ANALISIS STATUS GIZI ANAK BATITA PENERIMA PMT DI PUSKESMAS KOTO PANJANG IKUR KOTO DAN KURANJI KOTA PADANG

Mifthahul Rahma Dilla, Yuliana Yuliana, Kasmita Kasmita, Wiwik Gusnita

Abstract


The period of children under three years old (toddlers) is a crucial golden age for physical and cognitive growth, yet it is vulnerable to nutritional problems such as stunting, wasting, and underweight. Padang City, specifically in Koto Panjang Ikur Koto and Kuranji, still faces a significant prevalence of undernutrition. This study aimed to analyze the nutritional status of toddlers (aged 12-36 months) receiving a multi-nutrient cookie intervention compared to a control group. This was a quantitative study employing a longitudinal approach over three months (June–August 2025). A sample of 59 toddlers was selected using purposive sampling based on specific criteria: aged 12-36 months and regularly attending weighing sessions at the Public Health Center (Puskesmas). The subjects consisted of 24 toddlers in the intervention group who received multi-nutrient cookies and local supplementary feeding (PMT), and 35 toddlers in the control group who received only local PMT. Anthropometric data were analyzed using WHO Anthro software based on Weight-for-Age (W/A), Height-for-Age (H/A), and Weight-for-Height (W/H) indicators. The results showed that the multi-nutrient cookie intervention group experienced progressive improvement, characterized by an increase in nutritional status. Specifically, based on the W/A indicator, normal status increased from 54.2% in June to 62.5% in August; based on the H/A indicator, severely stunted status decreased from 16.7% to 8.3%; and based on the W/H indicator, normal status significantly increased from 33.3% to 70.8%. Conversely, the control group showed a stagnant or even declining trend, where severely stunted status remained at 8.6% from June to August, while normal status based on the W/H indicator decreased from 62.9% in June to 60% by the end of weighing in August. This study concludes that the multi-nutrient cookie intervention is more effective in accelerating the recovery of toddlers' nutritional status compared to the control group.

 

Masa anak usia bawah tiga tahun (batita) merupakan periode golden age yang krusial bagi pertumbuhan fisik dan kognitif, namun rentan terhadap masalah gizi seperti stunting, wasting, dan underweight. Kota Padang, khususnya di Koto Panjang Ikur Koto dan Kuranji, masih menghadapi prevalensi gizi kurang yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status gizi anak batita (usia 12-36 bulan) yang mendapatkan intervensi cookies multigizi dibandingkan dengan kelompok kontrol. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif menggunakan pendekatan longitudinal selama tiga bulan (Juni–Agustus 2025). Sampel sebanyak 59 batita dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria anak batita umur 12-36 bulan, anak batita yang rutin datang ke Puskesmas untuk penimbangan, anak batita kelompok perlakuan yang mendapatkan intervensi berupa cookies multigizi dan PMT lokal dari Puskesmas terdiri dari 24 anak batita, untuk kelompok kontrol hanya mendapatkan PMT lokal dari Puskesmas terdiri dari 35 anak batita. Data antropometri dianalisis menggunakan perangkat lunak WHO Anthro berdasarkan indikator BB/U, TB/U, dan BB/TB. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok intervensi cookies multigizi mengalami perbaikan progresif, ditandai dengan peningkatan status gizi, berdasarkan indikator BB/U status gizi normal dari  54,2% pada bulan Juni menjadi 62,5% di bulan Agustus, berdasarkan indikator TB/U status gizi sangat pendek menurun dari 16,7% menjadi 8,3% dan berdasarkan indikator BB/TB status gizi normal yang mengalami peningkatan yang signifikan dari 33,3% menjadi 70,8%, sedangkan pada kelompok kontrol menunjukkan kecenderungan status gizi stabil atau tetap bahkan mengalami penurunan, di mana  status gizi sangat pendek berada pada angka 8,6% dari bulan Juni hingga bulan Agustus, sedangkan untuk status gizi normal berdasarkan indikator BB/TB menurun dari 62,9% di bulan Juni menjadi 60%, di akhir penimbangan bulan Agustus. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemberian intervensi cookies multigizi lebih efektif dalam mempercepat pemulihan status gizi anak batita dibandingkan dengan kelompok kontrol.


Keywords


Adnyani, N. M. W. (2023). Hubungan tingkat stres, tingkat konsumsi energi, dan status gizi pedagang wanita pada era new normal di Pasar Umum Gianyar [Skripsi, Poltekkes Kemenkes Denpasar]. Repository Poltekkes Denpasar. https://repository.poltekkes-denpas

Full Text:

PDF

References


Adnyani, N. M. W. (2023). Hubungan Tingkat Stres, Tingkat Konsumsi Energi, Dan Status Gizi Pedagang Wanita Pada Era New Normal Di Pasar Umum Gianyar. 8–24.

Alifia, K. (2023). Gambaran Pertumbuhan Anak Usia 1-3 Tahun Sebagai Deteksi Dini Risiko Stunting di Puskesmas Kelurahan Koto Panjang Ikur Koto Kota Padang. Skripsi, Universitas Andalasyad

Bahar, M. A., Galistiani, G. F., Eliyanti, U., & Mohi, A. R. (2024). Gambaran Nilai Utilitas Kesehatan Anak dengan Malnutrisi : Studi pada Kasus Stunting, Wasting, dan Underweight di Indonesia. Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia, 10(2), 610–617. https://doi.org/10.35311/jmpi.v10i2.656

Kementerian Kesehatan RI. (2020). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2020 tentang Standar Antropometri Anak. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI. Mengacu pada Standar Antropometri Anak di Indonesia yang diadopsi dari WHO

Kementerian Kesehatan RI. (2021). Buku Saku Hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) Tingkat Nasional, Provinsi, dan Kabupaten/Kota Tahun 2021. Jakarta: Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan.

Kementerian Kesehatan RI. (2025)ha. Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024. Jakarta.Diambilkembalidarihttps://drive.google.com/file/d/1FmhMtFsElv0l95YNGqsoKy5xJh-m-glM/view?pli=1

Lestari, W., & Helmizar. (2021). Hubungan Asupan Zat Gizi Makro dan Pola Asuh Pemberian Makan dengan Status Gizi Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Kuranji Kota Padang. Jurnal Gizi dan Kesehatan.

Nasution, S. (2021). Hubungan Karakteristik Ibu Dengan Status Gizi Balita Di Puskesmas Huragi Kabupaten Padang Lawas. Skripsi, 4-Sep-2021, 1–106. http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/228

Prihatini, D., Yulifah, R., & Yuliani, I. (2023). Literature review: Pemberdayaan ibu sebagai upaya peningkatan status gizi dan perkembangan anak balita. Journal of Issues in Midwifery, 7(1), 1–12

Puskesmas Belimbing. (2023). Laporan Tahunan Program Gizi UPTD Puskesmas Belimbing Tahun 2023. Padang: Puskesmas Belimbing.

Riskesdas 2018 (Kemenkes RI) Survei Status Gizi Indonesia terbaru (SSGI 2023/2024).

Ratumanan, S. P., Achadiyani, & Khairani, A. F. (2023). Metode Antropometri Untuk Menilai Status Gizi : Sebuah Studi Literatur. Health Information Jurnal Penelitian, 15, 1–10. https://myjurnal.poltekkes-kdi.ac.id/index.php/hijp

Rosha, M., Matematika, P. S., Matematika, F., & Padang, U. N. (2024). Klasifikasi Status Gizi Pada Balita Menggunakan Algoritma Rough Set Berdasarkan Indeks Berat Badan Menurut Umur di Kampung Tanjung Kelurahan Kuranji. 8, 22771–22780.

Ryan, Cooper, & Tauer. (2022). Faktor yang mempengaruhi Status Gizi Bayi. Paper Knowledge. Toward a Media History of Documents, 15(2), 12 26.

Seisa, A., Handayani, M., Gusnedi, & Habib, N. A. (2023). Gambaran faktor faktor yang mempengaruhi anyelir 8 dan tenaga 7 wilayah kerja puskesmas anak air program Studi DIII Gizi , Poltekkes Kemenkes Padang , Indonesia Indonesia saat ini belum bisa mengatasi masalah gizi kurang dan pada saat yang bersamaan ( BB. Jurnal Gizi Mandiri, 01(02), 1–14.

Studi, P., Tahap, N., Tinggi, S., Kesehatan, I., Elisabeth, S., & Ziliwu, H. (2022).

Supariasa, I. D. N., Bakri, B., & Fajar, I. (2016). Penilaian Status Gizi (Edisi 2). Jakarta: EGC (Penerbit Buku Kedokteran)

Wardani, M. A., & Dewi, L. (2021). Pemanfaatan Probiotik dalam Cookies Labu Kuning sebagai Strategi Pengembangan Produk Biskuit Fungsional. Jurnal Teknologi Pangan: Media Informasi dan Komunikasi Ilmiah Teknologi Pertanian, 12(2), 239–249.

World Health Organization. (2006). WHO Child Growth Standards: Methods and development. Geneva: World Health Organization.

Yosifa, & Umar, I. (2021). Analisis Indeks Status Gizi Balita Pada Kecamatan Koto Tangah Kota Padang. Jurnal Buana, 5(5), 1266-1280.




DOI: https://doi.org/10.17509/e.v25i1.96183

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 EDUTECH

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.
Copyright © 2018 Edutech