FUNDAMENTALISME SEBAGAI FENOMENA SOSIAL-RELIGIUS: ANALISIS KOMPARATIF ATAS GERAKAN KRISTEN, ISLAM, DAN YAHUDI DALAM PERSPEKTIF RICHARD T. ANTOUN

Yusuf Wibisono, Asep Muhyiddin, Neirna Yayah Daryati

Abstract


Fundamentalism is often narrowly understood as a form of irrational and ahistorical religious extremism. Such perspectives oversimplify the complexity of religious movements and obscure their social, political, and cultural dimensions. This article aims to analyze Richard T. Antoun’s conceptual framework and comparative approach in Understanding Fundamentalism: Christian, Islamic, and Jewish Movements in order to understand fundamentalism as a modern socio-religious phenomenon. Employing a qualitative literature-based method, this study critically examines Antoun’s work alongside key scholarship in anthropology of religion and sociology of religion. Thematic and comparative analysis reveals that Antoun shifts the study of fundamentalism from pathological explanations to structural and historical interpretations. This article contributes to Indonesian religious studies by offering a non-reductionist approach to understanding contemporary religious movements.

 

Fundamentalisme sering dipahami secara sempit sebagai ekspresi ekstremisme agama yang irasional dan ahistoris. Pandangan ini tidak hanya menyederhanakan kompleksitas gerakan keagamaan, tetapi juga mengaburkan dimensi sosial, politik, dan kultural yang melatarbelakanginya. Artikel ini bertujuan menganalisis kerangka konseptual dan pendekatan komparatif Richard T. Antoun dalam Understanding Fundamentalism: Christian, Islamic, and Jewish Movements guna memahami fundamentalisme sebagai fenomena sosial-religius modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka kritis terhadap karya Antoun dan literatur pendukung dalam antropologi agama, sosiologi agama, dan studi fundamentalisme. Analisis dilakukan secara tematik-komparatif dengan menyoroti definisi fundamentalisme, konteks kemunculannya, serta relasi antara agama, modernitas, dan kekuasaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Antoun berhasil memindahkan studi fundamentalisme dari kerangka patologis menuju analisis struktural dan historis yang lebih seimbang. Artikel ini berkontribusi pada pengayaan studi agama di Indonesia dengan menawarkan pendekatan non-reduksionis dalam memahami gerakan keagamaan kontemporer.


Keywords


Fundamentalisme; Antropologi Agama; Modernitas; Gerakan Keagamaan; Richard T. Antoun

Full Text:

PDF

References


Ammerman, N. T. (2014). Sacred stories, spiritual tribes: Finding religion in everyday life. Oxford

University Press.

Antoun, R. T. (2001). Understanding fundamentalism: Christian, Islamic, and Jewish movements.

AltaMira Press.

Asad, T. (2003). Formations of the secular: Christianity, Islam, modernity. Stanford University

Press.

Barton, G. (2005). Radical Islam in Indonesia. National University of Singapore Press.

Berger, P. L. (1967). The sacred canopy: Elements of a sociological theory of religion. Doubleday.

Casanova, J. (1994). Public religions in the modern world. University of Chicago Press.

Marty, M. E., & Appleby, R. S. (Eds.). (1991). Fundamentalisms observed. University of Chicago

Press.

Roy, O. (2004). Globalized Islam: The search for a new ummah. Columbia University Press.




DOI: https://doi.org/10.17509/e.v25i2.95331

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 EDUTECH

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.
Copyright © 2018 Edutech