PERBANDINGAN KEBIJAKAN ADAM MALIK, MOCHTAR KUSUMAATMADJA DAN ALI ALATAS TERHADAP POLITIK LUAR NEGERI BEBAS AKTIF INDONESIA PADA MASA ORDE BARU

Fiky Arista, Andi Suwirta, Farida Sarimaya

Abstract


This article entitled "The Comparison of Adam Malik, Mochtar Kusumaatmadja and Ali Alatas Policies Against Independent-Active Foreign Policy In Indonesia During The New Order". The writing is motivated by the author interest to determine the policies taken by the New Order government in maintaining a free and active foreign policy taken by Adam Malik, Mochtar Kusumaatmadja, and Ali Alatas. The main issues in this research is how is the Comparison of Adam Malik, Mochtar Kusumaatmadja And Ali Alatas Policies Against Independent-Active Foreign Policy In Indonesia During The New Order? The method used in the study is the historical method consists of four phases, which are; heuristic, criticism, interpretation and historiography. In reviewing the research question, the author uses an interdisciplinary approach by using some of the concepts from political science. Based on the research, authors knew that Adam Malik, Mochtar Kusumaatmadja, and Ali Alatas had different educational backgrounds so when they are assuming his post as Foreign Minister also can be different. The difference can be seen from their focus in taking a foreign policy. Adam Malik, who is still in transition from the Old Order to the New Order, his focus was to solve the problems that occurred in the previous government. Mochtar Kusumaatmadja focuses on Archipelago and international law. Ali Alatas focuses on human rights issues and to make Indonesia as Chairman of NAM. In addition, The Three Minister of Foreign Affairs through his policy also makes Indonesia active in solving regional and international issues, as well as the Non-Aligned Organizations.


Full Text:

PDF

References


Bandoro, B. (1994). Hubungan Luar Negeri Indonesia Selama Orde Baru. Jakarta : CSIS.

Daliman. (2012). Metode Penelitian Sejarah. Yogyakarta: Ombak.

Djelantik, S. (2006). Diplomasi Antara Teori dan Praktik. Yogyakarta : Graha Ilmu.

Ismaun. (2005). Pengantar Ilmu Sejarah. Bandung: FPIPS IKIP Bandung.

Kansil, C.S.T. (1989). Hubungan Diplomatik Republik Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka.

Kusumaatmadja, M. (1982b). Politik Luar Negeri Indonesia dan Pelaksanaannya Dewasa Ini : Kumpulan Karangan dan Pidato. Jakarta : Alumni.

Liji, L. (2012). Dari Relasi Upeti ke Mitra Strategis : 2.000 Tahun Perjalanan Hubungan CinaIndonesia. Jakarta : Kompas.

Leifer, M. (1989). Politik Luar Negeri Indonesia. jakarta : PT. Gramedia.

Malik, A. (1978a). Mengabdi Republik Jilid 1 : Adam dari Andalas. Jakarta : PT. Gunung Agung.

Malik, A. (1979c). Mengabdi Republik Jilid III : Angkatan Pembangunan. Jakarta : PT. Gunung Agung.

Pane, N. (2015). Rekam Jejak Kebangsaan Mochtar KusumaAtmadja. Jakarta : Kompas.

Panitia Penulisan Buku Sejarah Diplomasi Republik Indonesia. (2005b). Sejarah Diplomasi Republik Indonesia Dari Masa ke Masa (Periode 1966-1995). Jakarta : Departemen Luar Negeri Republik Indonesia.

Poesponegoro, M.D dan Notosusanto, N. (1993). Sejarah Nasional Indonesia Jilid VI. Jakarta : Balai Pustaka.

Ricklefs, M.C. (2010). Sejarah Indonesia Modern. Jakarta : PT. Serambi Ilmu Semesta.

Sabir, M. (1987). Politik Bebas Aktif. Jakarta : CV. Haji Mas Agung.

Santosa, K.O. (2009). Perjalanan Sang Kenderal Soeharto (19212008). Bandung : Sega Arsy.

Sjamsuddin, H. (2007). Metodologi Sejarah. Yogyakarta: Ombak.

Sumardjo, J. (1999). Biografi Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja, S.H., LL. M. Dalam Komar, Mieke, Ety R. Agoes dan Eddy Damian (Penyunting), Mochtar Kusumaatmadja: Pendidik & Negarawan : Kumpulan Karya Tulis Menghormati 70 Tahun Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja, S.H., LL.M. (hlm. 3-28). Bandung : Alumni.

Sukma, R. (1994). HubunganIndonesia-Republik Rakyat Cina: Jalan Panjang Menuju Normalisasi. Dalam Bandoro, B (Penyunting), Hubungan Luar Negeri Indonesia Selama Orde Baru (hlm. 51-92). Jakarta : CSIS.

Suryadinata, L. (1998). Politik Luar Negeri Indonesia di Bawah Soeharto. Jakarta : LP3ES.

Syahperi, J. (1999). Dinamika Hubungan Internasional Pasca Perang Dingin dan Relevansi Pendekatan Lingkaran Konsentris Kebijakan Luar Negeri Indonesia. Dalam Komar, Mieke, Ety R. Agoes dan Eddy Damian (Penyunting), Mochtar Kusumaatmadja: Pendidik & Negarawan : Kumpulan Karya Tulis Menghormati 70 Tahun Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja, S.H., LL.M. (hlm. 776-797). Bandung : Alumni.

Widjaja, A.W. (1986). Indonesia Asia Afrika Non Blok : Politik Bebas Aktif. Jakarta : Bina Aksara.

Dewabrata, W. (2015). Pencairan Kembali Hubungan, Kemenangan Diplomasi Indonesia. [Online]. Diakses dari

http://print.kompas.com/baca/2 015/06/26/Pencairan-KembaliHubungan%2c-KemenanganDiplomasi-I.

Kedutaan Besar Republik Indonesia Di Windhoek Republik Namibia Merangkap

Republik Angola. (Tanpa Tahun). [Online]. Diakses dari : http://www.kemlu.go.id/windho ek/id/Pages/Namibia1.aspx.

Nasoetion, I.A. (2009). Ali Alatas : Pengabdian Tiada Henti. Jurnal Diplomasi,No. 1. Vol. 1, hlm. 173-177.

Putri, F.T. (2009). Kebijakan Ekonomi Indonesia-RRC Masa Soeharto. [Online]. Diakses dari https://www.academia.edu/5859 314/Jurnal_Fany_Triana_Putri_ 0911240054.

Santi, J. T. (2010, 22 April). 60 Tahun Hubungan RI-RRC. Kompas. Tanpa Halaman.




DOI: https://doi.org/10.17509/factum.v6i1.10019

Refbacks

  • There are currently no refbacks.