231.
Bechtold, T., & Mussak, R. (Eds.). (2009). Handbook of natural colorants. John Wiley & Sons. https://doi.org/10.1002/9780470744970
Benli, H. (2024). Bio-mordants: A review. Environmental Science and Pollution Research, 31, 20714-20771. https://doi.org/10.1007/s11356-024-32174-8
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2023). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (6th ed.). SAGE Publications.
Fatihaturahmi, & Novrita, S. Z. (2019). Pengaruh perbedaan mordan tawas dan kapur sirih terhadap hasil pencelupan ekstrak daun sawo menggunakan bahan sutera. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 238.
Haq, A. (2025). Pemanfaatan daun ketapang, daun jambu biji dan daun jarak sebagai pewarna alami pada pembuatan ecoprint teknik iron blanket. Journal of Fashion & Textile Design Unesa, 30-36.
Humphries, M. L. (2022). Textile science. Woodhead Publishing.
Irianingsih, J. (2018). Yuk membuat eco print motif kain dari daun dan bunga. Gramedia Pustaka Utama.
Montgomery, D. C. (2020). Design and analysis of experiments (10th ed.). John Wiley & Sons.
Nabila, A. B., & Adriani. (2024). Pengaruh mordan terhadap hasil pencelupan kubis ungu (Brassica oleracea var. capitata L.) menggunakan bahan katun. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 19.
Pizzicato, B., Alongi, J., Carosio, F., & Malucelli, G. (2023). Advancements in sustainable natural dyes for textile applications. Molecules, 28(16), 5954. https://doi.org/10.3390/molecules28165954
Putri, D., & Adriani. (2023). Pengaruh pengulangan pencelupan terhadap hasil warna pada bahan semi wol menggunakan ekstrak kulit pohon angsana (Pterocarpus indicus) dengan mordan tawas. Jurnal Pendidikan Tambusai, 22325.
Repon, M. R., Dev, B., Rahman, M. A., Jurkoniene, S., Haji, A., Alim, M. A., & Kumpikaite, E. (2024). Textile dyeing using natural mordants and dyes: A review. Environmental Chemistry Letters, 22(3), 1473-1520. https://doi.org/10.1007/s10311-024-01716-4
United Nations Environment Programme. (2023). Sustainability and circularity in the textile value chain: A global roadmap. United Nations Environment Programme.
United Nations Environment Programme. (2024). Sustainable and circular textiles. United Nations Environment Programme.
DOI: https://doi.org/10.17509/e.v25i2.103144
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 EDUTECH

Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.


















