KESIAPAN GURU DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI SEKOLAH DASAR: ANALISIS MODEL CIPP

Della Ayu Puspita, Titi Prihatin

Abstract


Teacher readiness is a crucial factor in the successful implementation of the Independent Curriculum in elementary schools. This study aims to describe teacher readiness in implementing the Independent Curriculum at SD N 01 Sumber based on the Context, Input, Process, and Product (CIPP) model. This study uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques through questionnaires, interviews, and documentation involving class teachers or subject teachers as research respondents. Data validity was tested through source triangulation and technical triangulation. Data analysis was conducted descriptively by interpreting questionnaire data in percentage form and strengthening it through interview results and documentation. The results of the study indicate that teacher readiness in implementing the Independent Curriculum is in the ready category, as indicated by 64.4% of respondents in the agree category and 35.6% in the strongly agree category with the teacher readiness indicators. This readiness is reflected in teachers' understanding of the Independent Curriculum, pedagogical and professional competencies, ability to utilize learning technology, as well as attitudes, motivation, and mental readiness to face change. However, this readiness is not yet fully optimal, especially in the use of technology by senior teachers and the implementation of project-based learning in the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5). Therefore, a continuous training program is needed from the Ministry of Education through the Center for Teachers and Education Personnel (BGTK) which focuses on improving technological literacy, the use of digital learning media and platforms, as well as mentoring the practical implementation of project-based learning and the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) in the classroom to improve teacher readiness more evenly and optimally.

 

Kesiapan guru merupakan faktor penting dalam keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesiapan guru dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka di SD N 01 Sumber berdasarkan model Context, Input, Process, and Product (CIPP). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan guru kelas atau guru mata pelajaran sebagai responden penelitian. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menafsirkan data kuesioner dalam bentuk persentase serta memperkuatnya melalui hasil wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan guru dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka berada pada kategori siap, yang ditunjukkan oleh 64,4% responden berada pada kategori setuju dan 35,6% pada kategori sangat setuju terhadap indikator kesiapan guru. Kesiapan tersebut tercermin dari pemahaman guru terhadap Kurikulum Merdeka, kompetensi pedagogik dan profesional, kemampuan memanfaatkan teknologi pembelajaran, serta sikap, motivasi, dan kesiapan mental dalam menghadapi perubahan. Namun demikian, kesiapan tersebut belum sepenuhnya optimal, terutama pada pemanfaatan teknologi oleh guru senior dan pelaksanaan pembelajaran berbasis proyek dalam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Oleh karena itu, diperlukan program pelatihan berkelanjutan dari Kementerian Pendidikan melalui Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) yang berfokus pada peningkatan literasi teknologi, penggunaan media dan platform pembelajaran digital, serta pendampingan implementasi pembelajaran berbasis proyek dan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) secara praktis di kelas guna meningkatkan kesiapan guru secara lebih merata dan optimal. 


Keywords


Kesiapan Guru; Kurikulum Merdeka; Pembelajaran Berdiferensiasi; Implementasi Kurikulum; Model CIPP

Full Text:

PDF

References


Alifa, N., Sufyadi, S., & Utama, A. H. (2024). Pemanfaatan Chromebook sebagai penunjang pembelajaran bagi siswa di SMPN 1 Banjarmasin. Jurnal Pendidikan, 23(2), 116– 127.

Aulia, R., Adelia, N. S., Castri, Y., & Kurnia, R. (2025). Kesiapan guru sekolah dasar terhadap implementasi Kurikulum Merdeka dalam proses pembelajaran. Jurnal Basicedu, 9(6), 1827–1833. https://doi.org/10.31004/basicedu.v9i6.10847

Dewi, L., Susilana, R., & Setiawan, B. (2023). Dampak integrasi teknologi dalam pembelajaran oleh guru terhadap konten digital sains jenjang SMP selama pandemi COVID-19. Edutech, 22(1), 1–10.

Dewi, L. A. N., Rahmawati, M., & Setiawati, C. R. (2025). Kompetensi pedagogik guru sekolah dasar dalam implementasi Kurikulum Merdeka. Jurnal Pendidikan Dasar dan Keguruan, 10(1), 65–78. https://doi.org/10.47435/jpdk.v10i1.3379

Hersey, P., & Blanchard, K. H. (1969). Management of organizational behavior: Utilizing human resources. Prentice-Hall.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. (2022). Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 56/M/2022 tentang Kurikulum Merdeka. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. (2022).

Panduan pembelajaran dan asesmen Kurikulum Merdeka. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.

Melisa, M. (2024). Analisis kesiapan guru dalam menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk pembelajaran Kurikulum Merdeka. MIJOSE: Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Ilmu Sosial, 3(1), 1–9. https://doi.org/10.56436/mijose.v3i1.304

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.

Mishra, P., & Koehler, M. J. (2006). Technological pedagogical content knowledge: A framework for teacher knowledge. Teachers College Record, 108(6), 1017–1054.

Mulyasa, E. (2013). Pengembangan dan implementasi kurikulum 2013. Remaja Rosdakarya.

Mutia, N. B., & Admawati, H. (2023). Kesiapan guru melaksanakan Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran ilmu pengetahuan alam dan sosial. Al-Bidayah: Jurnal

Pendidikan Dasar Islam, 15(2), 267–290.

https://doi.org/10.14421/albidayah.v15i2.1044

Republik Indonesia. (2005). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Republik Indonesia.

Sari, S. A., Gusneti, I., Putri, D. W., Hendrizal, H., & Sari, N. P. (2025). Kesiapan guru dalam menghadapi perubahan kurikulum di SDN 11 Koto Baru Sijunjung Sumatra Barat.

Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(1), 1298–1304.

https://jptam.org/index.php/jptam/article/view/24374

Sephiawardani, N. A., & Bektiningsih, K. (2023). Review of teacher readiness in implementing the Merdeka Curriculum at public elementary schools. Jurnal

Pendidikan dan Pengajaran, 56(3), 533–542.

https://doi.org/10.23887/jpp.v56i3.67628

Slameto. (2010). Belajar dan faktor-faktor yang memengaruhinya. Rineka Cipta.

Stufflebeam, D. L., & Shinkfield, A. J. (2007). Evaluation theory, models, and applications. Jossey-Bass.

Thomas, J. W. (2000). A review of research on project-based learning. Autodesk Foundation.

Thorndike, E. L. (1932). The fundamentals of learning. Teachers College, Columbia University.

Vygotsky, L. S. (1978). Mind in society: The development of higher psychological processes. Harvard University Press.

Weimer, M. (2013). Learner-centered teaching: Five key changes to practice. Jossey-Bass.

Widiani, H. (2024). Pengaruh aspek pembiayaan untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia terhadap kinerja guru. Jurnal Penelitian Pendidikan, 24(2), 203–210.




DOI: https://doi.org/10.17509/e.v25i2.99335

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 EDUTECH

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.
Copyright © 2018 Edutech